KUDUS, 10 Juli 2026 – Arema FC Women Malang berhasil menjejakkan diri ke semifinal U-18 HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 usai bermain imbang 1-1 melawan Putri Tangsel City Tangerang Selatan pada matchday terakhir fase grup B yang diselenggarakan di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (10/7). Sementara, tiket semifinal lainnya diraih oleh Akademi Persib Bandung setelah menundukkan perlawanan Samba Persada Women Sukoharjo dua gol tanpa balas.
Pada babak semifinal U-18 Sabtu (11/7), Arema FC Women yang berstatus juara Grup B akan berhadapan dengan runner-up Grup A, Putri Garut. Sementara, Akademi Persib Bandung yang menjadi runner-up Grup B akan berhadapan dengan Putri JP Jakarta yang berstatus Juara Grup A.
Intens Sejak Menit Awal, Akademi Persib Bandung Keluar dari Lubang Jarum
Laga melawan Samba Persada Women di matchday terakhir Grup B pada Jumat (10/7) merupakan ujian ‘keluar dari lubang jarum’ bagi Akademi Persib Bandung. Skuad Kota Kembang harus menang demi meraih tiket semifinal. Jika tidak, dua tim lainnya yakni Arema FC Women dan Putri Tangsel City berpotensi menggagalkan langkah demi meraih Piala HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 seri perdana. Sementara itu, Samba Persada Women yang belum meraih di dua laga sebelumnya juga tidak mau mengalah begitu saja.
Alhasil, atmosfer kompetitif menyelimuti sejak peluit awal dibunyikan. Akademi Persib Bandung lebih dulu mengambil inisiatif serangan, namun Samba Persada Women langsung membalas tekanan. Bahkan pada menit pertama, gelandang Griselda Vivian Mariana mampu menghadirkan ancaman di depan mulut gawang Akademi Persib Bandung. Sementara itu, upaya serangan balik cepat Akademi Persib Bandung masih belum mampu membawa bola menembus kotak penalti lawan.
Permainan banyak berkutat di sektor tengah melalui sirkulasi umpan-umpan pendek yang beberapa kali berujung situasi bola mati. Salah satunya pada menit ke sembilan saat Auliah Arifah memperoleh kesempatan mengeksekusi tendangan bebas dari luar kotak penalti. Namun, bola yang mengarah ke gawang masih mampu dibaca dengan baik oleh penjaga gawang Samba Persada Women, Fairus Khalisa Putri.
Memasuki pertengahan babak pertama, Akademi Persib Bandung semakin intens menekan hingga memaksa Samba Persada Women lebih banyak bertahan di wilayah permainannya sendiri. Meski demikian, rapatnya organisasi pertahanan yang dikomandoi Khalishah Almira Safitri membuat Akademi Persib Bandung kesulitan menemukan ruang tembak. Sejumlah peluang dari situasi bola mati pun belum mampu dimaksimalkan dan hanya berakhir menjadi tendangan spekulasi. Disiplin lini belakang Samba Persada Women membuat Akademi Persib Bandung tak leluasa melepaskan shoot on target. Hingga tambahan waktu dua menit berakhir, skor kacamata tetap menghiasi papan pertandingan.
Memasuki babak kedua, pertandingan diwarnai drama kartu merah. Wasit Nilam Soraya mengeluarkan kartu kuning kedua untuk kapten Samba Persada Women, Khalishah Almira Safitri, pada menit ke-37 usai melanggar Safa Amelia. Bermain dengan 10 pemain, Samba Persada Women tetap berupaya memberikan perlawanan maksimal dengan menunjukkan semangat juang tinggi. Tongkat komando serangan pun beralih kepada Khoirunnisa Putri Wibowo yang mencoba menjaga ritme permainan timnya.
Kondisi kurang menguntungkan datang bagi Samba Persada Women saat Listiya Budi Shavina melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti ketika berusaha memutus aliran bola yang dibawa gelandang Akademi Persib Bandung, Zahra Nafisa Dwi Agustin. Wasit langsung mengganjarnya dengan tendangan penalti. Auliah Arifah yang dipercaya sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan sepakan terarah ke sudut kanan gawang yang tak mampu dijangkau Fairus . Gol tersebut membawa Akademi Persib Bandung unggul 1-0.
Keunggulan itu menjadi suntikan motivasi bagi Akademi Persib Bandung untuk terus meningkatkan tekanan. Meski kalah jumlah pemain, Samba Persada Women tetap menunjukkan fighting spirit tinggi dengan mempertahankan blok pertahanan yang rapat demi menghentikan gempuran lawan.
Namun, tekanan Akademi Persib Bandung kembali membuahkan hasil pada menit ke-59. Berawal dari umpan Zahra Putri Permata Sari dari sisi lapangan, Mega Aprilia sukses menyambut bola di depan gawang. Fairus yang telah bersiap di sisi kiri gawang tak memiliki cukup waktu untuk mengantisipasi bola yang meluncur ke sisi berlawanan sehingga skor berubah menjadi 2-0. Hingga penghujung pertandingan, duel perebutan penguasaan bola masih berlangsung sengit. Tambahan waktu dua menit tak mampu mengubah papan skor. Kemenangan 2-0 memastikan Akademi Persib Bandung melangkah ke babak semifinal.
