KUDUS – Kawasan pusat kota Kudus kembali memancarkan pesona malam yang luar biasa. Ribuan warga dari berbagai penjuru daerah tampak antusias memadati area Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Jawa Tengah, untuk menikmati momentum akhir pekan yang dikemas secara meriah.
Kembalinya geliat malam di jantung kota ini ditandai dengan digelarnya agenda Car Free Night (CFN) pada Sabtu (13/6/2026) malam. Kehadiran CFN ini langsung disambut hangat oleh masyarakat yang rindu akan ruang publik yang hidup dan dinamis.
Suasana malam itu terasa jauh lebih spesial dan meriah dari biasanya. Pasalnya, kembalinya CFN kali ini dikolaborasikan dengan agenda nonton bareng (nobar) akbar Piala Dunia bertajuk "Bola Gembira Sareng Sareng Begadang" yang didukung penuh oleh TVRI bersama Pemkab Kudus.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa tanda-tanda keramaian di area pusat kota tersebut sudah mulai terlihat sangat kontras selepas ibadah salat Magrib. Gelombang warga terus berdatangan dan mulai beraktivitas, baik di area Taman Pendapa Kabupaten maupun di sekeliling Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus.
Daya tarik baru juga terlihat jelas di area Taman Pendapa Kabupaten Kudus. Beberapa anak dengan ceria tampak asyik bermain sepak bola mini di area taman yang kini telah difasilitasi dengan sepasang gawang di dua sisi yang berbeda.
Pemandangan penuh gelak tawa anak-anak yang bermain bola bersama itu menjadi warna baru bagi wajah pusat kota. Fasilitas publik ini diketahui baru saja dibuka secara resmi oleh Bupati Kudus Samani Intakoris agar dapat digunakan secara bebas untuk umum pada Jumat (12/6/2026).
Meskipun laga sengit Piala Dunia yang mempertemukan Timnas Qatar melawan Swiss baru dijadwalkan kick-off pada pukul 02.00 WIB dini hari, Minggu (14/6/2026), warga Kudus nyatanya sudah mencuri start dengan bersiap memadati area Alun-Alun sejak malam hari.
Sembari menunggu waktu pertandingan sepak bola kasta tertinggi tersebut dimulai, para pengunjung tidak dibiarkan jenuh. Mereka dimanjakan dengan suguhan hiburan musik langsung dari penampilan sejumlah band lokal Kudus di atas panggung.
Tidak hanya sektor hiburan, perputaran roda ekonomi juga sangat terasa dengan hadirnya puluhan tenda pelaku usaha. Tercatat, terdapat 20 tenda Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang disediakan khusus tepat di depan Pendapa Kabupaten Kudus.
Geliat ekonomi kreatif ini semakin diperkuat dengan kehadiran sekitar 150 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggelar lapak dagangannya di sepanjang Jalan Ramelan. Beragam kuliner khas dan produk lokal tampak laris manis diburu oleh para pengunjung yang memadati area.
Bupati Kudus, Samani Intakoris, menyatakan bahwa kegiatan malam ini sengaja dikolaborasikan langsung dengan momentum demam Piala Dunia. Langkah taktis ini diambil demi menghidupkan kembali pusat kota sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat pascapandemi.
"Kita manfaatkan momen ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, sekaligus sebagai hiburan bagi warga," ujar Samani saat memberikan keterangan kepada awak media di sela-sela peninjauan lokasi, Sabtu (13/6/2026) malam.
Menurut orang nomor satu di Kabupaten Kudus tersebut, tingginya angka kunjungan dan antusiasme masyarakat malam ini menjadi bukti autentik. Hal itu menunjukkan bahwa keberadaan ruang hiburan publik yang representatif di pusat kota masih sangat dibutuhkan oleh warga.
"Kalau melihat antusiasme warga malam ini, sangat antusias sekali karena masyarakat ini memang butuh hiburan. Kota ini terbukti kembali menjadi pusat keramaian dan interaksi masyarakat," kata Samani dengan nada optimistis.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus saat ini masih terus melakukan kajian mendalam mengenai rencana untuk menghidupkan kembali agenda CFN secara berkala. Pemkab ingin memastikan CFN dapat menjadi agenda rutin yang matang dengan tetap mempertimbangkan situasi dan kondisi di lapangan.
Selain fokus pada sektor hiburan rakyat, Samani menegaskan bahwa kenyamanan dan keteraturan tata kota tetap menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, pihaknya telah menginstruksikan Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus untuk melakukan penataan zonasi PKL di sekitar Simpang Tujuh.
Langkah penataan ini diambil agar aktivitas ekonomi para pedagang kecil tetap dapat berjalan secara maksimal tanpa harus mengganggu ketertiban umum dan estetika kawasan. Pemkab berkomitmen mencari solusi yang saling menguntungkan bagi semua pihak.
"Kami akan terus koordinasi dengan Dinas Perdagangan untuk menata PKL-PKL di sekitar Simpang Tujuh. Polanya diatur agar mereka tetap bisa berjualan dengan nyaman dan mendapatkan penghasilan," jelas Bupati Kudus secara detail.
Di sisi lain, Samani memastikan bahwa pelaksanaan agenda Car Free Day (CFD) pada Minggu pagi tetap akan dilaksanakan seperti biasa tanpa ada perubahan jadwal. Penutupan jalan pada malam hari untuk CFN dipastikan tidak akan mengganggu kesiapan aktivitas olahraga warga di pagi harinya.
Menutup keterangannya, Bupati Kudus mengimbau dengan sangat kepada seluruh lapisan masyarakat yang hadir untuk senantiasa menjaga keamanan, ketertiban, serta kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung. Kebersihan Alun-Alun menjadi tanggung jawab bersama.
"Mari kita bersama-sama menjaga kondusivitas, keamanan, ketertiban, dan yang paling penting adalah jangan membuang sampah sembarangan di area Alun-Alun dan sekitarnya," tandas Samani menutup perbincangan.