Ketok Palu Kontrak Rp 8,4 M, Talut Ambles Jalur Colo Kudus Siap Diperbaiki 180 Hari

08 Juli 2026


KUDUS, Kudusterikini.com  – Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pati melakukan pengecekan terhadap jalan dan talut yang ambles di ruas Kudus-Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Rabu (8/7/2026). Pengecekan dilakukan bersama konsultan pengawas dan kontraktor sebagai persiapan pelaksanaan proyek penanganan longsoran di jalur wisata tersebut

Ketua Kelompok Kerja Jepara-Kudus BPJ Wilayah Pati, Parjo mengatakan, pengukuran lapangan telah dilakukan untuk memastikan kesiapan pekerjaan yang dalam waktu dekat segera dimulai

"Sudah ada konsultan pengawas dan kontraktor yang melakukan pengukuran di lapangan. Kami akan segera melaksanakan pekerjaan itu di lapangan," ujarnya

Menurutnya, kontrak pekerjaan penanganan longsoran tersebut telah ditandatangani beberapa hari sebelumnya. Karena itu, pihaknya meminta kontraktor memanfaatkan kondisi cuaca yang masih mendukung untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan.

"Kontraknya sudah dilaksanakan beberapa hari lalu. Mumpung cuacanya bagus, saya minta kontraktor dan konsultan segera melaksanakan pekerjaan dan memanfaatkan cuaca yang bagus ini," katanya.

Parjo menjelaskan, kerusakan yang akan ditangani meliputi amblesnya badan jalan serta runtuhnya dinding penahan tanah atau talut di lokasi tersebut.

"Itu badan jalannya ambles, kemudian dinding penahan tanahnya runtuh. Nanti akan dipasang perkuatan dan dilakukan rehabilitasi di situ," jelasnya.

Berdasarkan data proyek, penanganan longsoran di ruas Kudus-Colo KM 68+710 di Kecamatan Dawe tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp 8.467.991.000 dari pagu anggaran Rp 8.510.634.000.

Pekerjaan tersebut dikerjakan CV Tri Jasa Tehnik dengan masa pelaksanaan selama 180 hari kalender. Adapun panjang penanganan longsoran mencapai sekitar 66 meter

Lokasi tersebut merupakan titik longsor di depan gerbang masuk kawasan wisata Colo yang terjadi pada 9 Januari 2026 lalu. Saat itu, hujan deras menyebabkan badan jalan dan talut ambles hingga mengakibatkan dua kendaraan terperosok ke jurang. Hingga dilakukan pengecekan pada Rabu (8/7/2026), kerusakan di lokasi tersebut telah berlangsung selama hampir enam bulan.

Meski terdapat kerusakan di titik tersebut, Parjo memastikan jalur menuju kawasan wisata Colo masih aman dilalui kendaraan, termasuk bus wisata berukuran besar

Namun demikian, pengemudi diminta tetap berhati-hati, terutama saat melintasi tikungan dan titik manuver yang terbatas.

"Untuk bus besar sebenarnya masih bisa melintas. Hanya memang saat bermanuver di beberapa titik harus hati-hati," imbuhnya.