MILKLIFE SOCCER CHALLENGE ALL-STARS 2026, Perburuan Poin Dimulai, Tim All-Stars Tunjukkan Ambisi Sejak Laga Perdana

23 Juni 2026


Kudus, 23 Juni 2026 - MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 hari pertama yang tersaji di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (23/6), berlangsung penuh kejutan. Sebanyak 12 tim All-Stars menampilkan performa impresif dalam merebut poin penuh demi mengamankan posisi klasemen grup dalam kejuaraan yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut.


Di Grup A, tim debutan MLSC All-Stars 2026, Samarinda menjalani partai pembuka menghadapi semifinalis tahun lalu, Jakarta. Di partai lain, derby Jawa Timur yang mempertemukan tim Surabaya dan Malang. Dari Grup B, Yogyakarta menjalani partai pembuka fase grup menghadapi Banjarmasin. Pertandingan lain yang juga tak kalah seru mempertemukan runner-up tahun lalu, Solo dengan Semarang. Pada Grup C, juara tahun lalu, Kudus memulai perjalanan mereka

 mempertahankan gelar menghadapi Tangerang. Sementara itu, tim All-Stars Bekasi beradu taktik dengan tim Bandung untuk berebut poin di laga perdana. 


Debut Manis All-Stars Samarinda, Tundukan All-Stars Jakarta di Laga Pembuka

Di Grup A, All-Stars Samarinda sukses meraih 3 poin usai menundukkan tim All-Stars Jakarta dengan skor akhir 2-1 dalam laga pembuka. Meski mendapat tekanan intens sepanjang babak pertama, skuad besutan Taufik Hidayat mampu menunjukkan pertahanan disiplin untuk meredam serangan lawan. Solidnya lini belakang membuat All-Stars Jakarta kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Sejumlah upaya yang dilancarkan tim Ibu Kota pun berhasil digagalkan, termasuk melalui penyelamatan penting yang menjaga gawang Samarinda tetap aman. Hingga jeda turun minum, kedua tim masih bermain imbang tanpa gol.


Babak kedua, tempo permainan menjadi semakin cepat dengan pola menyerang bertahan. Kebuntuan mulai terpecah, saat tim All-Stars Jakarta berhasil mengoptimalkan celah kecil di mulut gawang. Sontekan tipis Anindhita El Hebsy di menit 27 sukses menjaringkan bola di gawang All-Stars Samarinda. Keunggulan tersebut diimbangi cepat oleh tim All-Stars Samarinda melalui tendangan dari tengah oleh Senovela Priscilla Haren kurang dari satu menit kemudian. Tim All-Stars Samarinda kembali mempertebal keunggulan menjadi 2-1 di menit 31 lewat sepakan Asiah Nur Fatima yang melambung dan menukik ke arah kanan gawang tanpa bisa diantisipasi kiper All-Stars Jakarta. Hingga menit akhir, tim All-Stars Samarinda mampu bertahan dari gempuran All-Stars Jakarta.


Pelatih Kepala All-Stars Samarinda, Taufik Hidayat mengapresiasi performa tim asuhannya yang telah menjalani debut manis. Menerapkan pola defense to offense, skuad Kota Tepian itu berhasil mencuri momen untuk mencetak poin. “Kami bersyukur pada match pertama berhasil meraih poin penuh. Kita tahu Jakarta memiliki materi pemain yang bagus mereka memiliki individu yang luar biasa oleh sebab itu, kami coba untuk fokus bertahan. Di babak pertama, karena mungkin pertama kali tanding di luar Kalimantan jadi agak sedikit nervous tapi di babak kedua yang lebih ditekankan adalah mereka supaya bisa enjoy, karena kalau mereka tertekan kan tidak bisa maksimal menerima instruksi di lapangan. Jadi membuat mereka supaya lebih enjoy rileks dan alhamdulillah mereka bisa menerapkan instruksi di lapangan dengan baik,” bilang Taufik pasca laga.


Tim All-Stars Jakarta tak kehilangan semangat usai menelan kekalahan di laga perdana. Sejumlah finishing yang belum presisi akan menjadi bahan evaluasi untuk menjalani laga selanjutnya di fase grup. “Pertandingan pertama memang krusial dan penuh tekanan. Hasil kurang baik yang kita terima ini akan jadi pembelajaran karena melawan tim debutan di MLSC All-Stars, hal itu akan jadi evaluasi tim. Saya percaya pemain sudah memberikan yang terbaik dan mereka memiliki materi bagus. Tapi bukan sekadar fisik dan taktik tapi mental bermain di lapangan,” ucap Pelatih Kepala All-Stars Jakarta, Sasi Kirana.


