KUDUS, 11 Juli 2026 – Partai pamungkas HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 akan segera bergulir di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Minggu (12/7). Di sektor U-18, tahta juara akan diperebutkan oleh Akademi Persib Bandung dan Putri Garut pada pukul 14.00 WIB. Skuad Kota Kembang sukses melaju ke babak final usai mengalahkan Putri JP Jakarta dengan skor tipis 2-1. Sementara Putri Garut menjadi penantang di partai pamungkas usai menekuk Arema FC Women 1-0 di babak semifinal.
Laga final ini menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim. Bagi Putri Garut, kemenangan akan memastikan mereka menutup turnamen dengan catatan tanpa kekalahan. Sementara itu, bagi Akademi Persib Bandung, gelar juara akan melengkapi dominasi mereka setelah sebelumnya berhasil menjadi juara di level regional.
Akademi Persib Bandung Langkahkan Kaki ke Final Usai Redam Putri JP Jakarta
Perebutan tiket menuju final antara Akademi Persib Bandung dan Putri JP Jakarta diwarnai duel penguasaan bola yang ketat di sektor tengah sejak peluit awal berbunyi. Putri JP Jakarta lebih dulu mengambil inisiatif serangan dengan pola permainan menyerang. Namun, Akademi Persib Bandung sigap meredam agresivitas Putri JP Jakarta dan memanfaatkannya menjadi serangan balik cepat. Permainan terorganisir yang diperagakan Akademi Persib Bandung perlahan mampu menembus sepertiga akhir lapangan, meski kecepatan lini belakang Putri JP Jakarta masih mampu membuang bola dari area berbahaya.
Sektor tengah menjadi arena pertarungan sengit untuk memperebutkan kendali permainan. Kedua tim sama-sama disiplin menutup ruang sehingga sirkulasi bola kerap terputus. Peluang terbaik Akademi Persib Bandung hadir pada menit ke-12 saat Nasywa Salsabila Fatah lolos dari jebakan offside usai menerima kiriman bola dari lini tengah. Nasywa melepaskan tembakan yang masih melambung jauh di atas mistar gawang.
Putri JP Jakarta merespons dengan membangun serangan dari lini belakang melalui kombinasi umpan-umpan pendek untuk menembus lapisan pertahanan Akademi Persib Bandung. Memanfaatkan ruang terbuka, Lareina Ramira Savvy menerima umpan dari Keyssya Anastassya Harun dan melepaskan sepakan mendatar. Namun, bola masih mampu diamankan penjaga gawang sekaligus kapten Akademi Persib Bandung, Gadhiza Asnanza. Duel udara juga beberapa kali mewarnai kotak penalti Akademi Persib Bandung saat berusaha menghalau bola-bola lambung dari sektor tengah. Perebutan penguasaan bola pun masih berkutat di lini tengah dan kerap menghasilkan situasi bola mati.
Memasuki injury time, Akademi Persib Bandung mendapat hadiah penalti setelah Sabrina Zee
Alfiansih Supriyatna melakukan pelanggaran terhadap Keyra Az Zahra di dalam kotak penalti. Auliah Arifah yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan tenang dan membawa Akademi Persib Bandung unggul 1-0. Skor tersebut bertahan hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama.
Pada babak kedua, intensitas pertandingan meningkat. Putri JP Jakarta langsung mengambil inisiatif serangan untuk mengejar defisit gol. Kombinasi umpan-umpan pendek beberapa kali mampu menembus sepertiga akhir lapangan, namun masih dipatahkan rapatnya blok pertahanan Akademi Persib Bandung.
Peluang terbaik Putri JP Jakarta datang pada menit ke-45. Sepak pojok Aurellia Anindya Tawaris menciptakan kemelut di depan gawang. Tiga pemain Akademi Persib Bandung sempat berjibaku menutup ruang tembak untuk membantu penjaga gawang, tetapi Mentari Putri Hayfa Ramadani berhasil menyambar bola dengan sundulan yang mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Selepas gol penyeimbang, duel perebutan kendali bola kembali berlangsung ketat. Kedua tim silih berganti melakukan intercept dan memutus aliran umpan sehingga permainan lebih banyak berkutat di sektor tengah. Akademi Persib Bandung mencoba mengubah ritme melalui kombinasi umpan pendek dan through pass untuk membuka celah, tetapi kedisiplinan lini belakang Putri JP Jakarta masih mampu meredam ancaman.
Saat laga diprediksi berlanjut hingga adu penalti, Akademi Persib Bandung justru kembali unggul pada menit ke-69. Auliah Arifah memastikan brace setelah sepakan kerasnya dari luar kotak penalti meluncur ke gawang tanpa mampu dijangkau Fathia Neeza. Skor pun berubah menjadi 2-1. Memasuki tambahan waktu dua menit, Putri JP Jakarta mengerahkan seluruh pemain untuk mencari gol penyeimbang, termasuk memaksimalkan situasi bola mati. Namun, upaya tersebut belum mampu membongkar disiplin pertahanan Akademi Persib Bandung. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan dan mengantarkan Akademi Persib Bandung melaju ke partai final HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026.