Meski menang dua gol, Gelandang Akademi Persib Bandung, Auliah Arifiah mengaku sulit mendapatkan ruang gerak saat melakukan penekanan di wilayah pertahanan Samba Persada Women terutama di babak pertama. Setelah mendapatkan evaluasi di ruang ganti pemain saat waktu jeda, Akademi Persib Bandung bisa bermain lebih sabar hingga akhirnya mencatatkan dua poin di babak kedua.
“Kami tadi cukup kesulitan membongkar pertahanan lawan, karena kami belum bisa memprediksi pola permainan lawan. Baru di babak kedua setelah evaluasi kami bermain lebih tenang dan lebih menekan. Alhamdulillah, kami berhasil meraih kemenangan dan memastikan diri lolos ke babak semifinal. Kami akan mengevaluasi diri, saling berkomunikasi antar pemain, memperbaiki koordinasi antar lini untuk saling menguatkan satu sama lain. Semoga nanti di babak semifinal kami bisa menunjukkan penampilan terbaik kami,” ucap Auliah.
Membawa tim asuhannya lolos ke babak semifinal HYDROPLUS Soccer League All-Stars
2025/2026, Pelatih Kepala Akademi Persib Bandung, Dian Nadia Mutiara akan melakukan
sejumlah evaluasi demi menyempurnakan variasi game plan yang akan diaplikasikan pada fase
semifinal. Coach Dian menyoroti soal konsistensi performa pemain yang terkadang dipengaruhi
oleh faktor individual.
“Saya akan menginstruksikan para pemain untuk bermain lebih sabar, apalagi dengan cuaca yang sangat panas. Jika pemain menghabiskan energi dengan berlari-lari tanpa tujuan, itu sangat tidak efisien. Pemain usia muda, seperti usia 16 atau 17 tahun, memang kadang penampilannya cenderung belum se-konsisten pemain senior. Saya akan meminta mereka untuk lebih sabar dan tenang, tetapi ketika ada kesempatan merebut bola, lakukanlah secepat mungkin. Saya juga akan lebih menekankan pemain bisa mengubah beberapa taktik agar tidak sama dengan fase grup. Menghadapi lawan di semifinal tentu tensinya berbeda karena mereka adalah tim-tim kuat, jadi taktik kami tidak akan sama dengan saat di fase grup,” papar Coach Dian.
Di sisi lain, Samba Persada Women menunjukkan mentalitas tinggi di lapangan hijau. Keisya Aulia Hardinata yang memperkuat lini tengah Samba Persada Women tak patah semangat untuk tampil totalitas membawa nama klub di putaran nasional ini, sekalipun harus terhenti di fase grup.
“Saya sudah berusaha, dan teman-teman juga sudah berjuang semaksimal mungkin. Dengan kondisi hanya berkekuatan 10 pemain, kami masih bisa bertahan sampai akhirnya kebobolan. Namun menurut saya, perjuangan ini masih menjadi suatu hal yang patut dibanggakan, karena kami masih bisa menahan gempuran lawan dan hanya kebobolan 2 gol, tidak lebih dari 3 gol. Hal tersebut sudah menjadi kebanggaan tersendiri buat tim Samba Persada Women,” ucap Keysha.
Senada, Pelatih Kepala Samba Persada Women, Ari Guntur Dewanto mengapresiasi anak asuhannya yang mampu mengendalikan mental dan tetap bertahan kala menemui kesulitan di lapangan. “Saya akui daya juang pemain kami sangat luar biasa. Untuk pertandingan hari ini, kami berjiwa besar mengakui kekalahan. Ini kesempatan pertama kami melaju ke putaran nasional, tentu tidak mudah. Kami merasa durasi persiapan kami masih kurang, terutama dari segi fisik pemain. Pertemuan dan tingkat persaingan di level nasional ini rasanya sangat jauh berbeda dengan tingkat regional,” kata Coach Guntur.
Tahan Imbang Putri Tangsel City, Arema FC Women Melaju ke Semifinal
Berupaya memastikan diri berlaga di semifinal, Arema FC tetap tampil impresif menghadapi laga terakhir penyisihan Grup B U-18 melawan Putri Tangsel City. Di sisi lain, srikandi putri asal Tangerang Selatan yang butuh kemenangan untuk menjaga asa lolos ke babak empat besar juga menunjukkan semangat juang tinggi. Hasilnya, duel sengit langsung terjadi antar gelandang karena masing-masing tim bertarung menguasai garis tengah lapangan untuk mengembangkan pola permainan sejak pluit awal dibunyikan.