Asa Pertahankan Juara

Juara tahun lalu, Kudus membuka langkah pertama mempertahankan gelar MLSC All-Stars dengan meyakinkan. Bermain melawan All-Stars Tangerang, Rere Zenita Farza dkk. langsung menguasai pertandingan sejak kick-off berkat pressing ketat di lini tengah. Hasilnya, anak asuh Yayat Hidayat itu berhasil unggul lewat gol dari Giada Soebianto memanfaatkan kemelut di depan gawang All-Stars Tangerang menit ke-18.


Tertinggal di babak pertama, All-Stars Tangerang mencoba bermain lebih menyerang di babak kedua. Namun, defensif disiplin yang dibangun All-Stars Kudus di lapangan tengah membuat lawannya kesulitan mengembangkan pola permainan. Sebaliknya, All-Stars Kudus justru berhasil memperbesar keunggulan di menit ke-29, lagi-lagi lewat kaki Giada Soebianto yang merupakan pemain guest star. Hingga peluit akhir, skor 2-0 untuk keunggulan tuan rumah.


Pelatih Kepala All-Stars Kudus, Yayat Hidayat bersyukur pertandingan pertama berakhir dengan kemenangan. Hal itu tak terlepas dari kedisiplinan anak asuhnya untuk menjalani instruksi menguasai lini tengah. Terlebih, para pemain juga tidak demam panggung meski bertanding di hadapan pendukungnya.


“Anak-anak memang saya instruksikan untuk sebisa mungkin menguasai lini tengah, karena jantung permainan sepak bola itu ada di lini tengah. Kalau kita sudah bisa menguasai lini tengah, otomatis kita akan lebih mudah untuk memenangkan pertandingan. Jadi kami memaksimalkan itu sekaligus mempersiapkan bagaimana skema transisi setelah memenangkan bola di tengah untuk melakukan serangan balik,” ucapnya.


Di sisi lain, Maura Adinda, Asisten Pelatih All-Stars Tangerang menyadari ada beberapa kelemahan anak asuhnya yang bisa dieksploitasi oleh lawan. Maka dari itu, untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya, dia dan tim kepelatihan akan langsung melakukan evaluasi. “Kekalahan ini tentunya menjadi catatan bagi kami, khususnya bagi tim pelatih untuk bahan evaluasi di dua pertandingan berikutnya. Kami akan berfokus meningkatkan chemistry dan tentunya komunikasi tim, karena dua poin tersebut merupakan kekurangan terbesar kami di pertandingan hari ini. Untuk pertandingan berikutnya, kami juga akan lebih fokus membangun kekompakan di sektor pemain bertahan,” kata Maura Adinda.


Chemistry antar pemain di lapangan juga diakui Kapten All-Stars Tangerang, Zilda  Afna Syaqila merupakan bahan evaluasi utama. Sebagai pemimpin di lapangan, dia merasa bertanggung jawab untuk memperbaiki hal tersebut untuk sisa pertandingan fase grup melawan Bekasi dan Bandung. “Memang evaluasi paling utama adalah membangun chemistry lagi antar pemain. Selain itu komunikasi juga harus diperbaiki. Tadi saya merasa saya sendiri pun masih banyak melakukan kesalahan dalam bermain, dan komunikasi dari teman-teman yang lain juga kurang berjalan maksimal. Nanti kami akan berusaha lebih keras lagi,” ungkap Best Player MLSC Tangerang Seri 2 2025-2026 itu.


All-Stars Surabaya Menangkan Derby Jawa Timur Kontra Malang

Partai yang mempertemukan dua tim asal Jawa Timur, Surabaya melawan Malang berlangsung sengit. Sama-sama tampil agresif sejak kick-off, All-Stars Surabaya sukses unggul 1-0 di babak pertama berkat gol jarak jauh yang dicetak Jesshica di menit ke-17. Meski sudah unggul, intensitas serangan tim Surabaya tak mengendur di babak kedua. Memanfaatkan lebar sisi lapangan dan tembakan jarak jauh, tim Malang dipaksa untuk terus bertahan. Akhirnya, Aghnia Nurul Fadhia Rohman berhasil menambah keunggulan di menit ke-30. Pertandingan pun berakhir dengan skor 2-0.


