Pesta Gol di Supersoccer Arena Kudus: Thailand dan Indonesia Segel Tiket Final Srikandi Merdeka Cup

22 Agustus 2026


KUDUS, Kudusterkini.com  21 Agustus 2026 – Timnas U-16 Putri Thailand memastikan diri melaju ke partai final Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino. Dalam partai semifinal yang diselenggarakan di fasilitas milik Bakti Olahraga Djarum Foundation yakni Supersoccer Arena, Kudus, Jumat (21/8), skuad asuhan Thidarat Wiwasukhu berhasil mengalahkan Timnas U-16 Putri Malaysia dengan skor meyakinkan 5-1. Sementara itu, lawan Thailand di partai pamungkas baru akan diketahui usai laga semifinal lainnya yang mempertemukan Timnas U-16 Putri Indonesia (Garuda Pertiwi) melawan Timnas U-16 Yordania, Jumat (21/8) malam.


Mencuplik jalannya laga semifinal Thailand versus Malaysia, duel antara dua tim Asia Tenggara tersebut langsung menyuguhkan permainan bertempo cepat sejak peluit kick-off dibunyikan. Kedua tim sama-sama menunjukkan motivasi tinggi untuk memperebutkan tiket final melalui transisi serangan balik yang efektif. Duel perebutan penguasaan bola berlangsung sengit, tetapi Thailand lebih dominan dengan permainan kolektif dan terus menekan Malaysia hingga ke area pertahanan. Di sisi lain, skuad Malaysia memilih mempertebal tembok pertahanan untuk mengantisipasi gelombang serangan Thailand. 


Thailand membuka keunggulan pada menit kesembilan. Berawal dari umpan terobosan di sisi kiri yang dibawa Kanokporn Wanthong kepada Miricah Sealegh Murdoch, bek Malaysia Sofia Jeanne Lacasse salah mengantisipasi bola yang malah meluncur ke gawang sendiri. Tertinggal satu gol, Malaysia berupaya membalas melalui build-up cepat dengan mengandalkan kombinasi umpan panjang langsung ke area pertahanan Thailand. Namun, lini belakang Thailand tampil disiplin dan sigap melakukan intercept untuk memutus aliran bola Malaysia di sekitar kotak penalti.


Situasi Malaysia semakin sulit pada menit ke-17. Bek Nisriena Batrissya Binti Mohd Azhar melakukan pelanggaran saat beradu sprint dengan Thitirat Samrong sehingga wasit langsung mengganjarnya dengan kartu merah. Thailand memperoleh hadiah tendangan bebas yang dieksekusi Kawinthida Kikuntod. Tendangan pemain bernomor punggung 23 tersebut masih bisa diantisipasi kiper Malaysia, Putri Aina Husna Binti Mohd Subri.


Bermain dengan 10 pemain, Malaysia semakin memperkuat lini pertahanan sambil menunggu peluang melancarkan serangan balik. Sementara itu, Thailand terus memanfaatkan permainan cepat untuk menembus celah pertahanan lawan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, kokohnya lini belakang Malaysia yang dikomandoi Putri Aina Husna membuat ancaman Thailand mampu dipatahkan.


Malaysia akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-41. Berawal dari lemparan ke dalam Nur Alisyah Qaisara Binti Abdul Allif, bola disambut tendangan Nina Binti Hasmaji. Bola sempat membentur mistar gawang sebelum memantul masuk ke dalam gawang yang gagal diantisipasi kiper Thailand, Deenara Kordem.


Memasuki penghujung babak pertama, Thailand kembali meningkatkan intensitas serangan dan beberapa kali melepaskan tembakan tepat sasaran. Namun, performa impresif Putri Aina Husna yang didukung kokohnya lini pertahanan Malaysia kembali menggagalkan peluang demi peluang Thailand. Hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama usai tambahan waktu lima menit, skor imbang 1-1 tetap bertahan. Memasuki waktu 45 menit kedua, kedua tim melakukan sejumlah rotasi pemain yang memberi warna baru pada pola permainan. Malaysia tampil lebih berani dengan meningkatkan intensitas tekanan ke pertahanan Thailand. Namun, justru Thailand yang berhasil memanfaatkan momentum untuk kembali unggul.


Gol kedua Thailand lahir pada menit ke-51. Berawal dari lemparan ke dalam Haruethai Wongpreedasiri, bola diarahkan ke Siriprapa Lamnamkham yang kemudian mengirim umpan panjang kepada Kawinthida Kikuntod. Meski berada dalam kawalan empat pemain Malaysia di kotak penalti, kapten Timnas Putri U-16 Thailand itu mampu melepaskan tendangan keras yang tak mampu diantisipasi kiper Malaysia. Thailand pun kembali memimpin 2-1.