Striker Akademi Persib Bandung, Nasywa Salsabila Fatah bersyukur atas hasil impresif usai melakoni laga alot melawan Putri JP Jakarta. Meski memiliki waktu pendek untuk beristirahat sembari menyiapkan diri tampil di partai pamungkas esok, Nasywa memastikan timnya akan berjuang habis habisan merebut podium tertinggi.
“Aku bersyukur banget ke Allah Yang Maha Kuasa atas rezeki yang diberikan hari ini, dan berkat kerja keras teman-teman, ofisial dan semua tim di lapangan. Tadi sama-sama saling counter, tapi kami bisa mengontrol tempo permainan. Di final besok, kami akan all-out karena ingin mendapat gelar juara di ajang ini. Jadi kami akan memanfaatkan waktu recovery singkat ini, bagaimanapun besok kami habiskan tenaga untuk jadi juara,” ucap Nasywa.
Pelatih Kepala Akademi Persib Bandung, Dian Nadia Mutiara mengapresiasi skuad asuhannya yang mampu menunjukkan fighting spirit tinggi kendati mulai kehabisan tenaga. Meski demikian, Coach Dian akan melakukan recovery cepat dan meracik strategi baru di final lagi untuk mengoyak pertahanan lawan.
“Alhamdulilah Akademi Persib Bandung bisa melangkah ke fase selanjutnya. Ini pertandingan yang sangat luar biasa, karena saling jual beli serangan. Saya menekankan untuk lebih sabar bermainnya dan sesuai skema. Dari pinggir lapangan saya hanya bisa memberikan motivasi pada mereka. Saya akan serahkan pada pemain apakah mereka mau jadi yang pertama atau kedua. Tapi yang jelas untuk lawan besok, ditunggu sama ‘Maung Bandung’,” tegas Coach Dian.
Striker Putri JP Jakarta, Kikka Putri Ramadani tak kehilangan semangat meski harus menelan kekalahan atas upaya yang dilakukan di lapangan. Diposisikan sebagai ujung tombak serangan Putri JP Jakarta, Kikka masih tampil impresif menyelesaikan tugasnya di depan garis gawang.
“Kecewa karena kalah, tapi saya banga dengan teman-teman yang telah berjuang di lapangan. Kami habiskan semua tenaga dan berikan yang terbaik buat pelatih. Di semifinal ini lawannya tangguh. Ini merupakan perjalanan buat kami, semoga bisa lebih baik lagi. Turnamen ini menjadi wadah untuk kami belajar dan berkembang. Tentu aku selalu berusaha cetak gol dan push kemampuan diri aku sendiri untuk menampilkan yang terbaik,” ucap Kikka usai melakoni laga.
Senada, Pelatih Kepala Putri JP Jakarta Herry Susilo angkat topi akan keberhasilan skuadnya mampu melangkah hingga partai semifinal. Melakoni laga sengit, Coach Herry mengakui, mental penggawa Putri JP Jakarta harus kembali diasah melalui kompetisi berjenjang dan berkelanjutan agar tumbuh semangat juang dan rivalitas yang positif.
“Saya apresiasi penuh perjuangan mereka (Putri JP Jakarta). Walaupun tertinggal, semangat mereka ingin selalu tidak kalah. Di laga tadi kita tidak berbicara teknis, tapi mental lawan lebih siap daripada Putri JP Jakarta yang masih nervous. Hal itu membuat komunikasi di lapangan tidak jalan. Turnamen ini luar biasa. Selama ini kami tidak punya kompetisi sepak bola putri yang jelas. Terimakasih kepada HYDROPLUS dan Bakti Olahraga Djarum Foundation yang telah memberikan kesempatan kepada para pemain muda. Semoga, kompetisi ini dilanjutkan dengan tim yang lebih banyak,” kata Coach Herry.
Kokoh di Lini Pertahanan, Putri Garut Taklukkan Arema FC Women
Pada partai semifinal U-18 lainnya yang mempertemukan Arema FC Women dengan Putri Garut, pertarungan sengit lebih banyak terjadi di lini tengah hingga sepertiga lapangan. Alur serangan masing-masing tim tersendat tak sampai ke gawang lawan karena kedua tim menerapkan pressing ketat. Hingga 20 menit awal, relatif tidak ada banyak kesempatan mencetak gol. Peluang Putri Garut hadir lewat kombinasi umpan satu dua striker mereka, Irna dan Diana Annisa Rahmawati. Namun, kerjasama tersebut tak berbuah angka karena sentuhan akhirnya belum maksimal sehingga bisa digagalkan oleh kiper Arema FC Women, Keysha Putri Dwi Arianti pada menit ke-13. Sementara itu, Arema FC Women punya satu peluang terbaik dari Oktavia Safara Putri yang lepas dari jebakan offside. Berlari tanpa pengawalan, penempatan bolanya masih bisa ditepis penjaga gawang Putri Garut, Alwiwie Sunanto sehingga hanya menghasilkan sepak pojok.