Pelatih Kepala All-Stars Surabaya, Sai Dong mengakui jika anak asuhnya mengawali pertandingan dengan kurang maksimal. Namun, berkat perbaikan di sisi koordinasi antar pemain di lapangan, perlahan agresivitas tim bisa mulai didapatkan. “Kami selalu menekankan bahwa sepak bola ini adalah olahraga tim, bukan perorangan. Jadi kami tanamkan kepada anak-anak untuk bermain sebagai tim, percaya sama teman. Dan semua instruksinya sudah jelas. Saya lebih menekankan pada cara bermain mereka yaitu scanning, terus bergerak, dan tidak ada yang diam saja. Itu kuncinya. Bersyukur anak-anak bisa keluar dari tekanan dan berbalik menyerang,” katanya.


Sementara itu, Agnia Nurul Fadhila Rohman, pencetak gol kedua dari Tim All-Stars Surabaya mengakui jika skema tendangan dari jarak jauh merupakan salah satu taktik yang terus diasah saat latihan untuk memecah kebuntuan serangan. “Di latihan sudah disuruh kayak gitu (shooting dari jarak jauh). Terus melihat pertimbangannya tadi, aku sebenarnya juga takut. Terus pas aku dimainin, aku bilang ke teman-teman, ‘Aku boleh (shooting) nggak?’, katanya boleh, akhirnya bisa menjadi gol,” ucap pemain yang berpredikat sebagai Pemain Terbaik di ajang MLSC Surabaya seri 1 2025-2026 itu.


Di sisi lain, All-Stars Malang lewat Asisten Pelatih, Syamsul Huda menilai kekalahan di pertandingan pertama penyisihan Grup A memberikan banyak pelajaran untuk dievaluasi ke depannya. “Malang baru pertama kali mengikuti event ini, ya. Jadi mungkin dari anak-anak juga masih nervous, masih grogi. Semoga di sisa dua pertandingan nanti, para pemain bisa menerapkan instruksi dari pelatih dengan baik, terutama dari segi menjaga stamina dan meningkatkan kekompakan di dalam lapangan,” tuturnya.


Derby Jateng, All-Stars Semarang Ungguli All-Stars Solo

Derby Jawa Tengah di Grup B mempertemukan All-Stars Semarang melawan All-Stars Solo berjalan alot. Sejak awal laga, tim All-Stars Semarang tampil dominan dalam penguasaan bola. Tim All-Stars Solo yang menerima tekanan di zona berbahaya langsung mengolahnya menjadi serangan balik bertempo cepat. Duel perebutan bola bawah kerap terjadi di tengah lapangan. Penggawa All-Stars Solo kerap melakukan penyelamatan krusial dari ancaman All-Stars Semarang. Skor kacamata akhirnya dipecahkan All-Stars Semarang kala Lorin Adelia Riyanto memanfaatkan celah sempit di antara bayang-bayang blokade pemain belakang All-Stars Solo pada menit ke-13. Unggul 1-0, All-Stars Semarang terus mengendalikan jalannya pertandingan hingga akhir babak pertama.


Memasuki 20 menit kedua, All-Stars Semarang semakin agresif menerobos solidnya tembok pertahanan All-Stars Solo yang solid. Upaya itu membuahkan hasil di menit ke-39 saat kiper All-Stars Solo melakukan blunder waktu menepis direct shooting striker All-Stars Semarang. Bola liar itu kembali disambar Ammaora Kalani Putri yang sukses menyarangkan bola. Keunggulan All-Stars Semarang 2-0 atas All-Stars Solo bertahan hingga babak kedua berakhir.


Pelatih Kepala All-Stars Semarang, Aji Irawan mempercayai tim asuhannya untuk tampil menekan saat menghadapi runner-up MLSC All-Stars 2025 itu. Coach Aji juga mempersiapkan strategi baru untuk laga selanjutnya kontra All-Stars Yogyakarta. “Kami mencoba mempercayai tim untuk tampil agresif, kami memaksimalkan dan memberikan yang terbaik. Untuk selanjutnya tim kepelatihan akan melakukan evaluasi untuk memperbaiki kesalahan karena besok harus meraih poin penuh lagi,” kata Coach Aji.


