Mengusung Konsep Adiwiyata, Kemeriahan HUT SMPN 2 Kaliwungu Padukan Jalan Sehat dan Market Day Bebas Sampah Plastik

11 Juni 2026

Kudus, Suasana meriah menyelimuti lingkungan SMP Negeri 2 Kaliwungu pada Kamis (11/6). Ribuan siswa, guru, dan staf sekolah berkumpul bersama untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) sekolah dengan rangkaian kegiatan yang sarat akan pesan edukasi lingkungan.


Acara perayaan tahun ini dikemas secara sederhana namun tetap meriah dengan mengutamakan esensi kebersamaan antargenerasi sekolah. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pihak sekolah kali ini memilih untuk memfokuskan kegiatan pada jalan sehat dan *market day*.


Sejak pagi hari, keceriaan sudah tampak di wajah para siswa yang bersiap mengikuti apel pembukaan. Acara resmi dimulai dengan apel bersama yang dipimpin langsung oleh kepala sekolah, dilanjutkan dengan serangkaian sambutan hangat.


Momen yang paling dinantikan dalam apel tersebut adalah peluncuran logo resmi perayaan HUT SMPN 2 Kaliwungu tahun ini. Uniknya, logo yang sekilas menyerupai bentuk es krim tersebut sebenarnya memiliki filosofi mendalam berupa kobaran obor semangat.


Sesaat setelah logo resmi dirilis, acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita sebagai simbolis pelepasan peserta Jalan Sehat. Seluruh warga sekolah pun tampak antusias menyusuri rute jalan sehat yang telah ditentukan oleh panitia.


Kemeriahan tidak berhenti di situ; setelah lelah berjalan sehat, para peserta disambut dengan prosesi pemotongan tumpeng. Pemotongan tumpeng ini sekaligus menjadi seremonial resmi dibukanya kegiatan *market day* siswa.


Halaman sekolah seketika berubah menjadi pasar dadakan yang bersih dan tertata rapi. Guna menyemarakkan suasana, panggung hiburan *live music* yang diisi oleh bakat-bakat lokal sekolah turut menemani jalannya berbelanja, diselingi pembagian kupon *door prize*.

Menariknya, seluruh kegiatan *market day* ini wajib mengusung tema Adiwiyata demi menyongsong lingkungan yang berkelanjutan. Pihak sekolah menerapkan aturan ketat berupa larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam bertransaksi.


Pihak sekolah menginstruksikan agar seluruh makanan dikemas menggunakan media ramah lingkungan seperti kertas kado, kardus, atau daun pisang. Aroma khas dari bungkus daun tradisional pun menambah keunikan tersendiri di area stan kuliner.


Meskipun plastik dilarang, panitia masih memperbolehkan penggunaan wadah botol plastik untuk minuman dengan syarat yang ketat. Botol-botol tersebut diizinkan karena masuk dalam program daur ulang (*recycle*) yang menjadi fokus utama sekolah Adiwiyata.


Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa edukasi pemilahan sampah ini telah diintegrasikan ke dalam program sekolah sejak jauh-jauh hari sebelum hari pelaksanaan. Para siswa pun sudah terbiasa melakukan pemilahan secara mandiri di lingkungan kelas mereka.


Untuk mendukung gerakan ini, sekolah menyediakan tiga jenis tempat penampungan sampah di setiap sudut, termasuk keranjang khusus botol. Setiap hari Jumat atau saat keranjang sudah penuh, sampah-sampah tersebut langsung disetorkan ke bank sampah sekolah.


Dalam pengelolaan sampah organik, SMPN 2 Kaliwungu juga telah menjalin kerja sama strategis dengan pihak eksternal, yakni Djarum. Sampah-sampah organik yang dikumpulkan nantinya akan diambil oleh pihak Djarum untuk diolah menjadi kompos.


Menu-menu yang disajikan oleh para siswa dalam *market day* kali ini didominasi oleh kuliner favorit ala Gen Z yang dikemas secara kekinian. Menu seperti dimsum, cireng, dan mi pedas ala Gacoan menjadi hidangan yang paling buru oleh para pembeli.


Tidak hanya makanan modern, beberapa stan siswa juga tetap mempertahankan kearifan lokal dengan menjajakan jajanan tradisional seperti arum-arum dan ceker ayam. Semua menu tersebut wajib dilaporkan dan dikoordinasikan dengan panitia sebelum hari H.


Kegiatan HUT kali ini diikuti secara penuh oleh seluruh siswa kelas 1 dan 2, sementara untuk siswa kelas 3 atau kelas 9 yang baru saja merayakan kelulusan diberikan kelonggaran. Mereka tidak diwajibkan ikut jalan sehat, namun diperbolehkan meramaikan *market day*.


Melalui perayaan HUT yang dipadukan dengan konsep Adiwiyata ini, SMPN 2 Kaliwungu berhasil membuktikan bahwa acara perayaan massal tetap bisa berjalan meriah tanpa harus menyisakan tumpukan sampah plastik yang merusak lingkungan.