Berhasil mengembalikan keunggulan membuat Thailand semakin percaya diri melancarkan serangan melalui kombinasi umpan pendek dari kaki ke kaki untuk membuka ruang tembak. Di sisi lain, Malaysia enggan menyerah dan berusaha mengubah setiap penguasaan bola menjadi serangan balik cepat.


Thailand kembali memperlebar keunggulan pada menit ke-65. Berawal dari lemparan ke dalam Sataporn Yotsakornthong, bola diteruskan kepada Warantorn Pongkoksi yang kemudian memberikan assist kepada Kanokporn Wanthong. Tanpa menyia nyiakan peluang, Kanokporn menuntaskan peluang tersebut menjadi gol yang membawa Thailand unggul 3-1. Dominasi


Thailand terus berlanjut. Pada menit ke-75, Kanokporn Wanthong mencatatkan brace usai memenangi solo-run melewati dua pemain Malaysia sebelum melepaskan tembakan yang membawa timnya memperlebar keunggulan menjadi 4-1. 


Thailand menutup pesta gol pada menit ke-86. Berawal dari umpan panjang Sataporn Yotsakornthong dari tengah lapangan yang disambut Zuzana Kordem dengan sontekan dan mengecoh kiper Malaysia yang berujung pada gol kelima bagi Thailand. Keunggulan 5-1 pun bertahan hingga akhir laga sekaligus memastikan langkah Thailand melaju ke partai final Caffino Srikandi Merdeka Cup.


Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand, Thidarat Wiwasukhu, mengakui skuad asuhannya masih mencoba menemukan ritme bermain di awal pertandingan. Namun Kawinthida dkk akhirnya mampu bangkit dan menjalankan instruksi untuk mengamankan kemenangan di tangan.


“Kami sempat kehilangan kendali dan membiarkan Malaysia bangkit. Namun, saya bangga dengan cara tim merespons dan terus berjuang bermain sesuai taktik yang kami rencanakan. Kami menghormati setiap lawan. Di tahap ini, semua tim kuat dan setiap laga adalah tantangan baru. Saya harus membuat para pemain bermain dengan percaya diri dan menikmati permainan. Di babak final nanti, kami akan fokus pada diri sendiri, menganalisis dengan cermat dan bersikap sebaik mungkin,” ucap Coach Thidarat.



Bek Timnas Putri U-16 Thailand, Siriprapa Lamnamkham, mengapresiasi kerja sama timnya dalam membongkar pertahanan lawan. Hal tersebut yang menurut Lamnamkham menjadi salah satu kunci kemenangan.


“Saya pikir semua orang dalam tim kami saling membantu hari ini. Seperti yang dikatakan
pelatih, kami bermain sesuai taktik yang kami rencanakan hingga kami bisa bangkit,” kata
Siriprapa pasca laga.


Meski bermain hanya dengan 10 pemain, Pelatih Timnas Putri U-16 Malaysia Fairuz Montana Bin Zainal Abidin mengapresiasi motivasi tinggi skuad asuhannya hingga menit akhir. Keikutsertaan pesepakbola putri belia Malaysia dalam turnamen ini menjadi pengalaman berharga untuk menghadapi pertandingan level internasional. Hal ini menjadi poin penting dalam salah satu aspek perkembangan sepak bola putri.


“Bersyukur kepada Tuhan, pertandingan hari ini berjalan lancar walaupun kami kembali bermain hanya dengan 10 pemain. Tapi saya melihat mereka sudah berusaha keras, namun bukan rezeki kami untuk menang. Ini pengalaman yang bagus, kami melawan tim yang kuat. Perjalanan sepak bola masih panjang, tugas saya juga untuk kembali menggugah motivasi mereka agar tetap bersemangat. Bagi kami pelaksanaan Srikandi Merdeka Cup sangat bagus, sudah seperti Piala Dunia. Saya berharap ajang ini tidak berhenti dan saya harap Malaysia bisa diundang lagi, Jangan lupakan kami. Saya beri hormat atas penyelenggaraan ini,” ucap Montana

Timnas Putri U-16 Indonesia (Garuda Pertiwi) melaju ke partai puncak Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino usai meredam perlawanan Timnas Putri U-16 Yordania dengan skor 3-0 pada laga semifinal yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (21/8). Jebolan HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026, Kesya Arabela Manisya Nian jadi bintang lapangan dengan mengemas satu gol dan satu assist. Dengan hasil ini, Garuda Pertiwi akan menghadapi Timnas Putri U-16 Thailand dalam perebutan juara dalam turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation tersebut.


Memiliki catatan mentereng selama fase grup dengan menyapu bersih tiga laga dengan 11 gol dan tanpa kebobolan, Garuda Pertiwi tampil percaya diri sejak kick-off. Tak butuh waktu lama, Kesya membuka kran gol untuk Garuda Pertiwi usai memanfaatkan umpan daerah dari Fadilla. Pemain bernomor 9 itu menyisir sisi kanan Yordania sebelum mencetak gol di menit ke-7.


