KUDUS, Kudusterkini.com – Upaya memperkuat dan memperkokoh identitas suatu daerah tidak bisa dilepaskan dari akar sejarah penentu keberadaannya. Langkah strategis inilah yang tengah ditempuh oleh Pemerintah Kabupaten Kudus melalui penataan kembali sejarah penetapan hari lahir daerahnya.
Pentingnya landasan historis yang kuat ditegaskan langsung oleh Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris. Menurutnya, penetapan dan penguatan identitas daerah harus benar-benar berlandaskan kajian sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Pernyataan mendasar tersebut disampaikan oleh Bupati Sam'ani Intakoris saat secara resmi membuka gelaran Seminar Nasional Rekonstruksi Historis Hari Jadi Kabupaten Kudus yang bertempat di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (27/7/2026).
Acara bernuansa akademis ini dihadiri oleh berbagai elemen penting. Forum tersebut dirancang secara khusus untuk menghimpun pandangan kritis serta masukan konstruktif dari para ahli, sejarawan, budayawan, hingga para pemangku kepentingan (stakeholders) daerah.
Tujuan utama dilaksanakannya rekonstruksi historis ini adalah untuk memperkokoh serta menyempurnakan fondasi sejarah Hari Jadi Kabupaten Kudus agar memiliki pijakan fakta ilmiah yang semakin mantap dan diakui secara luas.
Bupati Sam'ani menegaskan bahwa agenda rekonstruksi historis ini sama sekali tidak ditujukan untuk memicu perdebatan atau mempertentangkan hasil kajian sejarah yang telah dirumuskan sebelumnya.
Sebaliknya, langkah ilmiah ini diposisikan sebagai ikhtiar bersama dalam menjembatani berbagai pandangan dan mencari titik temu yang objektif berdasarkan sumber-sumber sejarah yang valid dan teruji.
Salah satu rujukan artefak dan literatur utama yang menjadi sorotan penting dalam kajian ini adalah keberadaan Prasasti Mihrab Masjid Al-Aqsha Kudus (Masjid Menara Kudus).
Prasasti tua tersebut dinilai menyimpan deretan bukti epigrafi bernilai tinggi yang menjadi saksi kunci jejak peninggalan serta dinamika peradaban masyarakat Kudus di masa lampau.
Melalui seminar nasional ini, para narasumber dan ahli sejarah membedah berbagai sudut pandang ilmiah terkait kronologi serta latar belakang peristiwa penting yang melandasi berdirinya Kudus.
Diskusi yang berlangsung dinamis tersebut diharapkan mampu mengurai benang merah perjalanan sejarah daerah dari berbagai aspek teknis maupun konteks sosial-budaya.
Pemkab Kudus meyakini bahwa keterlibatan lintas elemen—mulai dari akademisi, budayawan lokal, hingga tokoh masyarakat—sangat krusial untuk menghasilkan pemahaman sejarah yang komprehensif.
Seluruh dinamika dan gagasan yang mengemuka dalam seminar nasional ini nantinya akan dirumuskan secara cermat oleh tim perumus yang ditunjuk.
Hasil rumusan komprehensif dari seminar ini akan dijadikan bahan pertimbangan utama bagi Pemerintah Kabupaten Kudus dalam mengambil langkah penetapan maupun penyesuaian kebijakan terkait Hari Jadi Kabupaten Kudus.
Penetapan hari jadi yang berlandaskan fakta sejarah yang solid diyakini mampu meningkatkan rasa bangga serta rasa memiliki (sense of belonging) seluruh lapisan warga terhadap daerahnya.
Selain itu, dokumen hasil kajian ilmiah ini juga diproyeksikan menjadi bahan edukasi sejarah yang otentik bagi generasi muda di Kabupaten Kudus agar tidak kehilangan akar budayanya.
Langkah berani Pemkab Kudus dalam merekonstruksi sejarah daerah ini mendapat apresiasi positif dari para peserta yang hadir karena dinilai transparan dan berbasis data akademik.
Melalui seminar nasional ini, Kabupaten Kudus menunjukkan komitmennya untuk terus merawat warisan leluhur dan mengukuhkan identitas daerah berbasis bukti sejarah yang sahih demi kejayaan Kota Kretek di masa depan.