Proyek Jembatan Karangmalang-Peganjaran Capai 9 Persen, Dinas PUPR Kudus Tegaskan Pentingnya K3

24 Juli 2026



Kudus, Kudusterkini.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus terus memantau pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Pada Jumat (24/7/2026), Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kudus, Supriyadi, melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pekerjaan pembangunan jembatan di ruas jalan Karangmalang – Peganjaran.


Dalam peninjauan tersebut, Supriyadi memastikan bahwa seluruh pekerja proyek telah menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sesuai dengan regulasi yang berlaku. Ia menegaskan pentingnya kedisiplinan penggunaan alat pelindung diri (APD) guna mencegah potensi kecelakaan kerja di area proyek.


Supriyadi menjelaskan bahwa penerapan K3 bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan utama demi menjamin keselamatan para pekerja di lapangan. Pihaknya mengaku tak pernah bosan untuk selalu mengingatkan para pekerja dan kontraktor agar mematuhi aturan K3 secara konsisten selama proses pengerjaan berlangsung.


Selain meninjau penerapan K3, Supriyadi juga membeberkan capaian progres fisik dari pekerjaan jembatan Karangmalang – Peganjaran tersebut. Menurut catatan evaluasi terbaru di lapangan, progres pembangunan kini telah melampaui target mingguan.


"Progres pembangunan jembatan ini sudah mencapai 9 persen lebih per minggu ini," ujar Supriyadi saat memberikan keterangan di lokasi pengerjaan. Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan minggu sebelumnya yang baru menyentuh angka 5 persen.


Proyek rekonstruksi jembatan di ruas Karangmalang – Peganjaran ini dialokasikan dengan anggaran yang bersumber dari pemerintah daerah. Nilai kontrak pengerjaan jembatan tersebut tercatat mencapai Rp 772 juta.


Pembangunan kembali jembatan ini dilakukan lantaran kondisi struktur jembatan lama yang sudah mengalami kerusakan cukup parah. Kerusakan tersebut dinilai membahayakan bagi para pengguna jalan yang melintas setiap harinya.


Supriyadi mengungkapkan bahwa jembatan lama sebelumnya terbuat dari susunan batu bata dengan konstruksi urung-urung yang tidak memadai. Kerusakan fisik telah mencapai tingkat parah sehingga tidak memungkinkan lagi untuk sekadar diperbaiki atau ditambal.


Sebagai solusinya, jembatan baru ini dibangun menggunakan material box culvert dari beton bertulang yang jauh lebih kokoh. Penggunaan struktur modern ini diharapkan mampu menahan beban kendaraan yang melintas serta memiliki daya tahan bangunan yang lebih panjang.


Selain memperkuat material, jembatan ini juga dilengkapi dengan pembangunan talud penahan di sekitar aliran sungai. Talud yang dibangun memiliki ketinggian bervariasi, yakni mencapai 6 meter pada sisi hilir dan sekitar 20 meter pada sisi hulu untuk mengantisipasi erosi.


Dimensi jembatan baru ini juga mengalami pelebaran signifikan dibandingkan jembatan lama. Bentang jembatan yang semula hanya berukuran 3 meter x 2 meter, kini ditingkatkan menjadi 2,5 meter x 6 meter, sehingga akses lalu lintas kendaraan menjadi jauh lebih lancar.


Setelah pengerjaan struktur box culvert dan talud selesai, pengerjaan akan dilanjutkan dengan overlay pengaspalan jalan menggunakan material Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC). Berdasarkan dokumen kontrak, pengerjaan target selesai pada 26 Oktober 2026 atau memakan waktu sekitar 4 bulan.


Meskipun batas kontrak berakhir pada akhir Oktober, pihak Bidang Bina Marga optimistis proyek ini bisa rampung lebih cepat dari jadwal. Dengan melihat deviasi progres yang bernilai positif (+5 persen), pengerjaan diperkirakan dapat diselesaikan sepenuhnya dalam kurun waktu 3 bulan.


Pembangunan jembatan Karangmalang – Peganjaran ini merupakan satu dari sekian banyak paket pekerjaan infrastruktur yang dikelola oleh Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kudus pada tahun anggaran 2026. Secara total, terdapat 18 paket pekerjaan jalan dan jembatan yang sedang ditangani.


Khusus untuk sub-kegiatan pembangunan dan penggantian jembatan, terdapat 6 paket pengerjaan dengan total anggaran mencapai Rp11,7 miliar. Tiga di antaranya merupakan proyek pembangunan jembatan baru, yaitu Jembatan Jojo – Kesambi, Jembatan Peganjaran - Karangmalang, dan Jembatan Rahtawu – Semliro.


Supriyadi menambahkan bahwa alokasi anggaran untuk proyek-proyek jembatan tersebut berasal dari dua sumber utama, yakni APBD Kabupaten Kudus dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Proyek Karangmalang – Peganjaran sendiri memanfaatkan pendanaan DBHCHT.


Selain tiga proyek pembangunan jembatan baru, tiga paket lainnya difokuskan pada rehabilitasi jembatan yang ambles akibat erosi fondasi, seperti di daerah Lambangan, Gringging, dan Piji. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan sarana transportasi warga.


Dengan selesainya pembangunan jembatan Karangmalang – Peganjaran dan proyek infrastruktur lainnya, diharapkan aksesibilitas antarwilayah di Kabupaten Kudus semakin meningkat. Infrastruktur jalan dan jembatan yang memadai dipastikan akan mendorong kelancaran aktivitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat setempat.