Cetak Wartawan Berintegritas, PWI Jateng Gembleng Calon Anggota lewat Orientasi Kewartawanan dan Leadership di Kudus

23 Juli 2026


KUDUS, Kudusterkini.com  – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas dan profesionalisme insan pers di daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Pelatihan Leadership dan Orientasi Anggota Baru yang digelar di Gedung Arpusda Kudus pada Kamis, 23 Juli 2026.


Agenda strategis ini dirancang khusus untuk memberikan pembekalan mendalam bagi para calon anggota baru PWI. Fokus utamanya mencakup pemahaman mendasar mengenai tata kelola keorganisasian serta penegakan etika jurnalistik dalam menjalankan tugas-tugas peliputan di lapangan.


Pelaksanaan orientasi kewartawanan ini diikuti oleh sekitar 26 peserta yang terdiri dari para calon anggota baru serta jajaran pengurus PWI Kabupaten Kudus. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh semangat profesionalisme dari seluruh insan pers yang hadir.


Selain sebagai wadah edukasi internal, kegiatan pembekalan ini juga disiapkan sebagai langkah antisipatif yang matang. Pelatihan ini menjadi bagian dari persiapan regenerasi dan reorganisasi kepengurusan PWI Kabupaten Kudus yang dijadwalkan akan berlangsung pada tahun 2027 mendatang.


Hadir secara langsung dalam kesempatan tersebut, Ketua PWI Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa orientasi kewartawanan merupakan pilar penting dalam upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) organisasi di tingkat daerah.


Setiawan menegaskan bahwa penguatan kapasitas insan pers di daerah sangat krusial untuk menjawab tantangan dunia informasi yang kian dinamis. Wartawan dituntut tidak hanya cepat dalam menyampaikan berita, tetapi juga akurat dan berpegang teguh pada kaidah jurnalistik.


Melalui program pelatihan terstruktur ini, beliau mendorong agar pertumbuhan anggota PWI di daerah tidak sekadar berfokus pada jumlah atau kuantitas semata. Yang jauh lebih utama adalah peningkatan kualitas, kapasitas, dan kapabilitas setiap wartawan yang tergabung di dalamnya.


Selama agenda berlangsung, para calon anggota baru mendapatkan paparan materi komprehensif mengenai dunia kejurnalistikan. Materi pokok yang disajikan meliputi penafsiran dan penerapan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) serta pemahaman mendalam terkait Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.


Tidak hanya fokus pada ranah teknis jurnalistik, para peserta juga dibekali dengan pemahaman mendasar mengenai keorganisasian PWI. Penjelasan mengenai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi disampaikan secara rinci agar seluruh calon anggota memahami aturan main organisasi tempat mereka bernaung.


Menurut Setiawan, pemahaman atas regulasi dan aturan internal organisasi sangat krusial untuk menanamkan jiwa profesionalisme wartawan sejak dini. Hal ini penting agar para wartawan memahami betul apa saja yang menjadi hak dan kewajibannya ketika resmi menyandang status sebagai anggota PWI.


"Setelah mengikuti orientasi ini, kami berharap ke depan calon anggota baru tidak hanya menjadi jurnalis biasa, tetapi juga mampu tumbuh menjadi kader-kader pemimpin, baik di internal organisasi PWI maupun di lembaga-lembaga strategis lainnya," ujar Setiawan penuh optimisme.


Pandangan senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jawa Tengah, Sunarto. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya pembekalan organisasi agar setiap calon anggota memahami seluk-beluk sejarah, fungsi, dan tanggung jawab besar yang mengiringi nama PWI.


Sunarto menambahkan bahwa bergabung dengan PWI membawa konsekuensi moral dan profesional yang tinggi. Setiap anggota dituntut untuk menjaga marwah pers nasional melalui karya-karya jurnalistik yang berimbang, edukatif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.


Sementara itu, pemateri lainnya yang turut memberikan penguatan, Ade Oesman, menyoroti pentingnya penguasaan Kode Etik Jurnalistik serta AD/ART organisasi bagi setiap wartawan muda. Penguasaan aspek hukum dan etika ini merupakan fondasi utama dalam berkarier di dunia jurnalistik.


"Bekal etika dan aturan organisasi ini sangat penting agar para wartawan muda memiliki karakter yang kuat. Mereka harus dilatih untuk senantiasa menjaga kredibilitas, integritas, dan independensi di tengah gempuran arus informasi saat ini," tegas Ade saat memberikan materi.


Ade menjelaskan lebih lanjut bahwa pemahaman yang kokoh terhadap regulasi pers akan memagari wartawan dari potensi pelanggaran hukum maupun etika. Hal ini juga yang membuat wartawan mampu menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya secara terukur dan penuh rasa tanggung jawab.


Lebih dari sekadar pelatihan formalitas, Ade berharap orientasi ini menjadi batu pijakan awal yang kokoh bagi para peserta. Keterampilan dan etika yang dipelajari diharapkan dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas peliputan sehari-hari di lapangan.


Melalui kegiatan pembekalan ini, PWI Kabupaten Kudus optimistis dapat melahirkan generasi jurnalis baru yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, tetapi juga teguh memegang integritas dan independensi demi menyajikan berita yang tepercaya bagi masyarakat.