Tak Lagi Becek dan Licin, Akses Jalan Menuju SD 2 dan SD 3 Bacin Kudus Kini Mulus Beraspal

18 Juni 2026


KUDUS – Kabar gembira datang bagi dunia pendidikan di wilayah pinggiran Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Akses utama yang menghubungkan jalan desa menuju kompleks pendidikan kini tidak lagi menjadi momok menakutkan bagi para siswa dan guru saat musim penghujan tiba.


Akses jalan yang membentang menuju gerbang sekolah SD 2 Bacin dan SD 3 Bacin kini kondisinya telah berubah total menjadi mulus. Jalur transportasi yang sebelumnya kerap dikeluhkan karena becek, berlumpur, dan sulit dilalui kendaraan tersebut, sekarang sudah dilapisi aspal hitam yang kokoh.


Perubahan signifikan pada infrastruktur jalan ini membawa dampak positif yang sangat besar bagi harian operasional sekolah. Kini, lalu lintas para siswa yang berjalan kaki, orang tua yang mengantar jemput, hingga warga sekitar yang melintas menjadi jauh lebih nyaman dan aman.


Langkah perbaikan infrastruktur publik yang sangat dinanti ini ternyata bukan bersumber dari pos anggaran daerah. Proyek fisik tersebut merupakan bagian dari realisasi program Bina Lingkungan yang digulirkan secara mandiri oleh pihak swasta, yakni PT Jaleca Tri Tunggal.


Program kepedulian sosial ini sengaja difokuskan oleh korporasi untuk mendukung penguatan fasilitas publik di tingkat tapak. Sektor lingkungan pendidikan sengaja dipilih karena dinilai masih sangat membutuhkan atensi dan intervensi cepat di luar jalur birokrasi pemerintah.


Wakil Direktur PT Jaleca Tri Tunggal, Sandung Hidayat, memberikan penjelasan mendalam mengenai latar belakang proyek tersebut. Menurutnya, aksi pembangunan ini berangkat dari serapan aspirasi yang disampaikan secara langsung oleh pihak sekolah serta Pemerintah Desa (Pemdes) Bacin.


Pihak perusahaan merespons cepat keluhan tersebut setelah melihat adanya keterbatasan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kudus. Anggaran daerah dinilai belum mampu mengakomodasi seluruh usulan perbaikan infrastruktur yang sifatnya mendesak di tingkat desa.


"Melalui program bina lingkungan ini, kami mencoba hadir memberikan solusi nyata di tengah keterbatasan anggaran daerah yang ada," ujar Sandung Hidayat saat memberikan keterangan resmi kepada awak media pada Kamis (18/6/2026).


Sandung bersyukur aspirasi krusial yang diajukan oleh pihak manajemen SD 2 dan SD 3 Bacin bisa segera diwujudkan tanpa hambatan. Perusahaan berkomitmen penuh untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu demi kelancaran kegiatan belajar mengajar anak-anak.


Secara teknis, proyek Bina Lingkungan ini berhasil merealisasikan pengaspalan jalan sepanjang kurang lebih 65 meter. Tidak hanya itu, panitia pembangunan juga sekaligus membangun sistem saluran irigasi penunjang sepanjang kurang lebih 100 meter di sisi jalan.


Sebelum adanya intervensi dari perusahaan, kondisi jalan tersebut dinilai sangat memprihatinkan karena hanya berupa tanah urukan yang tidak rata. Ketika diguyur hujan lebat, jalur tersebut seketika berubah menjadi medan berlumpur yang sangat licin dan rawan memicu kecelakaan.


Kini, jalur tersebut telah diperkeras menggunakan material aspal berkualitas dengan lebar bentangan berkisar antara 2,5 hingga 2,7 meter. Ukuran tersebut dinilai sudah sangat ideal dan aman untuk berpapasan kendaraan roda dua milik para wali murid yang melintas.


Pengerjaan proyek infrastruktur terpadu ini diketahui menelan estimasi anggaran yang tidak sedikit, yaitu mencapai lebih dari Rp50 juta. Seluruh pembiayaan murni ditanggung oleh kas internal korporasi sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada lingkungan sekitar operasional perusahaan.


Selain fokus pada pengaspalan, pembuatan saluran drainase atau irigasi juga sengaja dirancang terhubung langsung ke area persawahan warga. Sistem pembuangan air ini dibuat secara khusus guna meminimalisasi risiko genangan air banjir yang kerap merendam halaman sekolah.


Sandung menambahkan bahwa perbaikan jalan ini juga membawa dampak berantai (multiplier effect) pada ritme aktivitas ekonomi harian masyarakat desa. Kebersihan fisik lingkungan sekolah kini menjadi lebih terjaga karena debu dan lumpur berhasil ditekan secara maksimal.


"Dulu, banyak sekali keluhan dari para wali murid karena aksesnya rusak parah dan membuat pakaian serta kaki anak-anak kotor sebelum masuk kelas. Sekarang kondisi sudah jauh lebih baik, anak-anak bisa berangkat sekolah dengan ceria," tambahnya dengan senyum mengembang.


Di sisi lain, Kepala SD 2 Bacin, Ragil Tri Sujatmiko, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas realisasi program fisik dari pihak swasta ini. Ia mengakui bahwa bantuan pengaspalan ini sangat membantu meringankan beban psikologis para guru dan siswa yang setiap hari melewati jalur tersebut.


"Gedung sekolah kami memang masih kokoh dan rencana perbaikannya sudah dijadwalkan melalui jalur pemerintah pusat. Namun untuk akses jalan luar ini posisinya sangat mendesak, dan bantuan dari PT Jaleca Tri Tunggal ini benar-benar memberi kenyamanan nyata," pungkas Ragil.