Pendapa Jadi Ruang Aspirasi, Bupati Kudus Gelar 'Jagong Gayeng' Bersama Warga

02 Juni 2026



KUDUS, Malam Senin yang biasanya tenang berubah menjadi momen penuh kehangatan di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Kudus. Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, memanfaatkan waktu luangnya pada Senin (1/6/2026) malam untuk berbaur dengan masyarakat dalam kegiatan bertajuk "Jagong Gayeng" yang berlangsung di Halaman Pendapa Kabupaten Kudus.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan inisiatif spontan dari sang bupati untuk meruntuhkan sekat antara pemimpin dan rakyatnya. Dengan suasana yang santai, Bupati Sam’ani tampak duduk lesehan dan bercengkerama akrab dengan warga yang sedang menghabiskan waktu malam di kawasan tersebut.

Tidak ada protokol kaku yang menghalangi komunikasi. Warga yang semula hanya berniat bersantai di sekitar pendapa, terkejut sekaligus antusias saat Bupati Sam’ani menyapa mereka satu per satu dengan hangat. Senyum dan tawa ringan mewarnai interaksi di bawah lampu taman pendapa.
Dalam suasana yang cair tersebut, Bupati Sam’ani mendengarkan berbagai cerita keseharian warga. Ia membuka ruang selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan, kritik, maupun aspirasi terkait pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Kudus.

"Malam ini saya ingin mendengar langsung apa yang dirasakan warga. Tidak perlu formal, sampaikan saja seperti bicara dengan saudara sendiri," ujar Bupati Sam’ani di tengah perbincangan.

Berbagai topik hangat dibahas, mulai dari penataan ruang publik hingga kebutuhan mendasar masyarakat di tingkat desa. Bupati terlihat mencatat poin-poin penting yang disampaikan warga dengan seksama, menunjukkan keseriusannya dalam menyerap aspirasi.

Bagi masyarakat, kehadiran bupati di tengah mereka memberikan kesan tersendiri. Warga merasa dihargai karena aspirasi yang selama ini mungkin hanya tersimpan, kini bisa langsung didengar oleh pemegang kebijakan tertinggi di kabupaten.

"Kami sangat senang bisa bicara langsung tanpa harus melalui birokrasi yang rumit. Ini langkah yang bagus untuk mendekatkan pemerintah dengan rakyat," ujar salah seorang warga yang hadir dalam acara tersebut.

Bupati Sam’ani menegaskan bahwa ruang pendapa akan terus terbuka sebagai tempat bagi masyarakat untuk berekspresi. Ia berharap kegiatan "Jagong Gayeng" ini bisa menjadi budaya baru dalam kepemimpinannya agar kebijakan yang diambil nantinya benar-benar pro-rakyat.

Keakraban yang terjalin malam itu membuktikan bahwa dialog dua arah adalah kunci utama dalam membangun daerah yang harmonis. Tidak ada kesan angkuh dari sosok pemimpin, yang ada hanyalah keinginan untuk saling memahami demi kemajuan Kudus.

Selain menampung aspirasi, momen ini juga dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi. Bupati menyadari bahwa tantangan pembangunan daerah tidak bisa diselesaikan sendirian, melainkan butuh partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

Menutup kegiatan di larut malam, Bupati Sam’ani menyampaikan komitmennya untuk segera menindaklanjuti masukan-masukan yang masuk. Ia berjanji akan terus hadir di tengah masyarakat secara rutin di masa mendatang dengan konsep yang serupa.

Kegiatan malam itu akhirnya berakhir dengan suasana yang tetap hangat. Warga pulang dengan perasaan lega karena telah didengar, sementara Bupati Kudus pulang dengan membawa catatan berharga sebagai bahan evaluasi untuk langkah pembangunan ke depan.