Meriahkan HUT RI ke-81, DPR RI Gandeng OJK Gelar Lomba Seni Sekaligus Sosialisasi Bahaya Pinjol dan Judi Online di Kudus

09 Agustus 2026


Kudus, Kemeriahan menyelimuti gelaran rangkaian lomba paduan suara dan karaoke yang diselenggarakan oleh Rumah Aspirasi Anggota DPR RI, Bapak Musthofa, di Kabupaten Kudus pada Minggu, 9 Agustus 2026. Acara yang telah berlangsung sejak awal Agustus ini digelar tidak hanya untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga masyarakat Kudus.

Kegiatan ini secara khusus melibatkan ratusan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari sembilan kecamatan yang ada di Kabupaten Kudus. Tercatat sebanyak 220 peserta ambil bagian dalam kategori lomba paduan suara. Masing-masing tim terdiri dari 12 orang penyanyi dan satu orang dirijen, serta didukung oleh belasan suporter yang turut menyemarakkan suasana.


Ketua Panitia Penyelenggara menjelaskan bahwa lomba ini berawal dari aspirasi para guru PAUD yang menginginkan adanya wadah berkarya dan bersilaturahmi. Gayung bersambut, gagasan tersebut langsung direspons positif oleh Anggota DPR RI Bapak Musthofa. Antusiasme peserta yang begitu tinggi membuat pihak penyelenggara berencana menjadikannya sebagai agenda tahunan.

Persaingan ketat terlihat dari berbagai kriteria penilaian yang ditetapkan oleh panitia, mulai dari kekompakan vokal, kerapihan dress code, hingga keseruan yel-yel dari para suporter. Untuk menjaga netralitas dan objektivitas, panitia sengaja mendatangkan tim juri independen dari luar daerah yang profesional di bidang musik.

Setiap tim paduan suara diwajibkan menyanyikan dua buah lagu, yaitu satu lagu wajib bertema kemerdekaan dan satu lagu pilihan bebas. Para peserta dibebaskan untuk membawa aransemen musik mereka sendiri sesuai dengan porsi latihan yang telah dijalani. Kreativitas dan kekompakan para guru PAUD ini pun sukses memukau para penonton yang hadir.

Bupati Kudus memberikan apresiasi yang amat tinggi terhadap penyelenggaraan acara ini. Sebagai bentuk penghargaan, pemenang utama lomba paduan suara tersebut secara khusus diundang untuk tampil dan mengisi acara pada Upacara Kenegaraan Peringatan HUT RI ke-81 di Pendopo Kabupaten Kudus pada 17 Agustus 2026 mendatang.

Selain paduan suara, kemeriahan lomba juga diwarnai dengan kompetisi karaoke kategori single dan duet. Untuk mengantisipasi membeludaknya jumlah peserta karena keterbatasan waktu, panitia membatasi kuota peserta dari sembilan kecamatan, yakni maksimal lima pasangan untuk kategori duet dan sepuluh orang untuk kategori single.

Pihak penyelenggara menyediakan total hadiah uang pembinaan sebesar Rp17 juta beserta trofi penghargaan untuk para pemenang. Juara satu, dua, dan tiga serta juara harapan dari setiap kategori berhak membawa pulang apresiasi tersebut atas kerja keras dan performa terbaik yang mereka tampilkan di panggung.

Di balik kemeriahan kompetisi seni tersebut, Anggota DPR RI Musthofa menyisipkan misi edukasi yang sangat krusial bagi masyarakat. Bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah dan pusat, acara ini dijadikan momentum untuk mensosialisasi pencegahan pinjaman online (pinjol) ilegal dan perjudian online (slot).

Musthofa mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya kasus masyarakat yang terjerat pinjol ilegal dan judi online. Merujuk pada data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), angka keterlibatan masyarakat dalam aktivitas keuangan ilegal dan perjudian digital dinilai masih sangat tinggi dan mengkhawatirkan.

Melalui kegiatan ini, pihak DPR RI bersama OJK ingin membentengi masyarakat, khususnya para tenaga pendidik. Guru PAUD dinilai memiliki peran strategis sebagai fondasi pendidikan sekaligus figur berpengaruh di lingkungan sosial, sehingga informasi mengenai bahaya literasi keuangan yang keliru dapat disebarkan secara lebih efektif.

Dalam kesempatan tersebut, Musthofa juga mendorong Penjabat Bupati Kudus untuk segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) terkait pencegahan judi online dan pinjol ilegal di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat umum. Langkah Perbup dinilai jauh lebih cepat dan responsif dibantingkan pembuatan Peraturan Daerah (Perda) yang membutuhkan proses panjang.

Kepala OJK Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, yang turut hadir dalam acara tersebut mendukung penuh langkah edukasi ini. Ia mengimbau masyarakat untuk selalu bijak dalam mengelola keuangan dan menghindari pinjaman online yang tidak terdaftar, serta menyarankan penggunaan fasilitas pinjaman resmi (pindar) hanya untuk kebutuhan yang mendesak atau produktif.

Edukasi keuangan ini disambut baik oleh para peserta. Para guru PAUD dianggap sebagai 'juru bicara' atau jubir terbaik dalam menyebarkan informasi positif hingga ke tingkat desa dan keluarga, mengingat interaksi harian mereka yang sangat dekat dengan masyarakat lokal di sembilan kecamatan.

Sebagai langkah keberlanjutan dari komitmen ini, DPR RI dan OJK dijadwalkan akan menggelar forum diskusi lanjutan. Pertemuan tersebut rencananya bakal mengundang para kepala sekolah, pelaku industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) se-Eks Keresidenan Pati, serta regulator keuangan guna membahas penguatan akses perbankan yang aman.

Terkait akses perbankan di wilayah Kudus, Musthofa menilai bahwa infrastruktur keuangan sebenarnya sudah sangat memadai. Berbagai pilihan perbankan, baik umum, syariah, maupun BPR, telah menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah juga telah mempermudah skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp100 juta tanpa agunan.

Namun, kemudahan akses keuangan modern dan digitalisasi perbankan seperti mobile banking harus diimbangi dengan tingkat literasi keuangan yang memadai. Tanpa pemahaman yang baik, kemudahan teknologi justru berpotensi menjebak masyarakat ke dalam produk keuangan yang merugikan.

Melalui sinergi antara kegiatan seni, perayaan kemerdekaan, dan edukasi literasi keuangan, diharapkan semangat nasionalisme warga Kudus makin kuat. Acara ini menjadi bukti nyata hadirnya wakil rakyat di tengah masyarakat untuk memberikan solusi konkrit atas permasalahan sosial-ekonomi yang ada.

Acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan piala kepada para pemenang. Gelak tawa serta sorak sorai dari para pendukung menyempurnakan keseruan acara yang berhasil memadukan hiburan rakyat dengan misi edukasi yang bermanfaat.

Dengan suksesnya penyelenggaraan tahun ini, masyarakat Kudus berharap kegiatan serupa dapat terus digulirkan secara rutin. Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi model edukasi publik yang menyenangkan namun tepat sasaran dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesadaran hukum masyarakat.