Persaingan Sengit Grup B HYDROPLUS Soccer League All-Stars: Cipta Cendikia FA dan Goal Aksis Melaju ke Semifinal

10 Juli 2026



KUDUS, 10 Juli 2026, Matchday terakhir Grup B U-15 HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat (10/7), menyajikan duel-duel panas yang menentukan. Dua pertandingan besar tersaji demi memperebutkan tiket ke babak semifinal, yakni mempertemukan Cipta Cendikia Football Academy (FA) Bogor melawan Scorpion FC Kudus, serta Goal Aksis Cimahi yang menantang Tigers Football Academy Surabaya.


Pada partai pertama, duel sengit langsung tersaji sejak peluit *kick-off* dibunyikan antara Cipta Cendikia FA dan Scorpion FC Kudus yang sama-sama mengincar kemenangan. Kedua tim tampil ngotot mengkreasikan peluang dan saling berebut penguasaan bola di sektor tengah. *Build-up* serangan Cipta Cendikia FA sejatinya sudah mampu menciptakan ancaman pada menit ketujuh lewat aksi individu Ayla Dva Khala Ahisma, namun peluang tersebut gagal dimaksimalkan karena minimnya dukungan dari lini depan.


Scorpion FC tidak tinggal diam dan berusaha membalas tekanan demi menjaga gengsi sebagai wakil tuan rumah. Meski demikian, rapatnya pertahanan Cipta Cendikia FA yang dikomandoi taktik disiplin mampu mematahkan setiap upaya lawan sejak lini tengah. Transisi menyerang yang dibangun skuad asuhan Khansa Nisa Arrosyid juga berjalan cepat, termasuk lewat tembakan jarak jauh Albianca Raula pada menit ke-15 yang masih bisa dibaca oleh kiper Scorpion FC, Alya Putri Ariyanto.


Duel saling memotong alur umpan pendek terus mewarnai jalannya pertandingan yang semakin memanas. Scorpion FC sempat mengancam lewat skema serangan balik cepat Clarisya Putri Kurniawan pada menit ke-19, namun penyelesaian akhirnya belum sempurna. Di sisi lain, tekanan bergelombang yang terus dibangun oleh Cipta Cendikia FA membuat lini belakang Scorpion FC terpaksa menumpuk pemain di wilayah pertahanan mereka sendiri.


Memasuki penghujung babak pertama, Cipta Cendikia FA akhirnya memetik hasil dari permainan menyerang yang terorganisir dengan sangat rapi. Kombinasi umpan pendek duo jebolan MilkLife Soccer Challenge, Albianca Raula dan Ayla Dva Khala Ahisma, sukses membuka ruang di jantung pertahanan lawan. Bola liar kemudian diselesaikan dengan sempurna oleh Keyla Azzahra Putri Natawidjaya lewat sepakan jarak jauh pada menit ke-24, membawa Cipta Cendikia FA unggul 1-0 saat turun minum.


Tensi pertandingan semakin meningkat memasuki babak kedua, di mana Cipta Cendikia FA langsung mengambil inisiatif serangan. Mereka sempat memperoleh peluang melalui tendangan bebas Yasmin Aprilianti yang menciptakan kemelut di depan gawang Scorpion FC. Cipta Cendikia FA yang tampil lebih agresif akhirnya berhasil memperlebar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-43 melalui *sprint* cepat dan sepakan keras Ayla Dva Khala Ahisma setelah memanfaatkan posisi kiper lawan yang terlalu maju.

Hingga peluit panjang dibunyikan, keunggulan dua gol Cipta Cendikia FA tetap bertahan dan memastikan mereka lolos ke babak *knock-out*. Pelatih Kepala Cipta Cendikia FA, Ruly Hidayansyah, mengapresiasi kedisiplinan transisi dan fleksibilitas posisi para pemainnya yang berjalan sesuai instruksi pelatih. Ayla Dva Khala Ahisma, sang *key player*, mengaku tampil lepas tanpa beban sehingga mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan mencetak gol penentu kemenangan.


Di kubu lawan, meski harus terhenti di fase grup, Scorpion FC Kudus memetik pengalaman berharga untuk menyambut musim depan. Pelatih Scorpion FC, Islam Andhika, menegaskan bahwa hal terpenting dalam proses pembinaan sepak bola putri adalah pengembangan karakter dan *fighting spirit* para pemain. Senada dengan pelatihnya, penjaga gawang Alya Putri Ariyanto menjadikan laga nasional ini sebagai pelajaran untuk memperkuat mental, disiplin, dan keberanian di lapangan.


Sementara itu, pada pertandingan Grup B lainnya yang tidak kalah seru, Goal Aksis Cimahi juga sukses memastikan diri sebagai *runner-up* grup. Klub asal Jawa Barat tersebut berhasil mengandaskan perlawanan wakil Surabaya, Tigers Football Academy, dengan skor meyakinkan 2-0. Keberhasilan ini mengantarkan Goal Aksis melaju ke babak semifinal untuk menantang sesama tim Jawa Barat sekaligus juara Grup A, Mojang Priangan.


