Modal Rp25 Ribu di Pasar Tradisional, 2.500 Karyawan SKT Diperkenalkan Edukasi Belanja Cerdas dan Gizi Seimbang

06 Agustus 2026


KUDUS, Kudusterkini.com – Bakti Sosial Djarum Foundation bekerja sama dengan Savoria kembali menggelar program edukasi unik bertajuk "Belanja Pinter Gizine Bener" sepanjang bulan Juli hingga Agustus 2026.

Inisiatif ini dirancang khusus untuk memberikan pemahaman mendalam kepada ribuan pekerja mengenai pentingnya memilih bahan makanan sehat dan bergizi seimbang bagi keluarga.

Kegiatan edukatif ini diselenggarakan secara bergantian di lima lokasi Sigaret Kretek Tangan (SKT), yakni SKT Blolo pada Jumat (23/7), SKT Besito pada Rabu (28/7), SKT Tanjungkarang 1 pada Jumat (30/7), SKT Tanjungkarang 2 pada Selasa (4/8), dan diakhiri di SKT Garung pada Kamis (6/8).

Sebanyak 2.500 karyawan dilibatkan dalam aksi nyata ini, di mana masing-masing peserta dibekali uang tunai sebesar Rp25.000 untuk dibelanjakan bahan pangan di pasar tradisional terdekat sekitar area pabrik.

Setiap bahan makanan yang dibeli oleh karyawan kemudian dibawa kembali ke lokasi acara untuk dinilai langsung oleh tim penilai dan ahli gizi yang telah ditunjuk.

Proses penilaian mengacu pada pemenuhan lima komponen gizi seimbang yang esensial, mencakup karbohidrat, protein nabati, protein hewani, sayur, serta buah dan pelengkap seperti susu.

Selain penilaian belanjaan, para peserta juga dibekali penjelasan komprehensif mengenai cara memprioritaskan kebutuhan gizi di atas keinginan konsumtif belaka.

Atmosfer kegiatan semakin semarak dengan digelarnya berbagai games interaktif seputar pola makan sehat yang dapat diikuti oleh seluruh pekerja SKT.

Supervisor SKT Tanjungkarang 2, Agus Widianto, menekankan pentingnya membangun kesadaran para pekerja dalam mengelola uang pendapatan secara bijak.

"Program kegiatan Belanja Pinter Gizine Bener ini sangat penting dan bermanfaat bagi para karyawan untuk membangun kesadaran bijak membelanjakan uang," kata Agus Widianto.

Ia menambahkan bahwa pola belanja secara pintar dapat menjadi panduan praktis yang sangat baik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari para pekerja.

"Mereka semakin paham bahwa setiap apa yang dibeli tidak asal ‘kepengin’, melainkan harus memastikan gizi keluarga terpenuhi karena pilihan belanja menentukan kualitas kesehatan," tegas Agus.

Dalam kesempatan yang sama, Senior Manager Bakti Sosial Djarum Foundation, David Setiadi, menjelaskan bahwa langkah hidup sehat pada dasarnya dimulai dari piring makan dan pemilihan belanjaan yang tepat.

"Para peserta diminta berbelanja di pasar sekitar, lalu hasilnya dinilai berdasarkan lima komponen gizi seimbang, efisiensi anggaran, serta ketepatan jawaban peserta," ujar David.

Sebagai bentuk apresiasi, peserta yang berhasil memenuhi seluruh kriteria gizi mendapatkan hadiah langsung berupa paket sembako, sedangkan tiga peserta terbaik berhak atas paket sembako lengkap.

David mengungkapkan bahwa edukasi tidak berhenti di lokasi acara, melainkan dilanjutkan hingga ke rumah masing-masing peserta.

Para peserta diajak membuat konten kreatif saat mengolah hasil belanjaan menjadi hidangan keluarga, lalu mengunggahnya ke media sosial dengan tagar #BelanjaPinterGizineBener dan #GEMAS guna menyebarkan pesan positif ke masyarakat luas.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh para pekerja, salah satunya Siti Zahro, karyawan SKT Blolo, yang mengaku mendapat pandangan baru terkait kebiasaan berbelanja bulanan.

"Dulu belanja ya belanja saja sesuai keinginan hari itu. Sekarang saya jadi paham pentingnya mempertimbangkan kecukupan gizi untuk kesehatan keluarga," tutur Siti Zahro.

Senada dengan Siti, Kirana, pekerja dari SKT Besito, turut menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya edukasi gizi yang dinilainya sangat bermanfaat dan aplikatif tersebut.

Melalui kombinasi kompetisi, edukasi langsung, dan aksi di media sosial, program ini diharapkan mampu membentuk pola pikir baru bagi para pekerja dalam menjaga ketahanan gizi keluarga secara berkelanjutan.