Siap-Siap! 296 Siswa SD dan SMP di Kudus Bakal Rasakan Sekolah Baru Akhir Juli 2026

04 Juli 2026



Kudus – Sebanyak Sebanyak 296 siswa SD dan SMP di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah siap mengikuti program pertukaran pelajar lokal di tahun ajaran 2026/2027. Program tersebut rencananya dimulai akhir Juli 2026 ini.


Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Maulana Majid mengatakan, jumlah peserta pada pelaksanaan tahun ini meningkat dibanding saat pertama kali digelar, Januari 2026 lalu.


”Program ini akan diikuti 80 siswa dari 20 SD dan 216 siswa dari 36 SMP. Untuk jenjang SD masing-masing sekolah mengirim empat peserta, sedangkan SMP mengirim enam siswa,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).


Saat ini, tahapan persiapan masih berjalan. Petunjuk teknis program tersebut sebelumnya telah disosialisasikan pada 23 Juni 2026.


Kemudian, dilanjutkan pendaftaran peserta pada 24-30 Juni 2026. Tahap pemetaan peserta dan sekolah tujuan berlangsung pada 2-9 Juli 2026.


Disdikpora Kudus juga menjadwalkan rapat bersama kepala SMP dan koordinator wilayah (Korwil) pada Selasa (7/7/2026) untuk mematangkan pemetaan peserta. Selanjutnya, peserta akan mengikuti pembekalan sekaligus pelepasan pada 21 Juli mendatang.


”Untuk pelaksanaannya nanti sekitar tanggal 27 Juli sampai 8 Agustus 2026. Durasi lebih panjang dari yang pertama kemarin karena hasil evaluasi bersama guru, orang tua dan siswa memang menginginkan untuk durasi waktu ditambah,” katanya.


Peserta program merupakan siswa kelas V SD dan kelas VIII SMP. Seleksi dilakukan secara internal masing-masing sekolah sesuai kesiapan peserta mengikuti pembelajaran di sekolah lain.


Majid mengatakan, kuota peserta tahun ini ditambah karena banyak sekolah dan siswa yang belum sempat mengikuti program perdana ingin berpartisipasi.


”Jumlah ada penambahan, lebih banyak yang kedua besok, karena evaluasi tahun kemarin yang tidak ikut itu pengin ikut, jadi kita tambah,” terangnya.


Selain pertukaran pelajar, Disdikpora juga menyiapkan program pertukaran guru. Program tersebut direncanakan melibatkan guru Matematika dan Bahasa Indonesia dari 36 SMP sebagai bagian dari persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).


”Kemungkinan waktunya akan berbeda dengan pertukaran pelajar. Kami juga masih membahas guru apa nanti yang akan diikutkan, apakah guru bahasa Indonesia dan matematika untuk TKA,” imbuhnya.


Sebelumnya, program pertukaran pelajar lokal di Kabupaten Kudus pertama kali digelar pada Januari 2026. Saat itu, Pemkab Kudus melibatkan 272 siswa SD dan SMP dari sekolah negeri maupun swasta dalam pelaksanaan perdana program tersebut.