Sejak awal babak pertama, Goal Aksis langsung mengambil inisiatif serangan dengan memaksimalkan permainan bola pendek. Peluang bersih sempat tercipta pada menit ke-16 lewat sepakan spekulasi Dian Aprilia Pary yang membentur tiang gawang, disusul ancaman dari Bilqis Fatimah Az Zahra. Tigers Football Academy yang mengandalkan kedisiplinan lini bertahan membuat pertarungan sengit lebih banyak terjadi di area tengah lapangan pada sepuluh menit pertama.


Kebuntuan Goal Aksis akhirnya pecah pada menit ke-18 melalui kaki pemain pengganti, Vanessa Putri Danka Akasah. Pemain bernomor punggung 5 itu berhasil menyambar bola muntah hasil tendangan Dian Aprilia Pary yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh kiper Tigers FA, Allicia Pramitha Husada. Skor 1-0 untuk keunggulan Goal Aksis bertahan hingga babak pertama usai, meski kedua tim terus saling bergantian mengupayakan serangan.


Memasuki babak kedua, Goal Aksis yang mengincar tambahan gol demi membuka peluang juara grup terus meningkatkan variasi serangan lewat skema *through ball* dan tembakan luar kotak penalti. Tigers Football Academy sempat memberikan perlawanan melalui tembakan jarak jauh Nur Hidayati, namun bola masih bisa diamankan kiper Elbian Defika Aryasatya. Dominasi Goal Aksis yang konsisten akhirnya memaksa lini belakang Tigers FA terus bertahan di bawah tekanan.


Gol kedua yang dinanti Goal Aksis akhirnya tercipta pada menit ke-34 akibat kelengahan lini bertahan Tigers Football Academy dalam mengantisipasi situasi lemparan ke dalam. Bola panjang kiriman Bilqis Fatimah Az Zahra dari lini kedua berhasil dikontrol dan dioptimalkan dengan sangat baik oleh Nadia Afriliani menjadi gol. Skor berubah menjadi 2-0, mempertegas dominasi tim asal Cimahi tersebut di sisa waktu pertandingan.


Goal Aksis sejatinya memiliki beberapa kesempatan emas untuk memperbesar keunggulan di sisa waktu laga, terutama melalui spesialisasi tembakan jarak jauh Bilqis Fatimah Az Zahra pada menit ke-35 dan 45. Namun, dua peluang matang tersebut kembali digagalkan oleh tiang gawang lawan. Hingga peluit akhir pertandingan ditiup oleh wasit, skor 2-0 tetap tidak berubah untuk kemenangan mutlak Goal Aksis Cimahi.


Menanggapi keberhasilan menembus semifinal, Pelatih Kepala Goal Aksis, Budi Sufarlan, menilai anak asuhnya sudah bermain lebih tenang sehingga karakter asli permainan tim dapat keluar. Menghadapi laga *derby* Jawa Barat melawan Mojang Priangan di semifinal, Coach Budi tidak terlalu mencemaskan taktik karena sudah sering bertemu, melainkan lebih fokus pada penguatan motivasi bertanding para pemainnya di lapangan.


Penggawa lini depan Goal Aksis, Alika Nailah Arkana Oskar, mengungkapkan bahwa komunikasi yang intens dan kesabaran dalam mengalirkan umpan pendek antarlini menjadi kunci utama kemenangan mereka. Pemain bernomor punggung 9 ini merasa bersyukur atas hasil evaluasi pelatih yang mampu mereka terapkan dengan baik. Ia berharap performa impresif ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan pada partai semifinal esok hari.


Di sisi lain, Pelatih Kepala Tigers Football Academy, Patar Samuel Parningotan, menyadari bahwa faktor mental bertanding masih menjadi kendala utama skuadnya. Hal tersebut membuat skema taktik *two-diamond* yang mereka persiapkan tidak muncul maksimal pada dua laga awal, dan baru mulai terlihat di laga terakhir. Kendati menyudahi fase grup tanpa kemenangan, Coach Patar tetap bangga atas peningkatan grafik permainan anak asuhnya.


Selain mengevaluasi tim, Coach Patar juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Djarum Foundation dan seluruh *stakeholder* atas terselenggaranya HYDROPLUS Soccer League 2025/2026. Menurutnya, turnamen ini menjadi wadah yang sangat luar biasa bagi pengembangan bakat dan prestasi pesepak bola putri usia muda di Indonesia. Ia juga berterima kasih atas sambutan hangat dan keramahan yang diberikan oleh Kota Kudus selama turnamen berlangsung.


Sebagai penutup, penyerang Tigers Football Academy, Bellabee Hugo Mackenzie, menegaskan bahwa ia dan rekan-rekan setimnya memetik pelajaran berharga dari kompetisi level nasional ini. Meskipun sempat merasa gugup karena pertama kali tampil di stadion besar dalam ajang sepopuler ini, Bellabee melihat adanya perkembangan cara berpikir dan kedewasaan bermain yang positif di dalam tim sepanjang turnamen.