KUDUS, Kudusterkini.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan prestasi belajar anak-anak usia sekolah, Rotary Club Kudus bersama Rotary Club Kudus Srikandi, Rotary Club Semarang Kunthi, dan RS Mardi Rahayu Kudus menyelenggarakan Pelatihan Dasar Skrining Kesehatan Mata bagi Guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kudus.
Kegiatan pelatihan pelayanan kesehatan masyarakat tersebut dilaksanakan secara khidmat dan penuh antusiasme di Kabupaten Kudus pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Sebanyak 50 guru Sekolah Dasar yang berasal dari wilayah binaan Puskesmas Wergu, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, hadir secara aktif sebagai peserta dalam program edukasi preventif ini.
Pelatihan ini dirancang khusus untuk memberikan pemahaman menyeluruh serta keterampilan praktis bagi para pendidik dalam mendeteksi secara awal gangguan penglihatan pada siswa sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan.
Sebagai penyelenggara utama, Rotary International dikenal sebagai organisasi pelayanan kemanusiaan global yang beranggotakan para pemimpin masyarakat, profesional, dan relawan yang berkomitmen menyelesaikan berbagai tantangan sosial serta kesehatan.
Mengusung semangat dan motto filosofis "Service Above Self", Rotary terus konsisten menjalankan berbagai program pengabdian yang berorientasi pada peningkatan taraf dan kualitas hidup masyarakat di seluruh dunia.
Dalam kiprahnya, Rotary memiliki tujuh bidang fokus pelayanan utama, mencakup perdamaian dan pencegahan konflik, pencegahan dan pengobatan penyakit, penyediaan air bersih dan sanitasi, kesehatan ibu dan anak, pendidikan dasar dan literasi, pengembangan ekonomi masyarakat, serta perlindungan lingkungan.
Program pelatihan skrining mata ini menjadi wujud nyata komitmen Rotary dalam mendukung bidang pencegahan penyakit, kesehatan anak, serta perluasan akses pelayanan kesehatan preventif di tingkat daerah.
Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa gangguan penglihatan pada anak sering kali tidak disadari sejak awal karena anak-anak belum mampu menyampaikan keluhan rasa tidak nyaman pada matanya secara jelas.
Kondisi gangguan mata yang tidak terdeteksi tersebut berpotensi mengganggu proses pembelajaran anak di sekolah, seperti kesulitan membaca, tidak mampu melihat tulisan di papan tulis, berkurangnya daya konsentrasi, hingga memicu penurunan prestasi akademik.
Padahal, berbagai bentuk gangguan penglihatan pada anak pada dasarnya dapat ditangani secara optimal apabila mampu ditemukan dan diintervensi sejak stadium awal.
Lingkungan sekolah dinilai menjadi lokasi yang paling strategis dalam pelaksanaan deteksi dini karena guru berinteraksi dan mengamati perilaku belajar siswa secara langsung setiap hari.
Selama kegiatan pelatihan, para guru dibekali materi komprehensif mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata anak, pemahaman anatomi dan fungsi dasar organ penglihatan, hingga pengenalan jenis gangguan refraksi seperti miopia, hipermetropia, dan astigmatisma.
Selain teori, guru juga dilatih mengenali tanda-tanda klinis anak yang mengalami masalah mata, mempraktikkan metode pemeriksaan tajam penglihatan menggunakan kartu Snellen, serta memahami alur mekanisme rujukan ke fasilitas kesehatan secara tepat.
Presiden Rotary Club Kudus menegaskan bahwa kesehatan mata anak memiliki hubungan erat dengan keberhasilan proses pendidikan, di mana anak yang melihat dengan jelas akan lebih siap dan optimal dalam menyerap pelajaran.
Pihaknya menekankan bahwa guru bukan hadir untuk menggantikan peran dokter atau tenaga medis, melainkan diposisikan sebagai mitra strategis dan garda terdepan dalam mengenali indikasi awal masalah penglihatan anak.
Dukungan penuh juga datang dari RS Mardi Rahayu Kudus yang berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang utuh dan bermutu melalui program pendidikan kesehatan serta pengabdian masyarakat berkelanjutan.
Melalui sinergi antara Rotary Club, RS Mardi Rahayu, pihak sekolah, dan pemerintah daerah, pelatihan ini diharapkan mampu mencapai tujuannya dalam membentuk sistem kesehatan sekolah yang responsif, sekaligus memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk melihat dunia dengan jelas dan belajar secara maksimal.