Putri Tangsel yang butuh kemenangan besar guna mengamankan tiket ke semifinal, kerap memanfaatkan lebar sebelah kanan lapangan untuk membangun serangan. Sementara itu, Arema FC Women bermain lebih sabar dan menanti celah kesalahan lawan. Peluang pertama Putri Tangsel City hadir lewat sontekan Cessa Elyen Febriani yang memanfaatkan sepak pojok dari Debby Alvani Zanaya. Namun usahanya membuka keunggulan tak membuahkan hasil karena bola mengarah tepat ke arah kiper. Berikutnya, upaya Putri Tangsel City mencari gol cepat, kembali datang lewat Cessa Elyen. Pemain nomor 14 itu melakukan tembakan jarak jauh yang hanya mampu menyentuh tiang gawang.
Merespon agresivitas lawan, Arema FC Malang mulai tampil ofensif. Akselerasi Oktavia Safara Putri dari sisi kanan yang diakhiri tendangan terarah masih dijangkau kiper lawan. Sementara pemain Arema FC Women bernomor punggung 9, Nigita Putri Tauladani, juga sempat berupaya memecah m kebuntuan dengan tendangan spekulasi dari luar garis 12 pas meski tak bisa mengubah skor saat jeda istirahat.
Pada 35 menit kedua, Putri Tangsel City memulai pertandingan lebih memaksimalkan ball possession. Tapi kesalahan elementer seperti passing dan control membuat mereka banyak tertekan. Satu peluang bersih dari Arema FC Women di awal babak kedua datang dari Merisya Ika Hendrawan yang tendangannya membentur tiang di menit 55. Akhirnya, gol yang ditunggu datang ketika counterattack membuat Arema FC Women yang dikreasikan trio penyerang, Juliana Adriana Gabriella Waum, dan Merisya Ika Hendrawan menghasilkan gol yang dicetak oleh Oktavia Safara Putri di menit 66. Sayangnya, Arema FC gagal mengemas poin sempurna di fase grup setelah kemasukan di injury time lewat gol yang dicetak oleh Savaira Rizqin. menerima umpan dari Cess Elyen Febriani sehingga membuat Putri Tangsel City terhindar dari kekalahan.
Keysha Putri Dwi Arianti, Kiper Arema FC Women bersyukur timnya bisa melalui laga berat dan memastikan melaju ke semifinal. Namun, ia menyayangkan kelengahan lini belakang di penghujung laga yang menggagalkan mereka meraih poin sempurna di fase grup. "Saya akui kami sempat hilang fokus di menit akhir, apalagi arah bolanya (saat gol Putri Tangsel City) ke sudut gawang, jadi saya memang sulit mengantisipasi bola tersebut. Untuk semifinal kami harus mengurangi kesalahan seperti itu agar bisa memenangkan pertandingan,” kata pemain bernomor 30 itu.
Sementara itu, Dindin Wahyudin, Pelatih Kepala Arema FC Women menyatakan akan fokus pada proses recovery anak asuhnya menjelang laga melawan Putri Garut di semifinal. Selain itu, ada beberapa hal yang juga perlu dievaluasi, khususnya di lini serang agar bisa lebih produktif mencetak gol. “Tentunya kami akan menganalisis bagaimana lawan secara taktikal. Itu akan menjadi bahan evaluasi dan memutuskan skema taktikal untuk cara bermain di pertandingan semifinal. Kalau treatment khusus secara taktikal untuk lini serang tentu kami tidak memiliki waktu yang cukup. Namun, tim pelatih akan memberikan gambaran atau arahan singkat mengenai penyelesaian akhir. Dalam tiga pertandingan terakhir, anak-anak hanya kurang tenang atau kurang klinis dalam melakukan m penyelesaian akhir saja,” ucapnya.
Di lain pihak, Pelatih Kepala Putri Tangsel City, Saronih menyayangkan anak asuhnya tak turun ke lapangan dengan kondisi 100 persen lantaran beberapa pemainnya mengalami cedera. Meski tampil dengan komposisi tak sempurna, ia mengapresiasi skuad yang tersisa lantaran tetap memberikan semangat juang pantang menyerah di lapangan sehingga terhindar dari kekalahan.
“Saya cukup puas mereka menampilkan performa terbaik. Walaupun keadaan fisik mereka hanya 70%, tetapi di lapangan mereka menunjukkan mentality 1000% menurut saya tadi, dan terbukti kami bisa mengimbangi Arema. Menurut saya, pertandingannya sangat seru dan menarik. Evaluasinya, mungkin jika kualitas pemain pengganti kami tidak jauh berbeda dengan pemain starternya, itu tidak akan menjadi masalah. Namun, itulah yang menjadi kendala utama kami di pertandingan ini,” ujarnya.
Dari sisi pemain, Debby Alvani Zanaya, Kapten Putri Tangsel City juga menyoroti ketimpangan kualitas pemain di skuadnya. Selain itu, masalah komunikasi jadi aspek lain yang juga penting dievaluasi. "Ya, untuk komunikasi sama teman-teman aku rasa sudah cukup bagus walau masih ada miss-nya di lapangan. Cuma memang kami ada beberapa pemain yang masih sakit sehingga tidak bisa tampil optimal meski mereka tetap bertanggung jawab untuk memaksakan diri agar pertandingan ini bisa diselesaikan dengan tuntas,” kata pemain bernomor 4 itu.