Sambut Hari Jadi ke-477, Pemkab Kudus Gelar Kenduren Massal dan Deklarasi Sakral di Taman Menara, Nanti Malam di Taman Menara Kudus Masyarakat Bisa Bawa Pulang Berkat

23 Agustus 2026



Kudus, Kudusterkini.com - Masyarakat Kabupaten Kudus dapat menghadiri dan menyaksikan langsung acara kenduren massal serta deklarasi rangkaian peringatan Hari Jadi Kudus ke-477.


Kegiatan yang terbuka untuk umum ini dijadwalkan berlangsung di Alun-Alun Kudus Kulon atau Taman Menara, Kudus, Jawa Tengah, pada Minggu (23/8/2026) malam.


Sesuai dengan susunan acara panitia, momentum kebersamaan ini akan dimulai pada pukul 18.00 WIB hingga selesai sekitar pukul 21.00 WIB.


Masyarakat yang hadir tidak hanya bisa menikmati prosesi acara, tetapi juga berkesempatan membawa pulang paket nasi berkat yang telah disiapkan khusus oleh pihak panitia.


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Abdul Halil, mengundang seluruh elemen masyarakat untuk meramaikan agenda rutin tahunan tersebut.


”Masyarakat bisa menyaksikan dan nanti bisa membawa berkat yang disediakan panitia,” ujar Abdul Halil saat memberikan keterangan resmi, Minggu (23/8/2026).


Rangkaian kenduren massal rencananya akan diawali dengan panjatan doa bersama bagi keselamatan warga Kudus, dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng utama.


Setelah itu, acara berlanjut ke agenda inti berupa deklarasi bersama yang melibatkan pengurus Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus (YHMMS), Bupati Kudus, serta Ketua DPRD Kudus.


Menurut Halil, pembacaan deklarasi dan pemotongan tumpeng merupakan pilar paling penting yang memberikan nilai emosional serta spiritual dalam peringatan tahun ini.


”Ruhnya itu deklarasi dan tumpengan. Bagi kami, itu sesuatu yang sakral,” tutur Halil menjelaskan makna mendalam dari acara tersebut.


Ia menambahkan bahwa deklarasi akan dibuka secara resmi oleh perwakilan pihak yayasan, disusul penyampaian poin penting hasil seminar oleh Bupati Kudus, serta dukungan regulasi dari jajaran DPRD Kudus.


Satu hal yang membedakan pelaksanaan kenduren massal tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya terletak pada metode penyajian dan pengemasan makanan untuk para pengunjung.


Jika sebelumnya sajian disajikan terbuka, makanan kenduren kali ini sudah dikemas rapi dalam bentuk besek bambu lengkap dengan nasi serta lauk pauk yang telah ditata.




Penerapan sistem kemasan besek ini diusung dengan komitmen khusus untuk menjaga kebersihan lokasi dan mengurangi volume sampah plastik pasca-acara.


Selain menekan penumpukan sampah, pola ini diyakini mampu mencegah adanya makanan yang terbuang sia-sia saat pembagian ke masyarakat.


Prosesi pemotongan tumpeng sakral tetap dihadirkan di atas panggung utama, sedangkan ribuan porsi makanan untuk warga didistribusikan dalam bentuk kemasan besek.


Penyediaan ribuan porsi berkat ini merupakan hasil gotong royong yang melibatkan jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah desa, kelurahan, hingga mitra swasta.


Halil menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Kudus ke-477 pada dasarnya adalah pesta rakyat yang esensinya harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.


”Harapan kami pelaksanaannya berjalan baik dan lancar. Masyarakat bisa menyaksikan dan merasakan kegembiraan Hari Jadi Kudus,” pungkasnya.