KUDUS – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Kudus sukses menggelar agenda besar lima tahunan mereka melalui Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV.
Acara yang berlangsung penuh dinamika tersebut diselenggarakan pada Minggu (5/7/2026) bertempat di Hotel Hom Kudus, Jawa Tengah.
Dalam forum musyawarah tertinggi tingkat kabupaten tersebut, HM. Sutriyono, SE., MM. akhirnya terpilih kembali untuk memimpin DPC Partai Hanura Kabupaten Kudus dengan masa bakti periode 2025–2030.
Proses pemilihan ketua dalam Muscab IV kali ini diakui sempat berjalan cukup alot karena adanya dinamika pembahasan di internal forum.
Meski sempat diwarnai perdebatan dan diskusi yang panjang, tensi politik di dalam ruangan akhirnya mencair hingga seluruh rangkaian acara ditutup dengan sukses.
Langkah taktis mendudukkan kembali Sutriyono di kursi kepemimpinan ini diambil demi memperkuat stabilitas internal partai berlambang merpati tersebut.
Melalui nakhoda baru tapi stok lama ini, Hanura Kudus langsung memasang target tinggi, salah satunya mengincar capaian suara maksimal dari generasi Z.
Ketua DPC Partai Hanura Kudus terpilih, HM. Sutriyono menyatakan bahwa musyawarah ini merupakan momentum penting untuk merapatkan barisan seluruh kader.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk segera mengusulkan reformasi total pada struktur kepemimpinan organisasi dari tingkat atas hingga bawah.
Langkah reformasi struktur sengaja ditempuh agar Partai Hanura bisa menggaet kantong suara yang lebih dominan pada pemilu mendatang.
Sutriyono memaparkan bahwa esensi Muscab bukan sekadar urusan formalitas AD/ART atau sekadar ajang perebutan kursi ketua semata.
Lebih dari itu, agenda ini difokuskan untuk memperkuat struktur kepengurusan hingga menyentuh tingkat akar rumput (grassroots).
Pihaknya pun sudah merumuskan sebuah gebrakan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya di ranah kepengurusan internal Hanura Kudus.
Gebrakan tersebut berupa perombakan komposisi kader yang akan memegang tongkat komando dan amanah penting partai.
Secara spesifik, Sutriyono merancang porsi kepengurusan baru dengan formula 40 persen diisi oleh tokoh-tokoh senior politik yang kawakan.
Sementara itu, porsi mayoritas sebesar 60 persen sisanya bakal dipenuhi oleh kader-kader muda potensial dari generasi milenial dan generasi Z.
Sutriyono optimis dominasi anak muda di struktur partai akan otomatis mendongkrak perolehan suara Hanura secara signifikan pada Pemilu 2029 nanti.
Tidak tanggung-tanggung, anggota DPRD Kabupaten Kudus itu menyebutkan bahwa Hanura Kudus kini mengusung target politik yang sangat ambisius.
Pada pemilu legislatif berikutnya, Hanura menargetkan setiap daerah pemilihan (dapil) di Kudus mampu mengirimkan wakilnya ke parlemen daerah.
Sebagai informasi, sebelum terpilihnya Sutriyono, Hanura Kudus sempat mengajukan beberapa nama potensial ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) melalui DPD.
Keputusan final ini dinilai melegakan karena mekanisme penunjukan seutuhnya merupakan hak prerogatif DPP Partai Hanura di Jakarta.
Langkah cepat pasca-Muscab ini disebut Sutriyono sebagai waktu yang paling krusial untuk langsung memanaskan kembali mesin partai.
Daya juang organisasi akan ditingkatkan lewat penambahan kader aktif di kepengurusan cabang, anak cabang, hingga tingkat ranting desa.
Evaluasi internal juga dilakukan karena Sutriyono melihat masih ada beberapa wilayah di Kudus yang pergerakan partainya belum berjalan optimal.
Dengan kepengurusan yang lebih segar, Hanura Kudus diharapkan bisa bangkit, berkontribusi mendulang suara, sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Di sisi lain, Bupati Kudus, Samani Intakoris, yang hadir langsung memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Muscab IV Partai Hanura tersebut.
Samani berpesan agar momentum ini dimanfaatkan sebagai wadah penampung inovasi dan ide kreatif dari para kader muda untuk kemajuan daerah.
Bupati Kudus berharap sosok yang terpilih mampu membawa kejayaan bagi partai dan senantiasa dicintai oleh seluruh lapisan masyarakat Kudus.