KUDUS, Kudusterkini.com – Suasana meriah dan penuh semangat kebangsaan mewarnai Rumah Aspirasi DPR RI H. Musthofa yang berlokasi di Kabupaten Kudus pada Minggu, 9 Agustus 2026. Ratusan warga dan peserta berkumpul untuk mengikuti puncak rangkaian kegiatan lomba dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua Panitia Pelaksana, Mulawarman, menjelaskan bahwa rangkaian kompetisi ini sejatinya telah dimulai sejak tanggal 1 Agustus 2026. Berbagai persiapan dan tahapan lomba terus berjalan hingga mencapai puncaknya pada perhelatan di Rumah Aspirasi tersebut.
Adapun perlombaan yang digelar meliputi Lomba Paduan Suara serta Lomba Karaoke yang terbagi ke dalam kategori solo (tunggal) dan duet. Seluruh perlombaan dirancang untuk merangkul berbagai elemen masyarakat dari wilayah Kudus.
Mulawarman menegaskan bahwa tujuan utama diselenggarakannya ajang ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga masyarakat di Kabupaten Kudus. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah kebersamaan yang positif di tengah momentum kemerdekaan.
Ajang kompetisi seni ini sekaligus digelar dalam rangka menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 pada tahun 2026. Semangat patriotisme dihadirkan lewat alunan lagu-lagu perjuangan dan kebangsaan.
Melihat antusiasme dan animo masyarakat yang begitu besar selama kegiatan berlangsung, pihak penyelenggara menyampaikan kabar gembira. H. Musthofa berencana menjadikan rangkaian perlombaan ini sebagai agenda rutin tahunan di Rumah Aspirasi.
Tak hanya itu, acara ini juga mendapatkan apresiasi istimewa dari Pemerintah Kabupaten Kudus. Bupati Kudus memberikan perhatian khusus terhadap potensi para peserta yang tampil dalam ajang paduan suara tersebut.
Sebagai bentuk penghargaan, tim yang berhasil meraih Juara 1 pada Lomba Paduan Suara diberi kesempatan emas untuk tampil secara langsung. Mereka akan mengisi bagian dari Upacara Kenegaraan HUT RI di Pendopo Kabupaten Kudus pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Guna menjaga objektivitas dan kualitas penilaian, panitia mendatangkan tim juri profesional dari luar. Mulawarman memastikan panitia tidak ikut campur dalam proses penjurian agar hasil yang diperoleh benar-benar murni dan adil.
Kriteria penilaian untuk Lomba Paduan Suara dilakukan secara menyeluruh dan komprehensif. Selain harmonisasi vokal dan teknik bernyanyi, juri juga menilai kekompakan tim, kerapian dresscode (kostum), hingga aksi yel-yel dari para supporter.
Satu hal yang menarik, Lomba Paduan Suara ini secara khusus melibatkan para ibu guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tersebar di 9 kecamatan se-Kabupaten Kudus. Keterlibatan mereka berawal dari aspirasi dan ide yang disampaikan langsung oleh forum guru PAUD kepada panitia.
Secara keseluruhan, jumlah peserta yang berlaga dalam kategori paduan suara mencapai 220 orang. Setiap tim terdiri dari 12 orang penyanyi, 1 orang dirigen, serta didukung oleh 10 orang supporter yang membawa semangat bagi kontingennya.
Dalam penampilannya, setiap kontingen paduan suara diwajibkan membawakan dua buah lagu. Lagu pertama adalah lagu wajib kemerdekaan, sedangkan lagu kedua merupakan lagu pilihan bebas dengan aransemen musik yang disiapkan secara mandiri oleh masing-masing peserta.
Sementara itu, untuk kategori Lomba Karaoke Solo dan Duet, peserta merupakan perwakilan resmi dari 9 kecamatan di Kabupaten Kudus. Kuota peserta dibatasi, yaitu maksimal 5 pasangan untuk kategori duet dan 10 orang untuk kategori single dari setiap kecamatan.
Mulawarman menjelaskan bahwa pembatasan jumlah peserta karaoke dilakukan mengingat persiapan acara yang relatif singkat. Pembatasan tersebut bertujuan agar pelaksanaan lomba tetap berjalan efektif, tertib, dan maksimal.
Seluruh kepanitiaan dalam acara ini digerakkan secara swadaya oleh para relawan H. Musthofa yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Kudus. Gotong royong para relawan menjadi kunci sukses terselenggaranya acara ini.
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan bakat para peserta, panitia menyediakan uang pembinaan serta piala atau trofi. Hadiah tersebut diberikan kepada Juara 1, 2, 3, serta Juara Harapan di setiap kategori perlombaan.
Secara keseluruhan, total hadiah uang pembinaan yang disiapkan oleh panitia mencapai Rp17 juta. Melalui ajang ini, diharapkan semangat nasionalisme dan rasa cinta tanah air masyarakat Kudus terus bergelora dari generasi ke generasi. ( JIMMY )