Sepanjang sisa babak pertama, Arema FC Women mulai menemukan pola untuk membongkar kokohnya pertahanan yang menumpuk banyak pemain di garis belakang dengan bola pendek kaki ke kaki. Di lain sisi, Putri Garut lebih mengoptimalkan kecepatan penyerangnya untuk melakukan serangan balik. Sayangnya, hingga akhir babak pertama belum ada gol yang tercipta.
Di babak kedua, jalannya pertandingan tak banyak berubah. Alih-alih langsung menekan untuk mencari gol cepat, Putri Garut dan Arema FC Women memilih bermain tempo sedang untuk meminimalisir kesalahan sendiri. Pada menit ke-39 ada peluang dari Arema FC Women untuk unggul setelah operan Oktavia Safara Putri menghampiri jalur lari kawannya di sisi kanan, tapi sentuhan akhirnya gagal menghasilkan angka karena masih diamankan kiper lawan. Skor akhirnya berubah saat kiper Arema FC Women, Keysha Putri Dwi Arianti melakukan kesalahan ketika mengantisipasi long ball pemain tengah Putri Garut, Nazwa Bilbina Putri. Tanpa tekanan dari lawan, bola yang harusnya mudah diamankan justru berbuah gol untuk Putri Garut.
Tertinggal satu gol, Arema FC Women meningkatkan intensitas serangan. Sebaliknya, Putri Garut mulai merapatkan lini belakang sambil sesekali keluar menyerang. Ayu Wulan Agustin, kapten Putri Garut ada peluang lewat tendangan jarak jauh tapi Keysha melakukan save gemilang menjaga timnya tertinggal semakin jauh di menit ke 53.
Di sisa laga, angin serangan relatif terus mengarah ke pertahanan Putri Garut. Sayang, agresifitas yang ditunjukkan Arema FC Women tak kunjung membuahkan hasil. Namun, sampai peluit akhir dibunyikan tak ada lagi peluang yang bisa mengubah papan skor yang tertulis 1-0 untuk Putri Garut, termasuk peluang emas Irna yang tendangannya melenceng dari gawang Arema FC Women yang sudah kosong.
Pemain belakang Putri Garut, Ayu Wulan Agustin mengaku bangga timnya bisa menembus partai final. Menurut Ayu, semua kerja kerasnya sepanjang kompetisi terbayar tuntas dengan berhasil lolos ke partai puncak HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026.
“Sejujurnya bagi saya pribadi, saya bangga bisa ada di titik ini. Ini adalah hasil kerja keras tim dan juga hasil disiplin dari latihan. Selain itu, kami berhasil mengikuti instruksi pelatih dengan baik sepanjang laga. Untuk pertandingan besok, saya ingin bermain seperti tadi lagi dan siap menghadapi Akademi Persib di final,” ucap Ayu.
Pelatih Putri Garut, Depi Kupriansyah mengapresiasi kesigapan anak asuhnya mengaplikasikan skema permainan yang diarahkan tim pelatih. Ia sengaja meminta tim untuk memperdalam lini bertahan dan memanfaatkan serangan balik cepat untuk mendapatkan angka.
“Kami berhasil tampil sesuai rencana dengan menerapkan skema serangan balik. Kita semua tahu Arema tim berkualitas. Jadi, setelah unggul 1-0 kami langsung fokus bertahan dan tidak muluk-muluk menerapkan strategi khusus. Kami di sini datang sebagai kuda hitam. Jadi, walaupun tidak ada beban, kami tetap mengusahakan yang terbaik,” kata Depi menjelaskan.
“Soal menghadapi Persib di final, saya sudah mempelajari kekuatan mereka yang bermain dengan ciri khas “total football”. Saya juga sudah mempersiapkan bagaimana menghadapi tim dengan gaya bermain seperti itu. Sejujurnya, kami sudah tidak ada beban lagi karena target awal kami di semifinal. Tapi karena sekarang sudah kepalang tanggung, sekalian juara saja. Kami sudah mempersiapkan semua skenario termasuk jika ada skema adu penalti,” lanjut Depi.
Pemain Arema FC Women, Merisya Ika Hendrawan, mengaku timnya sempat tampil dengan skema yang direncanakan. Namun, kurangnya komunikasi membuat penyelesaian akhir menjadi kurang maksimal dan membuat timnya gagal mencetak gol penyama kedudukan.
“Sebetulnya komunikasi sempat berjalan dengan baik dan bahkan sempat intens menyerang, tapi karena kurang komunikasi jadinya gak berbuah gol. Kalau seandainya bisa fokus sedikit saja, mungkin ceritanya berbeda. Buat kami pertandingan tadi jadi pelajaran berharga untuk terus meningkatkan level permainan di masa mendatang,” ucap Merisya.
Pelatih Arema FC Women, Dindin Wahyudin, tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski tidak berhasil melaju lebih jauh. Menurutnya, masih banyak ruang untuk memperbaiki diri sehingga bisa menjadi tim yang lebih baik di masa mendatang.