Semarang, 8 Juli 2026 – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (RJBT) menegaskan bahwa penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berjalan normal dan lancar. Hal ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjaga kelancaran distribusi energi bagi masyarakat.
Pertamina Patra Niaga mencatat ketahanan stok BBM jenis gasoline di wilayah Jawa Tengah dan DIY berada pada kondisi aman, yaitu setara 12,5 kali lipat konsumsi harian normal, sementara stok gasoil tercatat setara 14 kali lipat konsumsi harian normal. Khusus untuk produk bersubsidi, ketahanan stok Pertalite berada pada 11,5 kali lipat konsumsi harian normal, dan Biosolar setara 13,5 kali lipat konsumsi harian normal. Dengan ketahanan tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak khawatir dan tetap melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan sehari-hari secara wajar.
Khusus untuk Biosolar, Pertamina Patra Niaga memastikan tidak terjadi kelangkaan di SPBU wilayah Jawa Tengah dan DIY. Meski di beberapa titik terpantau adanya antrean kendaraan, situasi tersebut masih dalam kondisi kondusif dan terkendali, serta tidak sampai meluas ke badan jalan.
Perusahaan juga melakukan pemantauan stok di setiap SPBU secara real-time melalui sistem digital, sehingga apabila terdapat SPBU dengan level stok kritis dapat segera terdeteksi dan langsung dilakukan pengiriman tambahan dari depot terdekat. Langkah ini memastikan ketersediaan BBM di seluruh SPBU tetap terjaga dan pelayanan kepada konsumen tidak terganggu.
Sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada konsumen, Pertamina Patra Niaga turut menghadirkan sejumlah layanan tambahan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di antaranya petugas marshaling untuk membantu mengatur kelancaran antrean, penyediaan air minum dalam kemasan bagi konsumen, hingga berbagai kemudahan melalui aplikasi MyPertamina seperti program Extra Point, promo kerja sama dengan berbagai merchant ternama, serta fitur pencarian lokasi SPBU terdekat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya senantiasa berkoordinasi secara intens dengan aparat penegak hukum dan para pemangku kepentingan terkait untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran. Pertamina Patra Niaga juga mengajak masyarakat yang menemukan indikasi penyalahgunaan penyaluran BBM bersubsidi untuk melaporkannya melalui Pertamina Call Center 135 agar dapat segera ditindaklanjuti.
Dengan berbagai langkah antisipatif dan penguatan layanan ini, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus mendukung kelancaran distribusi energi di Jawa Tengah dan DIY.