KUDUS, Kudusterkini.com– Pemerintah Kabupaten Kudus terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam mencetak generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan bebas dari masalah tengkes (stunting). Langkah nyata tersebut kembali ditegaskan dalam perhelatan Gebyar Posyandu SUN dan Gerakan Makan Lahap yang berlangsung meriah di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (21/7/2026).
Acara yang dipadati oleh para kader kesehatan dan masyarakat setempat ini menjadi panggung sinergi lintas sektor dalam mengedukasi para orang tua. Fokus utamanya adalah pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak dini sebagai benteng utama pencegahan stunting.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris hadir langsung didampingi Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris. Kehadiran pemimpin daerah ini menegaskan bahwa isu tumbuh kembang anak merupakan prioritas pembangunan di Kabupaten Kudus.
Dalam sambutannya, Bupati Sam’ani memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pihak swasta yang peduli terhadap kualitas kesehatan anak-anak di Kudus, secara khusus kepada SUN dan PT Indofood.
Menurut Sam’ani, intervensi stunting tidak akan bisa berjalan optimal jika hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Perlu ada kepedulian bersama, termasuk dari sektor industri makanan dan nutrisi anak.
“Terima kasih kepada SUN dan PT Indofood yang telah memberikan edukasi kepada para orang tua. Pengetahuan mengenai pemberian makanan bergizi sejak dini sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dan mencegah stunting,” ujar Sam’ani di hadapan para undangan.
Edukasi mengenai pola makan yang tepat dinilai menjadi kunci utama. Banyak orang tua yang sebenarnya memiliki akses makanan, namun belum paham cara menyajikan nutrisi yang ramah anak dan membangkitkan selera makan sang buah hati.
Melalui Gerakan Makan Lahap, para ibu dibimbing untuk menyajikan hidangan yang tidak hanya sehat dan bergizi tinggi, tetapi juga menarik secara visual agar anak-anak bersemangat saat menyantapnya.
Upaya masif yang dilakukan Pemkab Kudus bersama berbagai pemangku kepentingan sejauh ini telah membuahkan hasil yang sangat menggembirakan. Tren penurunan angka stunting di wilayah ini menunjukkan progres yang sangat positif.
Berdasarkan data resmi triwulan I tahun 2026, angka stunting di Kabupaten Kudus berhasil ditekan hingga menyentuh angka 3,7 persen. Sebuah capaian signifikan yang menempatkan Kudus di garis depan penanganan stunting daerah.
Sam’ani menegaskan, capaian mengesankan tersebut bukanlah kerja individu, melainkan buah manis dari sinergi dan kerja keras seluruh pemangku kepentingan secara konsisten.
Mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan di puskesmas, peran vital para kader posyandu di tingkat RT/RW, hingga kesadaran tinggi dari masyarakat itu sendiri.
Meski angka stunting sudah berhasil ditekan hingga level yang sangat rendah, Bupati Kudus meminta semua pihak untuk tidak cepat berpuas diri apalagi sampai lengah.
Ia mewanti-wanti agar semangat pencegahan terus dijaga. Target akhir Pemkab Kudus sangat jelas: membawa Kabupaten Kudus benar-benar nol kasus stunting alias bebas stunting sepenuhnya.
“Kita harus terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, saya optimistis Kudus dapat menjadi daerah yang bebas stunting sehingga seluruh anak-anak kita dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” pungkas Sam’ani optimis.