KUDUS, Kudusterkini.com – Pemerintah Kabupaten Kudus bergerak cepat dalam merespons keluhan masyarakat terkait persoalan infrastruktur publik di wilayah perkotaan. Langkah taktis ini diwujudkan melalui percepatan penanganan masalah genangan air yang kerap muncul di kawasan padat lalu lintas Jalan Kyai Telingsing.
Upaya nyata tersebut diimplementasikan dengan menggelar aksi kerja bakti atau korve massal berskala besar pada Jumat pagi (17/07/2026). Menariknya, agenda penataan kebersihan kota ini dipimpin langsung oleh Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, yang turun langsung ke lapangan memantau jalannya pembersihan.
Sejak pagi hari, fokus utama dari kegiatan korve massal ini diarahkan pada pembersihan total fasilitas drainase publik. Petugas gabungan menyisir area gorong-gorong, membersihkan endapan lumpur di saluran air, hingga merapikan jalur trotoar guna memastikan fungsi pembuangan air kembali optimal.
Langkah normalisasi ini dinilai sangat krusial guna memastikan aliran air hujan dapat langsung terbuang dengan lancar tanpa hambatan ke pembuangan akhir. Selama ini, hambatan pada saluran pembuangan sering kali memicu tumpahan air ke badan jalan sesaat setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.
Aksi gotong royong ini berhasil menggerakkan dan melibatkan berbagai unsur lintas sektoral di Kabupaten Kudus. Komponen pengamanan dari jajaran TNI dan Polri tampak bersinergi bahu-membahu bersama para petugas teknis lapangan dari dinas terkait.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus turut mengerahkan armada dan personel penuh. Dukungan juga datang dari jajaran Pemerintah Kecamatan Kota, Kelurahan Sunggingan, Kelurahan Panjunan, hingga keterlibatan aktif para relawan peduli lingkungan.
Di sela-sela aksi korve, Bupati Kudus bersama jajaran tim teknis menyempatkan diri melakukan inspeksi dan pemeriksaan langsung terhadap kondisi fisik drainase di sepanjang Jalan Kyai Telingsing. Langkah evaluasi di lapangan ini dilakukan guna memetakan akar masalah genangan secara akurat.
Berdasarkan hasil evaluasi teknis sementara di lokasi, kapasitas dimensi dari saluran drainase eksisting sebenarnya dinilai masih sangat mampu menampung debit air hujan. Namun, ditemukan fakta lapangan bahwa jumlah lubang penangkap air (*inlet*) yang tersedia masih sangat terbatas untuk menampung limpasan air permukaan.
Kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya tumpukan sampah domestik serta sumbatan sedimen tebal di dalam saluran air. Faktor-faktor inilah yang diidentifikasi menjadi penyebab utama air hujan terhambat masuk ke sistem drainase dan akhirnya meluap menggenangi permukaan jalan.
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen yang sangat kuat untuk menuntaskan problem menahun terkait genangan air ini melalui aksi konkret. Penanganan tidak boleh hanya sebatas wacana, melainkan harus berbasis pada evaluasi teknis yang tepat sasaran.
"Ada beberapa lokasi di perkotaan yang saat hujan sering banjir, termasuk di daerah Telingsing. Kita bersama seluruh instansi terkait membersihkan serta mengecek aliran drainase supaya air cepat mengalir dan Jalan Telingsing tidak lagi banjir," ujar Sam'ani di lokasi kegiatan.
Sam'ani menambahkan, kegiatan korve massal semacam ini tidak akan berhenti sampai di sini saja, melainkan akan dioptimalkan menjadi agenda rutin berkala. Selain untuk merawat infrastruktur, langkah ini juga strategis untuk membangkitkan kembali nilai-nilai luhur budaya gotong royong di tengah masyarakat perkotaan.
"Korve ini rutin. Ini merupakan bentuk kepedulian kita sekaligus amanat Bapak Presiden Republik Indonesia menuju Kudus dan Indonesia yang lebih asri," cetus Bupati Kudus menyuarakan semangat pelestarian lingkungan.
Kendati demikian, Sam'ani mengingatkan secara tegas bahwa keberhasilan penataan sistem drainase perkotaan tidak bisa hanya bertumpu pada pundak pemerintah daerah semata. Peran aktif dan kesadaran kolektif dari masyarakat luas dinilai menjadi variabel penentu yang sangat penting.
Ia pun mengajak seluruh warga Kudus untuk mulai membangun pola hidup tertib dengan tidak membuang sampah sembarangan ke dalam saluran air. Langkah kecil seperti memilah sampah organik dan anorganik dari lingkup rumah tangga harus mulai dijadikan sebagai sebuah kebiasaan baru.
"Dinas akan terus melakukan pemeliharaan rutin. Tetapi tanpa dukungan masyarakat hasilnya tidak akan maksimal. Ada sampah, ada sedimen, termasuk kebersihan lingkungan, itu menjadi tanggung jawab kita bersama. Mari menjaga kebersihan dan membiasakan pengelolaan serta pemilahan sampah dengan baik," tegasnya secara visioner.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Hary Wibowo, memberikan penjelasan teknis yang menguatkan instruksi bupati. Ia menyebutkan bahwa ukuran atau dimensi saluran drainase di Kyai Telingsing saat ini masih sangat proporsional sehingga tidak memerlukan proyek pelebaran fisik saluran yang memakan biaya besar.
Sebagai gantinya, fokus intervensi dari Dinas PUPR akan diarahkan pada penambahan titik lubang masuk air (*inlet*) baru serta memodifikasi desain besi penutup (*grill*). Langkah rekayasa teknik ini diproyeksikan mampu mempercepat daya serap air permukaan sekaligus meminimalisasi potensi sampah terperangkap di mulut saluran.
"Kami akan menambah *inlet* dan memperbesar *inlet* yang sudah ada. Desain *grill* juga akan kami modifikasi agar tidak mudah menangkap sampah sehingga aliran air bisa lebih lancar. Pemasangan *inlet* ditargetkan dimulai pekan depan setelah tim menyelesaikan survei elevasi di sepanjang Jalan Kyai Telingsing guna mengarahkan seluruh air menuju Sungai Gelis," pungkas Hary Wibowo.