UMK – Universitas Muria Kudus (UMK) terus memperluas jejaring kemitraan strategis sebagai bagian dari komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Muria Kudus dengan Yayasan Al Aqsho Pondok Pesantren Hidayatullah Kudus yang berlangsung di Pondok Pesantren Hidayatullah Kudus, Selasa (7/7/2026).
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan berbasis pesantren, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.
Rektor UMK, Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si. menyampaikan, UMK senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan sebagai upaya mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal dan keagamaan.
"Universitas Muria Kudus lahir dari semangat para tokoh masyarakat Kudus yang memiliki kepedulian besar terhadap dunia pendidikan. Sejak berdiri, UMK terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang mengedepankan kualitas, integritas, dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Kami percaya bahwa kemajuan pendidikan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi dengan sekolah maupun pesantren," ujar Prof. Darsono.
Prof. Darsono juga memberikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga pendidik yang selama ini menjadi ujung tombak dalam membentuk karakter generasi muda.
"Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan ilmunya dalam mendidik generasi bangsa. Peran guru sangat fundamental dalam menanamkan nilai, karakter, serta semangat belajar yang nantinya akan menjadi bekal ketika para siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi," ungkapnya.
.
Sementara itu, Ketua Pengurus Harian Yayasan Al Aqsho Pondok Pesantren Hidayatullah Kudus, Usman Wakimin, M.Pd., menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kemitraan dengan UMK menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan yayasan sekaligus membuka wawasan peserta didik mengenai pendidikan tinggi.
"Kami bersyukur dapat menjalin kerja sama dengan Universitas Muria Kudus yang telah memiliki reputasi baik di bidang pendidikan. Semoga MoU ini tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi benar-benar diwujudkan dalam berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi guru, santri, maupun mahasiswa," ujarnya.
Usman berharap, kolaborasi tersebut dapat menghadirkan berbagai kegiatan akademik, pelatihan, pendampingan, hingga kesempatan melanjutkan pendidikan bagi lulusan di bawah naungan Yayasan Al Aqsho.
Melalui penandatanganan MoU ini, UMK kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai lembaga pendidikan sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan mampu menjawab tantangan masa depan. (Humas-UMK)