Tingkatkan Kepatuhan, Samsat Kudus Tawarkan Hadiah Emas dan Tabungan Bagi Wajib Pajak QRIS

02 Juli 2026


Kudus, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berinovasi untuk mendongkrak kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Salah satu langkah strategis yang kini diterapkan adalah melalui sistem undian otomatis bagi wajib pajak yang melakukan transaksi pembayaran menggunakan QRIS.


Kepala Seksi Pelayanan Pajak Daerah, Agus Praviantho, SE, M.M., menjelaskan mekanisme baru ini saat memberikan keterangan di kantor Samsat Kudus pada Kamis, 2 Juli 2026. Sistem undian berbasis QRIS ini menggantikan metode konvensional yang selama ini digunakan.


Agus Praviantho menekankan bahwa sistem ini dirancang untuk lebih transparan dan adil bagi seluruh wajib pajak di Jawa Tengah. Wajib pajak kini diberikan kemudahan sekaligus apresiasi berupa poin berdasarkan ketepatan waktu pembayaran.


Dalam skema pemberian poin, wajib pajak yang melakukan pembayaran via QRIS secara otomatis mendapatkan 6 poin. Hal ini menjadi nilai tambah yang signifikan bagi masyarakat dibandingkan metode lainnya.


Ketepatan waktu juga menjadi faktor penentu perolehan poin. Pembayaran yang dilakukan sebelum jatuh tempo mendapatkan 3 poin, tepat pada hari jatuh tempo mendapatkan 2 poin, dan pembayaran setelah jatuh tempo (telat) mendapatkan 1 poin.

Proses pengundian hadiah dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Jawa Tengah. Agus Praviantho menyatakan bahwa pengundian dilakukan secara global dan tidak dikelompokkan per samsat untuk menjamin transparansi.


Hadiah utama yang disediakan dalam undian global sangat menarik. Pemenang hadiah pertama akan mendapatkan tabungan sebesar Rp7.500.000 dan emas 5 gram, sementara hadiah kedua sebesar Rp5.000.000 dan emas 5 gram.


Selain itu, tersedia hadiah ketiga berupa tabungan Rp3.000.000 dan logam mulia emas 2,5 gram. Tidak hanya itu, terdapat juga hadiah tambahan berupa 2 keping emas 2,5 gram dan 5 keping emas 1 gram.


Menariknya, selain undian global, Samsat juga menyediakan undian khusus di setiap kantor samsat. Terdapat 5 slot hadiah berupa uang tunai atau tabungan Bank Jateng sebesar Rp2.000.000 untuk masing-masing pemenang per samsat.


Langkah inovatif ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperbaiki capaian pendapatan daerah. Per 1 Juli 2026, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Tengah tercatat mencapai 40,45% dari target.


Secara nilai nominal, capaian tersebut setara dengan Rp5,035 triliun dari total target tahunan sebesar Rp12,45 triliun. Pemerintah berharap program undian ini dapat mengakselerasi sisa target pendapatan hingga akhir tahun.


Selain undian, Samsat Kudus juga mengoptimalkan strategi "Sengkuyung Mobile". Program berbasis kewilayahan ini hadir untuk lebih mendekatkan layanan pajak kepada masyarakat hingga ke pelosok desa.


Strategi lain yang dijalankan adalah penagihan *door-to-door* untuk piutang pajak. Petugas dari tingkat kabupaten/kota akan mendatangi rumah wajib pajak dengan dukungan informasi dari perangkat RT/RW setempat.


Agus Praviantho juga menyoroti pentingnya peran ASN sebagai teladan. Melalui program "Gadis Pantura" (Gerakan Disiplin Pajak untuk Rakyat), ASN didorong untuk selalu disiplin dalam memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan.


Dalam keterangannya, Agus Praviantho menjelaskan bahwa ketaatan pajak saat ini masih dipengaruhi oleh kondisi ekonomi masyarakat. Meski tren ketaatan cenderung turun dibandingkan tahun lalu, pemerintah terus berupaya melakukan edukasi.


Terkait sanksi, ia mengingatkan kembali mengenai aturan kendaraan "bodong". Sesuai UU Lalu Lintas No. 22 Tahun 2009, kendaraan yang tidak dibayar pajaknya selama dua tahun berturut-turut setelah masa pajak berakhir dapat dicabut nomor registrasinya.


Pemerintah menegaskan bahwa program-program ini bukan sekadar mengejar target, melainkan membangun kesadaran kolektif. Harapannya, masyarakat semakin sadar akan pentingnya kontribusi pajak bagi pembangunan daerah.


Dengan kombinasi *reward* menarik melalui undian QRIS dan pendekatan persuasif di lapangan, Samsat optimis kepatuhan pajak akan meningkat. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kemudahan pembayaran via QRIS sebelum periode pengundian berakhir.