KUDUS – Suasana penuh kedamaian dan kekhusyukan menyelimuti Aula Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kudus, Jawa Tengah. Berbagai elemen masyarakat dan tokoh spiritual berkumpul bersama untuk menggelar aksi refleksi spiritual demi keselamatan bangsa dan daerah.
Agenda sakral berupa Doa Bersama Lintas Agama ini digelar secara khusus dalam rangka memeringati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Acara yang mempertemukan para pemuka keyakinan tersebut berlangsung dengan sangat khidmat pada Selasa (23/6/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi jajaran korps baju cokelat untuk memperkuat tali silaturahmi dengan masyarakat. Kehadiran para tokoh dari berbagai latar belakang kepercayaan menegaskan bahwa kemitraan Polri dan warga terjalin sangat erat.
Prosesi jalannya acara diawali dengan pembacaan doa yang dipanjatkan secara bergantian oleh masing-masing perwakilan pemuka agama. Keberagaman keyakinan yang ada justru melebur menjadi satu kekuatan spiritual yang meneduhkan ruangan.
Secara bergiliran, para pemuka agama dari Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, hingga Khonghucu naik ke podium. Mereka melangitkan doa-doa terbaik demi keamanan wilayah Kabupaten Kudus serta kelancaran tugas kepolisian di masa mendatang.
Mekanisme doa bergiliran ini sengaja diadopsi oleh pihak panitia sebagai sebuah simbol kuat yang sarat makna. Aksi religius tersebut mencerminkan indahnya kebersamaan, persaudaraan sejati, serta semangat toleransi yang terus terjaga di Kabupaten Kudus.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, turut hadir secara langsung guna menyaksikan momen bersejarah ini. Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kudus itu memberikan pidato sambutan yang menyentuh hati para hadirin.
Bupati Sam’ani melayangkan apresiasi setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran Polres Kudus. Kinerja kepolisian resor selama ini dinilai sangat responsif dan humanis dalam menangani setiap dinamika di masyarakat.
Ia menilai aparat kepolisian di Kudus telah bekerja melampaui tugas pokoknya demi memastikan ketenteraman warga. Dedikasi tinggi dari para personel di lapangan menjadi kunci utama terjaganya stabilitas kamtibmas yang kondusif.
"Kami sangat mengapresiasi jajaran Polres Kudus yang selama ini telah mengawal, melayani, membantu, dan mengayomi masyarakat dengan penuh dedikasi tanpa kenal lelah," ujar Sam’ani dengan nada bangga.
Lebih lanjut, mantan Sekda Kudus tersebut menekankan pentingnya menjaga tiga pilar kebangsaan di tingkat lokal. Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks di era digital ini tidak bisa dihadapi oleh satu instansi saja.
Bupati menegaskan bahwa semangat kolaborasi yang kuat, pengabdian yang tulus, dan rasa kebersamaan merupakan fondasi utama. Nilai-nilai luhur itulah yang akan mewujudkan Kabupaten Kudus yang aman, damai, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.
Di sisi lain, perayaan Hari Bhayangkara ke-80 ini juga diharapkan menjadi momentum bagi internal kepolisian untuk terus berbenah. Peningkatan kualitas pelayanan publik yang transparan dan bebas pungli menjadi target utama yang harus dicapai.
Melalui doa bersama lintas agama ini, Polres Kudus membuktikan diri sebagai lembaga yang inklusif dan merangkul semua golongan. Nilai-nilai toleransi warisan Sunan Kudus tampak hidup dan terimplementasi nyata dalam kehidupan bernegara.
Acara yang berlangsung hingga menjelang siang hari tersebut ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antartokoh agama. Sinergitas yang harmonis ini diharapkan dapat terus terjaga demi mengawal program pembangunan daerah yang berkelanjutan.