KUDUS – Industri kreatif di Kabupaten Kudus memasuki babak baru yang lebih menjanjikan. Pj. Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menghadiri langsung acara Pengukuhan Komunitas Fashion Kabupaten Kudus Masa Bakti 2026–2029 yang digelar dengan penuh khidmat sekaligus meriah di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (24/6/2026).
Langkah strategis ini menandai komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem industri kreatif, khususnya di bidang tata busana. Kehadiran komunitas ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak baru bagi perekonomian lokal melalui karya-karya seni kain yang bernilai jual tinggi.
Dalam prosesi tersebut, jajaran pengurus Komunitas Fashion Kabupaten Kudus secara resmi dikukuhkan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kudus, Endhah Sam'ani Intakoris. Momentum sakral ini disaksikan oleh jajaran kepala OPD, pelaku usaha, serta para pegiat seni setempat.
Endhah Sam'ani Intakoris menegaskan bahwa pembentukan wadah ini bukan sekadar seremonial belaka. Komunitas ini dibentuk sebagai wadah kolaborasi yang inklusif bagi para pelaku fashion, mulai dari desainer pemula, perajin batik/sulam, hingga pengusaha konveksi skala makro dan mikro.
Melalui wadah resmi ini, para insan kreatif di Kudus dituntut untuk terus konsisten dalam berkarya, melahirkan inovasi baru, dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif secara masif. Sinergi antarpelaku usaha diharapkan dapat menciptakan rantai pasok industri fashion lokal yang mandiri dan kompetitif.
"Kami ingin komunitas ini menjadi jembatan emas bagi para desainer lokal untuk saling bertukar ide dan meningkatkan kelas produk mereka agar mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional," ujar Endhah Sam'ani Intakoris usai pelantikan.
Apresiasi tinggi juga datang dari orang nomor satu di Kudus. Dalam sambutannya, Bupati Sam’ani Intakoris menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang mendalam kepada seluruh insan fashion yang selama ini konsisten bergerak memajukan industri kreatif di Kota Kretek.
Menurut Sam’ani, industri fashion memiliki elastisitas yang sangat baik terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor ini terbukti mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal, mulai dari pembatik, penjahit, hingga sektor logistik dan pemasaran digital.
Pemerintah Kabupaten Kudus berkomitmen penuh untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi para desainer lokal agar bisa naik kelas. Melalui fasilitas pameran, kemudahan izin usaha, hingga pelatihan keterampilan, pemkab berupaya menjaga iklim usaha fashion agar tetap tumbuh positif.
"Potensi fashion di Kudus ini sangat luar biasa, kita punya warisan budaya Batik Kudus dan bordir yang khas. Dengan adanya manajemen komunitas yang solid, kami optimistis produk fashion Kudus akan semakin dikenal luas," tutur Sam’ani penuh optimistis.
Suasana di dalam Pendapa Kabupaten Kudus kian semarak ketika acara formal berganti menjadi panggung unjuk karya. Agenda pengukuhan ini dirangkai dengan penampilan fashion show eksklusif yang memukau ratusan pasang mata tamu undangan yang hadir.
Catwalk temporer yang didirikan di tengah Kukuhkan Pengurus Komunitas Fashion, Bupati Sam’ani Siap Dongkrak Ekonomi Kreatif Kudus menjadi saksi bisu keindahan beragam karya kreatif para desainer lokal. Mereka menampilkan perpaduan apik antara sentuhan modernitas urban dengan kekayaan lokalitas budaya Kudus yang sangat kental.
Para model memperagakan busana dengan penuh keanggunan, menonjolkan detail cutting, corak warna, serta filosofi mendalam di balik setiap helai pakaian. Hal ini membuktikan bahwa kualitas perancang busana asal Kudus tidak kalah saing dengan desainer kota-kota besar.
Kehadiran Komunitas Fashion periode 2026–2029 ini juga diharapkan mampu membaca tren pasar global yang dinamis. Adaptasi teknologi digital dalam pemasaran dan penerapan konsep sustainable fashion diharapkan menjadi fokus kerja pengurus baru dalam waktu dekat.
Melalui pengukuhan yang bertepatan dengan pertengahan tahun 2026 ini, Pemkab Kudus bersama Dekranasda menaruh harapan besar agar peta jalan (roadmap) industri kreatif daerah semakin jelas, terukur, dan berdampak langsung pada kesejahteraan para perajin di akar rumput.