Kekalahan di laga perdana ini akan menjadi bahan evaluasi dari Pelatih Kepala All-Stars Solo Maya Susmita pada anak asuhnya untuk menghadapi sisa laga fase grup B. Menurutnya, mental penggawa All-Stars Solo harus dipompa dengan motivasi agar dapat tampil percaya demi mengumpulkan poin. “Tensi pertandingan tadi cukup panas, tapi memang belum rezekinya diberikan kemenangan. Semoga tim tidak patah semangat, kami akan memberikan yang terbaik. Tentu hal ini akan jadi evaluasi dan pembelajaran di kemudian hari bertemu dengan All-Stars Banjarmasin. Saya berharap pemain kami bisa lebih enjoy dan menikmati bermain di lapangan dengan gembira,” sebut Coach Maya.


Banjir Gol di Pertandingan Yogyakarta vs. Banjarmasin

Tim All-Stars Banjarmasin dan Yogyakarta memulai persaingan grup B dengan pertandingan ketat. Mendominasi jalannya laga sejak kick-off, Yogyakarta di bawah asuhan coach Geovani Akbar tampil agresif dan mengambil inisiasi menyerang di babak pertama. Hasilnya, All-Stars Yogyakarta berhasil unggul berkat solo run yang diakhiri tembakan keras ke sudut kanan gawang lawan yang dicetak penyerang andalan mereka, Nadia Shakila Azzahra di menit ke-14. Setelah itu, Yogyakarta terus tampil menyerang dan menciptakan beberapa peluang namun belum bisa menambah keunggulan sampai akhir babak pertama.


Usai turun minum, Yogyakarta melanjutkan dominasinya dengan menambah tujuh gol tambahan yang dicetak oleh Nadia Shakila Azzahra di menit ke-22 dan ke-26, gol bunuh diri dari pemain belakang Banjarmasin, Nazwa Namira di menit ke-28, tendangan dari luar kotak penalti yang dibuat oleh Naura Shahida Afifatu Rahmani di menit ke-31 serta hattrick yang diciptakan oleh kapten mereka, Shima Putri Larasati di enam menit laga tersisa.


Pelatih Kepala All-Stars Yogyakarta Tri Wulandari menilai kemenangan besar anak asuhnya atas tim All-Stars Banjarmasin tak terlepas dari perubahan strategi yang dilakukan saat jeda istirahat. “Alhamdulillah sejak babak pertama kita mendominasi permainan, tapi anak-anak masih kesulitan dalam menyelesaikan peluang. Di babak kedua tadi, kita kasih anak-anak untuk bermain lepas, main tenang, dan lebih percaya sama teman. Jadi kita main dengan kolektivitas gol, dan alhamdulillah dari delapan gol itu banyak dari beberapa pemain," katanya.


Dari sisi pemain, Nadia Shakila Azzahra yang sukses mencetak hattrick dalam pertandingan tersebut pun mengaku bersyukur. Baginya, keberhasilannya menjadi pendulang gol tim All-Stars Yogyakarta tak terlepas dari bantuan rekan setim yang tampil fokus dan kolektif sepanjang laga. Dia pun berharap penampilan kompak dan kolektif bisa berlanjut di pertandingan berikutnya. “Sesuai arahan coach, kita hanya berusaha main lebih fokus, percaya diri, dan berani scoring saja. Alhamdulillah hasilnya positif," ujar pemain yang berpredikat sebagai top scorer dengan torehan 50 gol di MLSC Yogyakarta Seri 2 2025-2026 tersebut.


Meski menorehkan hasil memuaskan di laga pembuka, Coach Tri Wulandari tak lantas buru-buru jumawa. Dia menilai masih ada celah yang harus dievaluasi dari kinerja timnya di lapangan untuk menghadapi Solo dan Semarang di pertandingan berikutnya. “Masih banyak yang harus dievaluasi, tadi ada beberapa salah komunikasi. Insyaallah formula terbaik sudah kami siapkan untuk menghadapi dua tim tersebut,” ucapnya.

