KUDUS, 10 Juli 2026 – Goal Aksis Cimahi memastikan diri sebagai runner-up grup B HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 usai mengalahkan wakil Surabaya, Tigers Football Academy Surabaya 2-0 dalam matchday ketiga fase grup yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (10/7). Esok hari, skuad besutan Coach Budi Sufarlan itu akan berjumpa dengan wakil Jawa Barat lainnya yakni Mojang Priangan di partai semifinal.
Mencuplik jalannya pertandingan antara Goal Aksis versus Tigers Football Academy, klub asal Cimahi itu mengambil inisiatif serangan setelah sepak mula babak pertama. Namun, kedisiplinan lini bertahan Tigers Football Academy membuat pertarungan lebih banyak terjadi di lini tengah di 10 menit awal babak pertama. Memaksimalkan permainan bola pendek, Goal Aksis mendapat peluang bersih lewat kaki Dian Aprilia Pary di menit 16. Melakukan spekulasi dari luar kotak penalti, tendangannya masih membentur tiang lawan. Tak lama berselang, Bilqis Fatimah Az Zahra juga melakukan skema yang mirip tapi sepakannya masih melenceng ke sisi kiri gawang.
Upaya Goal Aksis membuka keran gol akhirnya tercipta dari Vanessa Putri Danka Akasah di menit 18. Masuk dari bangku cadangan, pemain nomor 5 itu berhasil memanfaatkan bola muntah hasil tendangan Dian Aprilia Pary yang tidak bisa diantisipasi sempurna oleh kiper lawan, ALlicia Pramitha Husada. Setelah itu, beberapa peluang tetap diupayakan oleh kedua tim namun tidak mengubah skor 1-0 sampai babak pertama berakhir.
Berlanjut di babak kedua, jalannya permainan tidak banyak berubah. Goal Aksis yang butuh tambahan gol dalam upayanya menjadi juara Grup B terus mengencangkan variasi serangan untuk membongkar pertahanan Tigers Football Academy Selain skema through ball, inisiatif melepaskan shoot dari luar penalti juga terus dilakukan.
Terus tertekan, Tigers Football Academy bukannya tanpa perlawanan. Sulit menembus lini pertahanan lawan dari build up, mereka lebih banyak melakukan tembakan dari luar kotak penalti, salah satunya lewat kaki Nur Hidayati. Sayang, tendangannya masih bisa diamankan oleh kiper Elbian Defika Aryasatya.
Gol tambahan dari Goal Aksis akhirnya datang di menit 34. Bermula dari lemparan ke dalam, kelengahan lini bertahan Tigers Football Academy menjaga pergerakan lawan membuat tiga penggawa Goal Aksis nyaman berada di zona berbahaya. Bola panjang kiriman Bilqis Fatimah Az Zahra dari lini kedua pun berhasil dioptimalkan Nadia Afriliani untuk memperlebar keunggulan timnya.
Di sisa waktu yang ada, Goal Aksis punya kans menambah gol, salah satunya lewat kaki Bilqis Fatimah Az Zahra. Sayang, dua peluang yang terjadi di menit 35 dan 45 lewat spesialisasinya menembak dari jarak jauh hanya membentur tiang gawang. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 2-0 tetap bertahan.
Berhasil mengamankan tiket semifinal, Pelatih Kepala Goal Aksis, Budi Sufarlan menilai anak asuhnya sudah punya banyak improvisasi mengadaptasi situasi dinamis yang terjadi di lapangan. Baginya, hal itu jadi modal penting untuk menghadapi juara Grup A sekaligus melakoni derby Jawa Barat melawan Mojang Priangan di babak semifinal.
“Mereka (pemain) hari ini main lebih tenang, jadi lebih keluar potensinya sih. Dan syukur alhamdulillah hari ini dari pemain Goal Aksis menuangkan kemampuannya, lebih terlihat karakter permainan dari Goal Aksis, cara bermain build-up nya seperti apa, defending-nya seperti apa, dan transisinya seperti apa. Untuk semifinal, kami sudah pernah ketemu sama Mojang Priangan dan punya track record bagus, jadi kalau secara teknik dan taktikal tidak kami terlalu pikirkan, yang paling kami pikirkan adalah motivasi ketika bertanding sih. Jadi siapa yang motivasinya lebih di lapangan, mungkin itu yang akan keluar sebagai pemenang,” katanya.
Dari sisi pemain, Alika Nailah Arkana Oskar, Penggawa lini depan Goal Aksis mengungkapkan kunci kemenangan atas Tigers Football Academy yakni bermain lebih mengalir demi memaksimalkan umpan pendek antar lini hingga ke sisi penyerangan. Menurutnya hal tersebut adalah jawaban dari hasil evaluasi pelatih pada pertandingan sebelumnya. “Hari ini kami lebih banyak berkomunikasi di lapangan, terus mainnya juga lebih sabar jadi tidak gampang kehilangan bola. Bersyukur kita bisa menang dan maju ke semifinal, semoga di pertandingan berikutnya kami bisa tampil lebih baik lagi,” ujar pemain nomor 9 itu.
Sementara itu, Patar Samuel Parningotan, Pelatih Kepala Tigers Football Academy menyadari mental bermain timnya masih menjadi kendala utama sehingga tak bisa mendapatkan hasil yang maksimal dan nihil kemenangan di tiga laga fase Grup B HYDROPLUS Soccer League 2025/2026. “Skema permainan yang kami harapkan sebenarnya sangat dipengaruhi oleh faktor mental anak-anak. Secara pemahaman taktik, mereka sebenarnya sudah paham format permainan di lapangan dengan skema two-diamond. Namun, karena pengaruh mental di pertandingan pertama dan kedua, skema itu tidak terlihat. Baru pada pertandingan terakhir tadi skema tersebut mulai terlihat, kami bisa lebih menekan lawan.
Terlepas dari hasil yang kurang memuaskan, Coach Patar berterima kasiih kepada Djarum Foundation yang telah menyelenggarakan HYDROPLUS Soccer League 2025/2026 sebagai wadah pengembangan bakat dan prestasi pesepakbola putri belia. “Tterima kasih kepada Djarum Foundation dan seluruh stakeholder yang telah menyelenggarakan turnamen seperti ini. Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan prestasi dan memberikan mereka kesempatan berkembang. Kami juga berterima kasih kepada Kota Kudus yang telah menyambut kami dengan penuh keramahan,” katanya.
Bellabee Hugo Mackenzie, Penyerang Tigers Football Academy memastikan rekan setimnya memetik pelajaran berharga dari partisipasi mereka di turnamen kali ini. “Ini adalah kali pertama bagi saya dan beberapa teman lainnya berkompetisi di level nasional. Apalagi bermain di stadion besar dalam event populer yang dikenal di seluruh Indonesia untuk sepakbola putri, jadi kami merasakan gugup. Tapi saya bisa melihat perkembangan kami di dalam tim. Jadi, di turnamen ini kami melihat lebih pada perkembangan cara berpikir kami sepanjang pertandingan dan apa yang bisa kami pelajari dari laga-laga sebelumnya,” ujarnya.