Kuliner Nagih! Tahu Petis Lawang Sewu Khas Semarang Hadir di Kudus, Isian Melimpah Rasa Manis Gurihnya Bikin Penggemar Rela Antre

10 Juni 2026


KUDUS — Bosan dengan jajanan yang itu-itu saja saat berkunjung ke Kota Kretek? Bagi Anda pemburu kuliner legendaris, kini ada alternatif camilan baru yang siap menggoyang lidah dan dijamin bikin ketagihan setengah mati.


Selain terkenal dengan kelezatan lumpianya, Ibu Kota Jawa Tengah, Semarang, juga menyimpan daya tarik kuliner lain yang tak kalah memikat, yaitu tahu petis. Makanan merakyat dengan cita rasa mewah ini memang selalu berhasil mencuri perhatian para pencinta takjil dan gorengan di mana-mana.


Kabar baiknya, Anda warga Kabupaten Kudus kini tidak perlu jauh-jauh berkendara ke Kota ATLAS hanya untuk menuntaskan hasrat menyantap kuliner hitam manis tersebut. Jajanan khas ini sekarang sudah menjamur dan bisa dengan mudah Anda temukan di berbagai sudut wilayah Kudus.


Di Kota Kretek sendiri, jumlah penggemar tahu petis ternyata sangat membeludak dan datang dari berbagai latar belakang usia maupun profesi. Kudapan ini seolah menjadi hidangan wajib yang pas dinikmati sebagai teman bersantai bersama keluarga tercinta.


Sensasi mengunyah tahu goreng yang masih dalam kondisi hangat, lalu berpadu dengan gurihnya petis udang melimpah, memang tiada duanya. Apalagi jika ditambah dengan gigitan cabai rawit hijau yang pedasnya menggigit, rasanya dipastikan menjadi berkali-kali lipat lebih nikmat.


Namun, di tengah menjamurnya pedagang tahu petis di Kudus, ada satu lapak yang berhasil mencuri perhatian berkat keunikan rasanya yang autentik. Kuliner tersebut mengusung merek dagang Tahu Petis Lawang Sewu asli khas Semarang.


Usaha kuliner yang menjanjikan ini dimotori oleh seorang pria kreatif bernama Andi Raih (43 tahun). Pria paruh baya ini merupakan warga lokal asal Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.


Ada alasan kuat mengapa Tahu Petis Lawang Sewu miliknya langsung diserbu pembeli dan membedakannya dari kompetitor lain. Rahasianya terletak pada racikan petis homemade buatan Andi yang berani memberikan isian melimpah di dalam setiap belahan tahunya.


Selain porsinya yang royal, bumbu petis hitam pekat tersebut memiliki karakteristik rasa manis dan gurih yang jauh lebih kuat di lidah. Karakter rasa yang kaya ini langsung menjadi pembeda utama begitu digigit oleh para penikmat kuliner.


Hal ini tentu berbeda dari mayoritas tahu petis yang biasa dijajakan di Kudus, di mana rasanya cenderung lebih dominan ke arah asin saja. "Kalau tahu petis khas asli Semarang yang saya jual punya rasa manis lebih kuat dan asin," ungkap Andi saat ditemui pada Rabu, 10 Mei 2026.


Keunggulan lain dari produk ini juga terletak pada bahan baku tahu yang berukuran jumbo karena sengaja dipesan secara khusus. Tahu tebal tersebut digoreng matang sampai bagian luarnya benar-benar kering dan menghasilkan tekstur krispi yang memanjakan lidah.


Andi juga sangat fleksibel dalam melayani selera para pelanggannya yang beragam demi menjaga kepuasan mereka. "Tapi kalau ada pelanggan yang request tahu digoreng basah juga bisa," tutur pria ramah ini sambil tersenyum.


Ide awal membuka bisnis ini terbilang unik, yakni berawal dari kecintaan personal Andi yang memang sangat menggemari camilan tahu petis. Sayangnya, selama ini ia kerap merasa kesulitan menemukan rasa petis khas Semarang yang benar-benar mantap di Kudus.


Berangkat dari keresahan itulah, Andi mulai bereksperimen dapur hingga akhirnya menemukan formula rasa yang sangat pas dan mirip dengan aslinya. "Saya coba mulai usaha tahu petis, setelah menemukan rasa cocok seperti yang dijual khas Semarang," terangnya menjabarkan awal mula ide bisnis.


Andi sendiri mengaku sempat tidak menyangka jika bisnis kuliner pertamanya ini langsung meledak dan laris manis di pasaran. Padahal, ia baru resmi membuka lapak dagangannya ini pada akhir Januari 2023 lalu.


"Alhamdulillah, meski baru pertama peminat tahu petis khas Semarang ini cukup banyak, dan saya yakin usaha saya ini akan terus berkembang,” katanya dengan nada optimis.


Bagi Anda yang sudah tidak sabar ingin mencicipi, langsung saja meluncur ke lokasinya di Jalan A. Yani No. 100, tepat di sebelah Selatan Alun-Alun Simpang 7 Kudus. Strategisnya lokasi ini membuat lapak Andi sangat mudah dicari oleh siapa saja.


Urusan dompet tidak perlu khawatir, karena sebiji tahu krispi berukuran besar ini hanya dibanderol dengan harga Rp 3.000 saja. Sangat murah meriah, bukan?


Berkat harganya yang merakyat serta rasanya yang juara, Andi rata-rata mampu menjual hingga 300 biji tahu petis setiap harinya. Angka penjualan yang fantastis untuk ukuran bisnis yang baru seumur jagung.


Jadi, tunggu apa lagi? Segera agendakan waktu kulineran Anda sore ini ke Tahu Petis Lawang Sewu sebelum kehabisan stok. “Saya jamin anda akan ketagihan,” tandas Andi mengakhiri perbincangan.