Kudus, Kudusterkini.com - Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi keluar sebagai juara Grup A usai tampil mendominasi di laga ketiga babak penyisihan Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Selasab(18/8). Menjamu Timnas U-16 Hong Kong, China, Garuda Pertiwi menang 1-0 sekaligus memperpanjang catatan clean sheet alias nir kebobolan sepanjang turnamen inisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan berkolaborasi dengan PSSI tersebut.
Sejak kickoff, Garuda Pertiwi langsung mengambil inisiatif serangan dan berupaya menguasai jalannya pertandingan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, termasuk ketika Fadilla melakukan penetrasi ke kotak penalti Hong Kong, China. Penyerang Garuda Pertiwi itu terjatuh usai mendapat kawalan ketat tiga pemain lawan. Namun, setelah wasit melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR), tidak ada pelanggaran yang dinilai layak diganjar penalti.
Garuda Pertiwi akhirnya memecah kebuntuan pada menit kesembilan melalui Kesya Arabela Manisya Nian. Berawal dari umpan lambung Jazlyn Kayla Firyal dari lini tengah, Kesya sukses menuntaskannya menjadi gol untuk membawa Indonesia unggul 1-0.
Usai membuka keunggulan, skuad asuhan Timo Scheunemann semakin percaya diri mengendalikan permainan. Garuda Pertiwi terus menekan hingga sepertiga akhir lapangan dengan skema permainan yang solid dan disiplin. Aliran bola yang rapi membuat Garuda Pertiwi beberapa kali mampu menembus area berbahaya dan menciptakan peluang. Di sisi lain, Hong Kong, China memilih menumpuk pemain di lini pertahanan sambil berupaya mematahkan dominasi penguasaan bola Indonesia.
Meski terus menggempur, sejumlah peluang emas Garuda Pertiwi belum mampu dikonversi menjadi gol berkat penampilan gemilang kapten sekaligus penjaga gawang Hong Kong, China, Wong Huo Yau Hazel. Tempo pertandingan pun berlangsung tinggi dengan duel perebutan penguasaan bola yang sengit di lini tengah. Hingga turun minum, Indonesia tetap mempertahankan keunggulan sementara 1-0 atas lawannya.
Memasuki babak kedua, duel berlangsung semakin sengit dengan kedua tim saling melancarkan serangan untuk merebut kendali permainan. Garuda Pertiwi dan Hong Kong China sama-sama berupaya mencuri momentum dari lini tengah. Namun, tim yang dikomandoi sang penjaga gawang Alleana Ayu Arumy itu lebih sering memenangi duel sehingga tetap menjaga ritme permainan.
Sejumlah peluang berbahaya berhasil diciptakan skuad Garuda Pertiwi. Pada menit ke-56, Diva Aulia memperoleh ruang tembak yang ideal. Tetapi sepakannya masih melambung di atas mistar gawang. Dua menit berselang, Fadilla turut mengancam lewat tendangan dari dalam kotak penalti usai menerima umpan dari sektor tengah. Namun, upaya tersebut masih mampubdiamankan dengan sempurna oleh Hazel.
Intensitas serangan Garuda Pertiwi memaksa Hazel melakukan penyelamatan beruntun untuk menjaga gawangnya tetap aman. Di sisi lain, Hong Kong China terus berupaya keluar dari tekanan dan baru mampu membangun serangan yang lebih berbahaya menjelang akhir pertandingan. Meski begitu, kokohnya lini pertahanan Indonesia berhasil menggagalkan setiap peluang yang tercipta.
Hingga wasit meniup peluit panjang setelah tambahan waktu dua menit, tidak ada gol lagi yang tercipta. Kemenangan tipis 1-0 sudah cukup mengantarkan Garuda Pertiwi memastikan diri sebagai juara Grup A dengan raihan poin sempurna sekaligus tanpa kebobolan sepanjang fase grup. Sementara itu, kekalahan Hong Kong, China, memastikan Timnas Putri U-16 Malaysia melangkah ke babak semifinal dengan status runner-up Grup A.
Meski harus terhenti di fase grup, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Hong Kong, China, Chan Suk Chi mengapresiasi semangat juang tim asuhannya untuk berlaga hingga akhir. Bertanding melawan negara lain dengan tingkat kompetitif yang tinggi merupakan pelajaran berharga bagi Timnas Putri U-16 Hong Kong, China sebelum melanjutkan petualangan di turnamen selanjutnya, seperti Kualifikasi AFC pada Oktober mendatang.
“Tentu ini bukan hasil yang kami harapkan. Namun, pemain kami sudah memberikan yang terbaik. Saya tetap bangga pada mereka, hanya kalah satu gol dan tetap tidak menyerah untuk menyamakan kedudukan. Melalui penyelenggaraan turnamen yang luar biasa ini, para pemain di usia belia mendapatkan banyak pengalaman berharga dan tak terlupakan. Bagi kami, bisa berada dan diundang ke sini adalah suatu kehormatan,” ucap Coach Chan Suk Chi.
Sementara itu, Pelatih Kepala Timnas U-16 Putri Indonesia Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann angkat topi atas keberhasilan pemainnya yang mampu menyapu bersih kemenangan sepanjang babak penyisihan grup. Coach Timo menyoroti chemistry antar pemain yang telah terbangun mampu menghasilkan kerja sama tim yang solid.
“Mereka masih di usia belia, namun bisa dilihat sangat all out ketika berjuang di lapangan. Perlu diketahui bahwa ketenangan tim saat bermain sudah meningkat. Mental mereka di lapangan juga teruji, seperti saat batal mendapatkan tendangan penalti, mereka tetap bermain tenang. Saya respect dengan pemain-pemain Garuda Pertiwi,” kata Coach Timo.
Goal-getter Garuda Pertiwi, sekaligus jebolan MilkLIife Soccer Challenge All Stars dan HYDROPLUS Soccer League All-Stars, Kesya Arabela Manisya Nian senang tiga pertandingan pada turnamen perdananya membela tim nasional selalu berakhir dengan kemenangan. Menjelang laga semifinal yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (21/8) mendatang, Keysa dkk akan fokus untuk pemulihan demi mampu tampil maksimal.
“Bangga sekali karena ini debut saya di timnas. Di pertandingan hari ini kami sudah berjuang maksimal dan kiper lawan juga bagus, jadi kami belum bisa cetak banyak gol. Semoga di pertandingan semifinal nanti, Garuda Pertiwi dapat tampil lebih tenang dan kompak,” kata Kesya.