KUDUS, Kudusterkini.com, 19 Agustus 2026 – Timnas Putri U-16 Thailand sukses mengamankan status juara Grup B Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffinonsetelah menundukkan Timnas Putri U-16 Singapura dengan skor akhir 6-0. Dalam laga pamungkas babak penyisihan Grup B yang tersaji di fasilitas khusus sepak bola putri milik Bakti Olahraga Djarum Foundation, Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (19/8), skuad putri negeri Gajah Putih itu tampil solid sekaligus menyempurnakan catatan tiga kemenangan tanpa kebobolan sekalipun. Dengan hasil ini, Thailand dipastikan akan menghadapi Malaysia pada babak semifinal selaku runner-up Grup A pada Jumat (21/8) pukul 15.00 WIB.
Thailand tampil tenang sejak menit pertama, meski tetap mendapatkan perlawanan ketat dari Singapura. Perlahan tapi pasti, Thailand mengambil kendali dengan terus menekan lini pertahanan lawan. Tim asuhan Thidarat Wiwasukhu akhirnya unggul pada menit ke-8 melalui skema serangan yang berawal dari distribusi bola dari lini tengah. Umpan Warantorn Pongkoksi diterima Nattharika Chorchan yang melepaskan tembakan tepat sasaran. Bola sempat ditepis kiper Singapura, Nur Umairah Binte Luqmanul Hakim, tetapi bola muntah langsung disambar Nanthiya Meepho dengan kaki kanan di depan gawang untuk membawa Thailand unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, Singapura berupaya mengambil momentum serangan demi menyamakan kedudukan. Namun, Thailand tetap mendominasi penguasaan bola dan terus menggempur pertahanan lawan. Singapura yang lebih banyak menumpuk pemain di area berbahaya harus bekerja keras memutus aliran umpan-umpan pendek sekaligus menutup ruang tembak ideal. Di sisi lain, Nur Umairah juga tampil sigap melakukan penyelamatan agar bola tidak melintasi garis gawang.
Duel di sektor tengah berlangsung sengit. Singapura bertahan dengan disiplin untuk meredam permainan Thailand yang memainkan tempo cepat. Meski demikian, Thailand tetap mampu memperlebar jarak pada menit ke-38. Sang kapten, Kawinthida Kikuntod, melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang meluncur cepat ke dalam gawang dan menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Kedudukan Thailand semakin menjauh dua menit berselang. Warantorn Pongkoksi melakukan aksi individu dengan melewati kawalan bek Singapura, Sofea Ayu Niesya Binte Norjali, sebelum menyelesaikannya dengan sontekan tipis ketika berhadapan dengan kiper pada menit ke-42. Skor 3-0 untuk keunggulan Thailand bertahan hingga turun minum.
Memasuki periode 45 menit kedua, Singapura mencoba mengambil inisiatif serangan untuk memperkecil ketertinggalan. Namun, Thailand mampu meredam tekanan tersebut dan dengan cepat mengubahnya menjadi serangan balik berbahaya. Skema umpan-umpan pendek yang rapi berhasil membongkar lini pertahanan Singapura hingga membuka ruang tembak bagi Kalyaphat Muanggon. Tanpa kesulitan, ia menuntaskan peluang tersebut menjadi gol pada menit ke-54 untuk memperlebar keunggulan Thailand menjadi 4-0.
Hanya berselang dua menit, Thailand kembali menunjukkan efektivitas serangannya. Build-up yang dibangun dengan sabar diakhiri penyelesaian klinis sang kapten, Kawinthida Kikuntod, usai menerima umpan matang dari Chayapha Thanuchai. Sepakannya meluncur mulus ke gawang tanpa mampu dijangkau kiper Singapura, mengubah skor menjadi 5-0.
Meski tertinggal jauh, Singapura tetap memperlihatkan semangat juang tinggi. Lini pertahanan mereka terus berupaya meredam gelombang serangan Thailand agar tidak semakin tertinggal. Di sisi lain, Thailand tetap tampil dominan dan terus menekan hingga penghujung laga.
Thailand akhirnya menutup pesta gol dengan kemenangan 6-0 melalui eksekusi penalti pada masa injury time. Hadiah penalti diberikan setelah bek Singapura, Vafa Dhabitah Binte Faisal Reza, melanggar Kalyaphat Muanggon di dalam kotak terlarang. Kalyaphat yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan mengarahkan bola ke pojok kiri gawang pada menit ke-92. Kemenangan telak tersebut memastikan Thailand finis sebagai juara Grup B dengan catatan sempurna, selalu menang dan belum sekalipun kebobolan sepanjang fase grup.
Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand, Thidarat Wiwasukhu, mengapresiasi catatan poin sempurna tim asuhannya sepanjang babak penyisihan. Menurutnya, kerja keras dan latihan rutin jadi salah satu kunci para penggawa Timnas Putri U-16 Thailand mampu menjalankan game-plan dengan baik.
“Ini sesuai dengan apa yang telah tim kepelatihan rencanakan. Karena di setiap turnamen, kami ingin mengembangkan kemampuan dan memberikan kesempatan bertanding bagi pemain muda, terlebih di ajang internasional. Terima kasih kepada seluruh pemain yang telah berusaha bermain sesuai taktik dan melakukan tugasnya sebaik mungkin. Hal yang terpenting bagi kami adalah melihat tim kami berkembang hingga mampu melangkah ke tingkat Asia,” ucap Coach Thidarat.
Senada dengan sang pelatih, Kapten Timnas Putri U-16 Thailand, Kawinthida Kikuntod, merasakan kompak dan solidnya kerja sama tim yang tergambar dari hasil tiga pertandingan. Tidak pernah kemasukan gol menandakan setiap pemain mampu bertanggung jawab pada posisinya masing masing.
“Seperti yang dikatakan pelatih, kami juga ingin berkembang. Kami merasa mengalami peningkatan dari laga ke laga. Mengenai taktik, kami berusaha bermain sesuai arahan pelatih serta saling memberikan semangat di lapangan. Karena beberapa pemain masih gugup, ini merupakan pengalaman pertama kami tampil dalam kompetisi internasional,” kata Kawinthida.
Meski belum memperoleh hasil maksimal dari turnamen Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino, Asisten Pelatih Timnas Putri U-16 Singapura, Chiang Wei Jian, Jeremy, tetap bangga akan perkembangan yang ditunjukkan tim asuhannya. Menurutnya, perkembangpeningkatan yang diperlihatkan para pemain meliputi mentalitas bertanding, hingga daya juang untuk tidak menyerah sampai akhir. Jeremy menambahkan bahwa dua indikator tersebut merupakan modal penting jelang persiapan Kualifikasi AFC U-17 2027.
“Kami selalu bangga pada pemain dan mereka telah berusaha menerapkan hal-hal yang kami latih. Kami mengapresiasi kesempatan untuk datang ke turnamen seperti ini dan bertanding melawan tim tim kuat. Hal terpenting adalah, mereka memiliki hasrat untuk terus belajar dan berkembang. Saya pikir sikap itu penting, karena olahraga bukan selalu tentang kemenangan. Ya, menang itu penting, memiliki mentalitas juara itu penting. Tetapi kami ingin memastikan para pemain memiliki karakter dan ketahanan yang baik, dengan pola pikir berkembang yang baik, dan terus tumbuh karena dalam beberapa tahun mendatang mereka juga akan bermain di tim senior,” bilang Jeremy.
KUDUS, 19 Agustus 2026 – Timnas Putri U-16 Indonesia (Putri Nusantara) tampil penuh motivasi kala menghadapi Timnas Putri U-16 Yordania dalam laga ketiga babak penyisihan Grup B Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (19/8). Mengeluarkan kemampuan terbaik dan semangat juang pantang menyerah, para srikandi muda berhasil menang dengan skor 3-1. Namun, hasil ini belum cukup mengantarkan mereka ke semifinal turnamen yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation tersebut. Sementara itu, Yordania sukses mengamankan status runner-up Grup B dan akan menghadapi Indonesia Garuda Pertiwi yang merupakan juara Grup A pada Jumat (21/8) pukul 20.00 WIB.
Meski menang atas Yordania, Putri Nusantaran hanya berada di peringkat ketiga klasemen akhir Grup B karena kalah produktivitas gol dari Yordania yang sama-sama mengemas tiga poin dari tiga pertandingan. Sementara itu, Thailand berhak menjadi juara Grup B karena berhasil sapu bersih kemenangan di tiga tanpa kebobolan di laga yang dimainkan.
Pertandingan langsung berjalan dengan tempo tinggi sesaat setelah peluit dibunyikan. Sama-sama mencari angka untuk memperebutkan satu tiket tersisa, Yordania dan Putri Nusantara berusaha memegang kendali di lini tengah sehingga kontak fisik pun tak terhindarkan.
Tujuh menit babak pertama berjalan, Putri Nusantara langsung unggul lewat Lintang Anugrah Radisty. Bermula dari kesalahan umpan build-up yang dilakukan penjaga gawang Yordania, bola liar mengarah ke Lintang yang langsung melepaskan tendangan voli keras yang tak mampu dijangkau kiper Yordania, Alma Mouhanad Yousef Shatat.
