KUDUS — Upaya mendongkrak sektor pariwisata alam di kawasan lereng Pegunungan Muria terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus melalui berbagai inovasi kegiatan.
Paling baru, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris secara terbuka mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta mengeksplorasi keindahan alam setempat lewat aksi nyata.
Orang nomor satu di Kudus tersebut menginisiasi kegiatan pendakian bersama menuju salah satu titik tertinggi di Kudus, yakni Puncak 29, yang dijadwalkan pada Sabtu (18/7/2026) mendatang.
Aksi ajakan mendaki gunung tersebut disampaikan langsung oleh Sam'ani melalui sebuah tayangan video yang diunggah di akun media sosial resmi Pemkab Kudus pada Senin (6/7/2026).
Melalui momentum tersebut, ia mengetuk hati seluruh elemen masyarakat untuk semakin mencintai alam sekaligus aktif mengampanyekan sektor pariwisata di Kabupaten Kudus.
"Pada tanggal 18 Juli 2026 nanti kita bersama-sama naik ke Puncak 29," ujar Sam'ani Intakoris dengan nada penuh semangat dalam video resminya tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya peran serta warga dalam memanfaatkan ruang digital untuk memperkenalkan keindahan tanah kelahiran mereka ke khalayak luas.
"Mari kita bareng-bareng mengunggah potensi-potensi wisata di Kabupaten Kudus. Kita sehat, kita lestarikan alam, dan kita tingkatkan ekonomi masyarakat," lanjut sang Bupati.
Menurut Sam'ani, wilayah Kabupaten Kudus dianugerahi banyak sekali potensi wisata alam pegunungan di kawasan Muria yang sangat layak untuk dikenal secara nasional.
Ia kemudian merinci sejumlah destinasi pendakian populer di Kudus yang selama ini menjadi surga tersembunyi bagi para pencinta alam dan petualang.
Beberapa di antaranya yang disebutkan adalah jalur Puncak 29 yang ikonik, puncak Natas Angin yang menantang, Argopiloso, hingga puncak Argo Jembangan.
Bupati menilai, deretan destinasi eksotis tersebut merupakan aset berharga bersama milik masyarakat yang memiliki potensi besar sebagai magnet penarik wisatawan luar daerah.
Lebih dari sekadar tempat rekreasi, kawasan hijau pegunungan ini juga dipandang sebagai simbol kebanggaan daerah yang harus dijaga keasriannya oleh warga Kudus.
"Semuanya adalah milik kita dan menjadi potensi wisata yang sangat besar di Kabupaten Kudus," tuturnya mempertegas kepemilikan aset alam tersebut.
Lewat agenda pendakian massal ini, ia berharap ke depan akan semakin banyak masyarakat yang melek digital dan ikut mempromosikan wisata Kudus secara swadaya.
Promosi masif, baik melalui unggahan di media sosial pribadi maupun lewat kedatangan langsung, dinilai efektif mempercepat pengenalan kawasan Muria ke tingkat regional.
Selain mengampanyekan gaya hidup sehat dan kepedulian lingkungan, agenda ini ditargetkan mampu memutar roda perekonomian masyarakat yang tinggal di lereng Muria.
Sebab, melonjaknya angka kunjungan pelancong otomatis akan membawa dampak instan yang positif bagi pelaku UMKM, warung warga, hingga penyedia jasa pemandu wisata lokal.