KUDUS, Kudusterkini.com – Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan kapasitas insan pers di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital serta kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Hal tersebut disampaikannya secara tegas saat membuka secara resmi kegiatan Orientasi Anggota Baru dan Leadership Training Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Sam'ani menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat kepada seluruh peserta yang mengikuti rangkaian agenda penting organisasi kewartawanan tersebut.
Ia berharap kegiatan orientasi dan pelatihan kepemimpinan ini dapat menjadi bekal konkret bagi para jurnalis dalam meningkatkan wawasan, profesionalisme, serta kapasitas intelektual.
Langkah ini dinilai sangat vital agar para jurnalis semakin siap dan matang dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik di lapangan yang kian dinamis.
"Pemerintah merasa perlu bermitra strategis dengan PWI Kabupaten Kudus. Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Kudus yang kita cintai ini," ujar Sam'ani di hadapan para pengurus dan anggota PWI.
Menurut Sam'ani, lompatan teknologi informasi telah mengubah pola kerja media dan dunia jurnalistik secara drastis dibandingkan era sebelumnya.
Jika dahulu proses pengolahan dan penyampaian informasi membutuhkan waktu berjam-jam bahkan seharian, kini publik menuntut berita tersaji dalam hitungan detik.
Kondisi serba cepat tersebut, lanjutnya, menuntut insan pers tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi wajib mengedepankan akurasi serta ketepatan data.
"Di era digital yang berkembang sangat luar biasa ini, tuntutan bagi rekan-rekan pers semakin tinggi untuk menguasai semua lini, baik IT, Artificial Intelligence (AI), dan lain sebagainya," jelasnya.
Ia menambahkan, meski berita kini dihitung dalam hitungan detik, prinsip dasar verifikasi dan kebenaran informasi tidak boleh dikorbankan demi mengejar impresi.
Sam'ani juga mengingatkan agar media massa arus utama tidak terjebak dalam arus informasi viral di media sosial yang kerap kali belum teruji kebenarannya.
Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk memberikan edukasi literasi media kepada masyarakat luas.
"Jangan sampai pers terjebak tren sekadar curhat di TikTok tanpa data dan dukungan informasi yang jelas. Masyarakat perlu diedukasi bahwa setiap informasi harus melalui proses konfirmasi," tegasnya.
Ia menekankan bahwa produk jurnalistik yang matang wajib melalui tahapan pengambilan data yang valid, konfirmasi narasumber berwenang, serta penyajian yang objektif.
Di sisi lain, Pemkab Kudus menegaskan sikap terbuka terhadap kritik yang membangun dari insan pers demi perbaikan kinerja jajaran pemerintahan.
"Kami tidak anti-kritik. Kami memerlukan masukan dari semua pihak, termasuk rekan-rekan pers, karena kami menyadari dalam pelaksanaan pemerintahan pasti masih ada kekurangan," katanya.
Dalam kesempatan itu, Sam'ani juga menyinggung geliat agenda daerah, seperti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) se-Karesidenan Pati yang berpusat di Kudus.
Menurutnya, berbagai agenda besar daerah terbukti ampuh menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal, khususnya bagi para pelaku UMKM.
Oleh karena itu, ia meminta Dinas Perdagangan terus melakukan pendampingan kepada UMKM agar menjaga kebersihan, higienitas, dan kehalalan produk demi kepuasan pengunjung.
Usai memberikan arahan, Bupati Sam'ani secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan mengucap basmalah.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Kudus, Saiful Annas, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi reorganisasi PWI pada tahun 2027.
Rangkaian acara diawali dengan Leadership Training untuk menguatkan manajerial organisasi, dilanjutkan dengan Orientasi Anggota Baru bagi jurnalis yang belum memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA).
"Total peserta kegiatan berjumlah 26 wartawan dari berbagai lintas media, baik cetak, online, maupun radio. Kami berharap seluruh rangkaian acara melahirkan jurnalis yang adaptif, profesional, dan tetap menjunjung tinggi etika," pungkas Annas.