Unggul satu gol, semangat Putri Nusantara untuk mencetak gol berikutnya semakin berkobar. Terbentur rapatnya garis pertahanan Yordania, Putri Nusantara lebih banyak melakukan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti. Sementara itu, serangan Yordania yang banyak dibangun dari sisi lapangan pun terhalang kokohnya lini belakang Putri Nusantara sehingga sulit menjangkau kotak penalti tuan rumah.
Momen yang dinanti Putri Nusantara untuk menggandakan keunggulan akhirnya datang pada menit ke-37. Pelanggaran yang dilakukan pemain belakang Yordania, Nuha Essa Ahmed ketika hendak menghalau penetrasi Dian Aprilia Pary di sisi kanan berbuah penalti. Dian, yang menjadi eksekutor, dengan dingin mengecoh penjaga gawang lawan. Skor 2-0 pun bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Yordania tampil lebih menekan dengan pressing tinggi di lini kedua. Sejumlah peluang tercipta. Salah satunya dari akselerasi Alma Odai Yousef Alsyiafy dari sisi kiri yang masih bisa dihalau Naura Airish Qaisara Rifaldhi.
Pada menit ke-60, Yordania sempat memperkecil ketertinggalan lewat Ragad Rafat Harbi Haqrous. Namun, 20 menit berselang, Indira Fatima kembali memperlebar jarak Putri Nusantara berkat golnya yang memanfaatkan kesalahan Alma Mouhanad Yousef Shatat dalam mengontrol bola.
Di sisa waktu yang ada, kedua tim terus berusaha mencetak gol. Mencoba mengubah pola permainan dengan melakukan beberapa pergantian pemain di lini serang, upaya Putri Nusantara maupun Yordania untuk mengubah kedudukan tak membuahkan hasil. Hingga akhir laga, skor 3-1 untuk keunggulan Putri Nusantara tidak berubah.
Pelatih Kepala Putri Nusantara, Takumi Taniguchi, mengapresiasi kerja keras anak asuhnya untuk melaju ke semifinal. Pria yang akrab disapa Taki tersebut bangga terhadap para pemain di lapangan yang dapat menampilkan permainan terbuka untuk menciptakan banyak peluang. Meski belum berhasil melaju lebih jauh, Taki menyatakan ada perkembangan signifikan yang diperlihatkan anak asuhnya sepanjang tiga pertandingan.
“Terima kasih banyak untuk para pemain yang sudah bekerja keras dengan sangat baik. Kami tahu bahwa kami butuh mencetak tiga gol, bahkan lebih. Para pemain telah memberikan segalanya dan kami mencetak gol yang diinginkan. Namun memang hasilnya kami tetap tidak bisa lolos ke semifinal. Tapi jika melihat penampilan mereka sepanjang tiga
pertandingan, semua pemain berkembang pesat. Jelas mereka punya potensi. Kami mencoba menerapkan high-pressing, agresif, dan mencoba melakukan banyak tembakan. Mereka telah mencobanya dan berkembang pesat. Itulah poin utamanya, baik dari sisi penyerangan maupun pertahanan,” katanya.
Senada dengan sang pelatih, Penyerang Putri Nusantara, Dian Aprilia Pary, menyebut rekan setimnya sudah memberikan yang terbaik d lapangan. Meski belum berhasil melangkah lebih jauh, Dian tetap bangga terhadap perjuangan tim sepanjang turnamen.
“Pertandingan hari ini pastinya beda banget. Motivasi kami sangat tinggi untuk bisa lolos ke semifinal. Saya juga sangat bangga bisa mencetak gol dan saya juga bangga kepada teman-teman saya semuanya sudah bekerja keras. Sudah berikan yang terbaik. Tapi, ya mungkin belum rejekinya,” kata lulusan HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 itu.
Di sisi lain, Pelatih Kepala Yordania, Luna Rami Amin Almasri, menyebut Putri Nusantara bermain lebih baik dari timnya. Baginya, kekalahan hari ini harus segera dievaluasi agar tak terjadi lagi di semifinal. Terlebih, Yordania akan berhadapan dengan Garuda Pertiwi yang tampil meyakinkan sepanjang fase grup.
"Tentu saja kami akan bersiap menghadapi pertandingan berat melawan tim yang tangguh (di semifinal). Saya pikir mereka (Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara) memiliki identitas yang sama, mereka adalah tim yang tangguh. Jadi kami akan bersiap dengan baik untuk melawan Indonesia dan semoga kami tampil lebih baik. Kami akan memperbaiki kekurangan dan kelemahan kami hari ini. Kami melakukan banyak kesalahan. Tetapi di sisi lain, kami juga menyia-nyiakan banyak peluang. Ini benar-benar pertandingan yang berat, tapi saya bangga dengan tim ini,” ujarnya.