Tertinggal satu gol, Yordania mulai aktif membangun serangan. Sayangnya, upaya mereka membongkar garis pertahanan lewat skema umpan pendek terbentur rapatnya barisan lini terakhir skuad Garuda Pertiwi yang dikomandoi Jazlyn Kayla Firyal. Keasikan menyerang, Yordania justru lengah dalam bertahan. Fadilla sempat mendapat peluang emas memanfaatkan kesalahan komunikasi kiper dengan bek Yordania. Namun, sepakannya dari sudut sempit belum berbuah gol.


Gol tambahan untuk Garuda Pertiwi akhirnya hadir di menit ke-35. Dimulai dari skema tendangan penjuru yang diambil Kesya, kemelut yang tercipta di depan gawang Yordania berhasil disontek Jazlyn Kayla Firyal dan membawa tuan rumah unggul 2-0. Pada penghujung babak pertama, Fadilla semakin membawa Garuda Pertiwi menjauh lewat sepakan terukur ke sudut kiri gawang Yordania setelah menerima umpan daerah dari Ayla Dva Khala Ahima.


Memimpin tiga gol sepanjang 45 menit pertama, Garuda Pertiwi tak mengubah pola permainan pada babak kedua. Alih-alih merapatkan lini pertahanan, mereka justru makin intensif menyerang. Masuknya Jezlyn Kayla Azkha membuat variasi serangan tim asuhan Timo Scheunemann itu semakin variatif. Bahkan, Yordania harus bermain dengan 10 orang 
sejak menit ke-56 setelah Leen Anzour Munir Soubar diganjar kartu merah usai melanggar Fadilla. 

Sayangnya, keunggulan jumlah pemain tak bisa dimanfaatkan Garuda Pertiwi untuk menambah gol. Di sisi lain, Yordania juga kesulitan menembus pertahanan dan hanya menciptakan beberapa peluang dari percobaan tembakan jarak jauh. Skor 3-0 pun bertahan hingga ujung laga.


Gelandang Garuda Pertiwi, Shifana Rizka Nadhifa, mengatakan, kemenangan atas Yordania di babak semifinal adalah pencapaian penting untuk tim. Menurutnya, kedisiplinan dalam  bertahan serta eksplosif saat menyerang adalah hasil dari latihan intensif selama masa persiapan turnamen.



“Pastinya kami semua sangat senang dengan kemenangan hari ini. Ini adalah hasil kerja keras kami selama training center dan ganjarannya kayak tercapai gitu, kami bisa masuk final,” kata pemain Samba Persada Women di HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026.


Sementara itu, Pelatih Kepala Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, mengapresiasi dukungan publik yang diberikan pada timnya. Ia bersyukur tim asuhannya bisa menang dengan meyakinkan meski tampil tanpa satu pemain kuncinya, Nafeeza Ayasha Nori, yang cedera saat pemanasan. Bagi Timo, menghadapi Thailand di final memang sudah ditargetkannya sejak awal turnamen. Menurutnya, pertandingan tersebut tak hanya memperebutkan piala bergengsi, tapi juga sebagai tolok ukur perkembangan tim putri usia muda Indonesia untuk bisa bersaing di kancah internasional.


“Tim kuat yang ada di sekitar kita (wilayah Asia Tenggara) kan Thailand, Vietnam, sama Australia. Jadi kalau kami bisa main lawan Thailand, itu sebuah pengalaman yang luar biasa dan itu yang kami cari. Karena dari saya, saya selalu mau mencetak pemain, karena mencetak pemain tuh jangka panjang. Kalau sampai kita juara, pialanya itu bonus. Piala saya sesungguhnya itu semua pemain pemain saya,” ucapnya.


Di sisi lain, Pelatih Kepala Yordania, Luna Rami Amin Almasri. menyebut kedisiplinan barisan pertahanan Garuda Pertiwi menyulitkan timnya untuk mengembangkan pola permainan dan membuat peluang. Hal itu kemudian diperparah dengan kartu merah yang diterima Leen Anzour Munir Soubar pada babak kedua. Meski begitu, Luna tetap bangga terhadap daya juang dan semangat pantang menyerah para pemainnya.



Memang hasil hari ini tidak seperti yang kami diharapkan, tapi pemain tetap memberikan kerja keras maksimal. Pertandingan terasa lebih berat setelah kartu merah, tapi tim tetap bermain kompak saat menyerang maupun ketika bertahan. Saya tetap bangga terhadap perjuangan para pemain malam ini. Target selanjutnya adalah mengamankan peringkat ketiga di turnamen ini. Saya dan tim kepelatihan pasti akan tetap berada di belakang pemain untuk membangkitkan kembali semangat mereka menjelang pertandingan perebutan tempat ketiga nanti," ujarnya.