KUDUS, Kudusterkini.com – Perayaan Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477 pada tahun ini dipastikan bakal berlangsung meriah dengan skala kegiatan yang cukup besar. Rangkaian perhelatan tahunan tersebut diperkirakan menelan total anggaran mencapai Rp3,9 miliar.
Menariknya, di tengah besarnya kebutuhan alokasi dana tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berhasil melakukan efisiensi anggaran daerah secara signifikan. Pemkab Kudus hanya perlu mengucurkan dana sebesar 7 persen dari total keseluruhan anggaran yang dibutuhkan.
Sementara itu, porsi terbesar yakni sebanyak 93 persen alokasi dana murni disokong oleh dukungan berbagai pihak sponsor dan swasta. Skema kolaborasi ini menjadi sinyal positif atas tingginya partisipasi dunia usaha dalam mendukung agenda pemerintah daerah.
Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, menyatakan bahwa susunan acara peringatan Hari Jadi Kudus telah dirancang secara matang dan kini memasuki tahap finalisasi. Dukungan penuh dari sektor swasta dinilai menjadi kunci utama dalam merealisasikan seluruh rangkaian perayaan tersebut.
Sam'ani mengapresiasi tingginya kepedulian para pemangku kepentingan yang turut serta menyukseskan perhelatan bersejarah ini. Sinergi antara pemerintah daerah dan pihak sponsor membuktikan adanya semangat gotong royong dalam membangun daerah.
"Rangkaiannya sudah dibuat dan alhamdulillah berkat dukungan semua pihak, termasuk pihak sponsor, anggarannya yang kurang lebih menghabiskan Rp3,9 miliar, 7 persen hanya dianggarkan oleh Kabupaten Kudus. Jadi 93 persen semua dibayai oleh pihak swasta atau sponsorship yang mendukung kegiatan-kegiatan," sebutnya pada Rabu (5/8/2026).
Mengenai kesiapan teknis pelaksanaan, Sam'ani mengungkapkan bahwa sekitar 97 persen dari seluruh rencana kegiatan perayaan sudah dipastikan siap untuk digulirkan. Adapun sisa 3 persen sisanya masih memerlukan sedikit penyesuaian serta penyempurnaan jadwal.
Pemerintah Kabupaten Kudus mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menyambut serta memanfaatkan momentum hari jadi ini dengan sebaik-baiknya. Event besar ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana hiburan rakyat semata, tetapi juga penggerak roda ekonomi lokal.
Sam'ani menekankan bahwa rangkaian agenda perayaan difokuskan untuk mendongkrak sektor pariwisata daerah. Selain itu, potensi pengembangan sport tourism di Kabupaten Kudus juga terus dipacu melalui momentum peringatan ini.
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diharapkan menjadi pihak yang paling merasakan dampak positif dari keramaian acara. Kehadiran ribuan warga dalam setiap kegiatan diproyeksikan mampu meningkatkan volume penjualan para pelaku usaha lokal.
"Agenda ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk UMKM, untuk hiburan, untuk meningkatkan destinasi wisata di Kabupaten Kudus," ujar Sam'ani menegaskan harapan pemerintah daerah.
Salah satu agenda utama yang paling diantisipasi pada peringatan tahun 2026 ini adalah gelaran kenduren massal. Acara kebudayaan dan kebersamaan tersebut dijadwalkan berlangsung di Alun-Alun Kudus Kulon pada tanggal 23 Agustus 2026 mendatang.
Penyelenggaraan kenduren massal di lokasi tersebut memiliki makna historis dan apresiatif yang mendalam. Langkah ini merupakan bentuk penghargaan Pemkab Kudus atas suksesnya gelaran seminar rekonstruksi sejarah yang melibatkan para akademisi serta tokoh masyarakat.
Proses rekonstruksi sejarah yang telah berjalan intensif tersebut berhasil membuahkan kesepakatan bersama dari para ahli. Hasil kajian merekomendasikan adanya penyesuaian tanggal peringatan Hari Jadi Kudus dari semula 23 September menjadi 23 Agustus.
Meski hasil kajian akademis telah menyepakati perubahan tanggal tersebut, ketetapan resmi masih harus melalui serangkaian tahapan regulasi formal. Usulan perubahan ini wajib diuji dan dibahas secara mendalam bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus.
Penetapan resmi penetapan tanggal baru tersebut nantinya ditandai dengan diterbitkannya Peraturan Daerah (Perda) yang baru. Oleh karena itu, Pemkab Kudus tengah menyiapkan seluruh berkas administrasi dan naskah akademik yang dibutuhkan.
"Tapi ada rangkaiannya, kita akan mengajukan kepada DPRD untuk perubahan Perda tentang hari jadi Kudus yang 23 September. Ini masuk program legislasi (proleg), ada naskah akademiknya," jelas Sam'ani merinci alur birokrasi yang harus dilalui.
Proses pengajuan perubahan Perda tersebut dipastikan akan menampung aspirasi masyarakat luas serta pertimbangan teknis dari tim ahli. Harapannya, seluruh tahapan legalitas ini berjalan lancar sehingga hari jadi Kudus dapat diperingati pada tanggal yang sesuai dengan sejarah.