Garuda Pertiwi Siap Tempur Hadapi Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026: Laga Sengit Memperebutkan Mahkota Juara

22 Agustus 2026



KUDUS, Kudusterkini com , 22 Agustus 2026 – Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi bersiap menghadapi Timnas Putri U-16 Thailand guna memperebutkan podium tertinggi Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino yang akan tersaji di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Minggu (23/8). Partai final turnamen yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation berkolaborasi dengan PSSI tersebut, menjanjikan laga seru sarat gengsi yang akan menunjukkan kualitas permainan masing-masing tim.



Menilik hasil pertandingan semifinal, Garuda Pertiwi mampu mengatasi perlawanan Timnas Putri U-16 Yordania dengan skor 3-0. Skuad asuhan Timo Scheunemann itu memperagakan permainan kolektif dan transisi cepat saat menyerang. Lini pertahanan Garuda Pertiwi juga teruji dengan belum pernah kebobolan sejak fase grup.


Garuda Pertiwi diperkuat pemain-pemain potensial yang mayoritas merupakan jebolan MilkLife Soccer Challenge All-Stars dan HYDROPLUS Soccer League All-Stars seperti Kesya Arabela Manisya Nian, Ayla Dva Khala Ahisma, Nafeeza Ayasha Nori dan Fadila. Mereka kerap jadi tokoh kunci yang menentukan hasil pertandingan dengan gol dan assist yang dicetak.


Tidak hanya itu, koordinasi lini belakang yang dikawal Jazlyn Kayla Firyal, Shifana Rizka Nadhifa dan Febri Arum juga memiliki peran krusial dalam menjaga gawang Garuda Pertiwi masih terjaga hingga final. Begitupun lini tengah dengan kehadiran Rengganis Wijanarto, yang mampu menjadi metronom dalam mengontrol tempo permainan.



Menghadapi laga final, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, memastikan kesiapan tim dengan mematangkan strategi hingga menyiapkannfisik pemain. Timo memastikan akan melakukan penyesuaian taktikndan strategi gunanmengantisipasi pola permainan lawan.


“Kalau untuk taktik sudah ada pemikiran pemikirannya, tapi nggak bisa saya sampaikan di sini. Harapan saya para pemain bisa main maksimal. Juara atau nggak, yang penting mereka nggak bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya. Karena yang paling penting adalah pengalaman bertanding internasional. Kami ingin melihat seberapa jauh kami sudah mendekati Thailand yang udah membangun tim sepak bola putri selama 30 tahun lebih,” ucap Coach Timo saat sesi jumpa pers pada Sabtu (22/8).


Pemain Tengah Garuda Pertiwi, Ayla Dva Khala Ahisma, menegaskan, tim sudah siap menghadapi laga final melawan Thailand. Baginya, tim sudah melakukan evaluasi menyeluruh untuk meminimalisir kesalahan di partai final. Selain itu, beberapa aspek yang menjadi keunggulan tim, khususnya dalam hal bertahan akan semakin dioptimalkan untuk meredam agresivitas lawan.


“Perasaan Ayla senang banget karena bisa masuk final. Terus harapannya Ayla bisa tampil maksimal. Kami nggak boleh sampai lengah, tetap main simpel, tenang, dan fokus sama di pertandingannya,” kata pemain lulusan MilkLife Soccer Challenge - Yogyakarta itu.


Di sisi lain, Thailand juga yakin mampu melanjutkan penampilan positif demi merebut gelar juara. Sejak fase grup hingga semifinal, skuad asuhan Thidarat Wiwasukhu belum pernah mencatatkan kekalahan. Bahkan Thailand menjadi tim yang paling produktif dengan mencetak 15 gol dari 52 tendangan ke arah gawang. Kawinthida Kikuntod, kapten Timnas Putri U-16 Thailand, menjadi salah satu pemain yang tampil mencuri perhatian sepanjang turnamen dengan penguasaan lini tengah yang mumpuni.


Dalam empat laga yang sudah dilalui sepanjang turnamen berlangsung, Thailand memperlihatkan ciri khas permainan kolektif dengan penguasaan bola dominan. Terbukti,bsejauh ini mereka jadi tim paling dominan dalam penguasaan bola dengan catatan 65.91 persen.


Pelatih Kepala Timnas Putri U-16, Thidarat Wiwasukhu, mengharapkan para pemainnya mampu menunjukkan permainan maksimal di laga final nanti. Usai melakukan evaluasi mendalam, tim kepelatihan Thailand mengapresiasi perkembangan positif pemain yang memiliki soliditas dan daya juang tinggi untuk menjadi juara di setiap laga.


“Saya rasa tim kami sudah banyak kemajuan. Pemain kami telah memetik pengalaman berharga dari setiap pertandingan. Mereka kini lebih percaya diri dan memahami pola permainan. Bagi kami, setiap pertandingan adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang. Di final nanti saya ingin semua pemain dapat menerapkan taktik yang telah dilatih. Saya ingin melihat mereka sebagai pemain yang ingin juara dan menunjukkan potensi secara maksimal,” ucap wanita yang akrab disapa Mim tersebut.


Kapten Timnas Putri U-16 Thailand, Kawinthida Kikuntod, mengapresiasi kekompakan tim yang semakin erat dari waktu ke waktu. Hal ini yang menurutnya menjadi modal utama untuk menghadapi laga pamungkas demi mengangkat trofi juara Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino.


“Saya merasa kami saling memahami satu sama lain dalam setiap laga yang kami jalani. Saya sangat senang atas hasil kerja keras kami. Saya lihat Garuda Pertiwi adalah tim yang hebat, tapi kami sudah bersiap dan kami memiliki tujuan, yakni akan jadi juara. Terima kasih kepada para fans yang sudah datang dan mendukung kami di sini,” kata Kawinthida.


Bersaing di Pertandingan, Bersahabat di Luar Lapangan 

Terlepas dari persaingan sengit yang tersaji di lapangan, Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino mempertemukan delapan tim dari tujuh negara dan menjadi wadah terjalinnya hubungan baik antar negara yang terlibat. Sepanjang turnamen berlangsung, sejumlah pemain yang berkompetisi saling mengenal satu sama lain. Selain itu, sambutan hangat masyarakat atas kehadiran para pemain juga jadi sesuatu yang sangat berkesan.


“Saya sangat senang dengan sambutan fans di sini. Banyak yang meminta foto bersama. Saya juga jadi punya banyak teman di sini, termasuk denganbsejumlah pemain Indonesia seperti Nafeeza,” ujar pemain dengan nama panggilan Ying tersebut.


Hampir senada, Pelatih Indonesia Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, juga menganggap penyelenggaraan Srikandi Merdeka Cup 2026 persembahan Caffino memiliki misi yang lebih besar. Selain mengukur kekuatan tim muda untuk bersaing di kancah internasional, turnamen ini juga diselenggarakan dalam rangka menjalin persaudaraan.


“Salah satu fungsi sekaligus slogan FIFA, adalah. sepak bola untuk perdamaian dunia. Seperti dalam satu tim, semua harus bersatu padu. Di lapangan, mereka adalah atlet, kami adalah lawan. Namun di luar lapangan kita adalah kawan. Tanpa memandang asal dan latar belakang, kami semua menjalin hubungan baik. Di Indonesia, kita bisa lihat satu stadion penuh untuk mendukung timnas saat bertanding. Kita bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan dan saling menghargai satu sama lain. Inilah sejatinya sepak bola yang menyatukan kita semua,” ujar Coach Timo.