Disiplin Menyerang-Bertahan, All-Stars Bekasi Kontra All-Stars Bandung Nir Gol

Duel penghuni Grup C antara All-Stars Bandung dan All-Stars Bekasi berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal. All-Stars Bandung tampil dominan dengan tekanan agresif, namun mampu direspons baik oleh All-Stars Bekasi melalui serangan balik cepat. Ketatnya persaingan di lapangan membuat kedua tim kerap terlibat duel yang menghasilkan situasi bola-bola mati. Sejumlah peluang dari skema umpan silang yang dibangun All-Stars Bandung belum mampu dikonversi menjadi gol, lantaran lini pertahanan All-Stars Bekasi tampil disiplin dalam mengamankan area berbahaya. Babak pertama berakhir nir gol.


Usai turun minum, All-Stars Bekasi memainkan pola umpan-umpan pendek yang mengancam hingga mendapatkan kesempatan direct shooting depan mulut gawang, namun tak juga berbuah gol. Begitu pun All-Stars Bandung yang gigih membangun serangan yang belum bisa finishing secara sempurna. Kedua tim mampu menahan imbang kedudukan 0-0 hingga wasit meniup peluit panjang.


Pelatih Kepala All-Stars Bandung, Fauzi Bramantyo mengakui anak asuhannya masih beradaptasi dengan atmosfer pertandingan untuk menumbuhkan mental bermain yang baik. Meski demikian, lini pertahanan All-Stars Bandung sulit ditembus lawan untuk mencatatkan poin di papan skor. “Persiapan sudah maksimal, hanya kegugupan pada pemain tetap ada dan kami memaklumi hal itu. Mudah-mudahan di match kedua nanti mereka bisa bermain lepas. Saya akan lebih meyakinkan mereka agar fokus menikmati pertandingan. Saya ingin All-Stars Bandung bermain secara terstruktur agar hasil latihan yang dipersiapkan bisa maksimal,” ujar Fauzi optimistis.


Senada, Kapten Tim All-Stars Bandung, Riyanti Saffana Suryani memetik pelajaran berharga usai melakoni pertandingan perdana. Meski tim sudah bermain intens, rasa gugup yang melanda akan menjadi bahan evaluasi agar dapat tampil percaya diri di sisa pertandingan fase Grup C.  “Kami bermain cukup bagus meski ada kekurangan yakni nervous karena belum siap. Tetapi semoga di match selanjutnya bisa lebih baik. Kami mendapatkan suntikan motivasi dari tim All-Stars Bekasi yang memiliki mental keras, semoga kami bisa meniru mereka dan lebih bagus baik mental, cara bermain maupun komunikasi,” kata Riyanti.


Mampu menahan imbang saat menjalani debut, Pelatih Kepala All-Stars Bekasi, Joni Setiawan akan melakukan evaluasi untuk mempersiapkan materi pertandingan selanjutnya. Menurutnya, mental menjadi salah satu poin utama yang harus dibenahi agar skuadnya mampu bermain all-out. “Saya rasa mental pemain sedikit turun karena hasil latihan belum keluar semua dan hari ini kita full bermain menyerang. Performa hari ini di luar harapan saya. Tentunya akan terus kami benahi dengan fokus utama mental bertanding. Kalau mental bertanding belum baik, semua materi latihan tidak jalan,” bilang Joni.


Pemain bertahan All-Stars Bekasi, Chacha Adhelia Anggraini mengaku cukup puas dengan kerja sama tim di lapangan. Untuk pertandingan selanjutnya, Chacha ingin tim All-Stars Bekasi untuk lebih menikmati jalannya pertandingan dengan cara yang menyenangkan. “Lumayan tegang tapi seru dan berjalan lancar. Walaupun hasilnya kurang memuaskan tapi kita tetap semangat. Kita sudah bekerja sama dengan baik, komunikasi berjalan lancar. Inginnya bermain lebih enjoy, tentu harus semangat dan meningkatkan mental,” kata Chacha.


Dari hasil pertandingan MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 hari pertama, Selasa (23/6), berikut data perolehan poin klasemen sementara pada setiap grup:

Grup A

  1. Surabaya - 3 poin
  2. Samarinda - 3 poin
  3. Jakarta - 0 poin
  4. Malang - 0 poin

Grup B

  1. Yogyakarta - 3 poin
  2. Semarang - 3 poin
  3. Solo - 0 poin
  4. Banjarmasin - 0 poin

Grup C

  1. Kudus - 3 poin
  2. Bandung - 1 poin
  3. Bekasi - 1 poin
  4. Tangerang - 0 poin