KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlangsungan industri lokal yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Langkah nyata ini kembali ditunjukkan melalui agenda peninjauan langsung ke sektor industri hasil tembakau (IHT) berskala besar di wilayah Kota Kretek.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, melakukan kunjungan kerja strategis untuk meninjau langsung proses pembuatan cerutu di pabrik PT Djarum yang berlokasi di Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kudus. Kegiatan pemantauan lapangan ini berlangsung dengan khidmat pada Senin, 8 Juni 2026 kemarin.
Kunjungan orang nomor satu di Kudus tersebut bukan sekadar agenda seremonial belaka. Kehadiran Bupati Sam'ani menjadi bentuk dukungan moril dan politis yang kuat dari pemerintah daerah terhadap eksistensi industri hasil tembakau yang selama ini terbukti konsisten menyokong stabilitas ekonomi makro maupun mikro.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati melihat dari dekat bagaimana lini produksi cerutu dijalankan oleh para pekerja terampil. Ia mengamati setiap jengkal proses pembuatan yang masih mengandalkan keahlian tangan manusia, mulai dari pemilihan daun tembakau kualitas premium hingga proses penggulungan akhir.
Bupati Sam’ani secara khusus memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kualitas produk serta tingkat ketelitian luar biasa yang ditunjukkan oleh para buruh rokok. Menurutnya, standar kualitas yang terjaga ketat menjadi alasan utama mengapa produk hasil tembakau asal Kudus mampu bersaing di pasar regional maupun internasional.
Ia menegaskan bahwa industri hasil tembakau di Kabupaten Kudus memiliki peran ganda yang sangat krusial. Selain memiliki nilai investasi dan nilai ekonomi yang sangat tinggi bagi pendapatan daerah, industri ini juga memegang peranan sosial yang tidak kalah penting dalam menjaga kesejahteraan warga.
Sektor industri ini diakui menjadi penyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah yang sangat masif. Ribuan warga Kudus menggantungkan hidupnya pada sektor ini, sehingga keberadaannya secara langsung membantu pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras dan ketelitian para pekerja di PT Djarum ini. Industri hasil tembakau di Kudus tidak hanya menjadi motor penggerak ekonomi yang tinggi, tetapi juga sudah menjadi bagian dari identitas historis daerah kita,” ujar Sam’ani di sela-sela kunjungannya.
Lebih lanjut, Bupati menyatakan bahwa identitas Kudus sebagai Kota Kretek harus terus dijaga, dirawat, dan dikembangkan secara bersama-sama. Sinergi antara regulasi pemerintah dan inovasi pelaku usaha menjadi kunci utama agar industri ini tetap kokoh berdiri di tengah berbagai tantangan zaman.
Pemerintah Kabupaten Kudus pun berkomitmen untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi para pelaku usaha tembakau. Kemudahan regulasi dan jaminan keamanan berusaha akan terus diprioritaskan demi menjaga keberlangsungan produksi dan kenyamanan para pekerja di lapangan.
Melalui kunjungan ini, Bupati juga berharap PT Djarum dan pelaku industri tembakau lainnya di Kudus dapat terus melakukan inovasi produk, termasuk pada varian cerutu. Diversifikasi produk yang kuat dinilai akan membuat komoditas khas Kudus ini semakin memiliki daya saing yang tinggi di pasar global.
Di sisi lain, pihak manajemen pabrik menyambut baik kehadiran Bupati Kudus yang bersedia turun langsung melihat dinamika di lantai produksi. Kunjungan ini dinilai mampu melecut semangat para pekerja untuk terus mempertahankan kualitas produksi terbaik mereka.
Pertemuan informal di area pabrik ini juga dimanfaatkan untuk saling bertukar pikiran mengenai perkembangan regulasi cukai dan perlindungan tenaga kerja lokal. Diskusi dua arah ini penting dilakukan guna menyamakan persepsi demi kemajuan daerah.
Agenda peninjauan produksi cerutu ini pun ditutup dengan optimisme bersama. Pemerintah daerah dan pihak swasta sepakat untuk terus berjalan beriringan demi memastikan roda perekonomian Kabupaten Kudus tetap berputar secara stabil dan menyejahterakan masyarakat luas.