KUDUS – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan terus digenjot secara serius. Salah satu proyek strategis infrastruktur kesehatan yang kini tengah mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah daerah adalah pembenahan fasilitas medis di tingkat kecamatan.
Guna memastikan seluruh tahapan pengerjaan fisik berjalan sesuai dengan perencanaan awal, jajaran eksekutif daerah melakukan inspeksi mendadak ke lapangan. Langkah pengawasan ini dinilai penting agar proyek pembangunan tersebut tidak mengalami keterlambatan atau salah sasaran.
Orang nomor satu di Kabupaten Kudus, Bupati Sam’ani Intakoris, turun langsung meninjau lokasi proyek renovasi gedung Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Jekulo pada Selasa (23/6/2026). Kehadiran bupati ke lokasi ditujukan untuk melihat sejauh mana deviasi kemajuan fisik yang telah dicapai oleh kontraktor pelaksana.
Aksi blusukan di awal pekan ini dimanfaatkan oleh bupati untuk menyisir setiap sudut area bangunan yang sedang dalam masa pengerjaan struktur. Bupati didampingi oleh jajaran dinas teknis terkait guna mencocokkan kesesuaian antara rencana anggaran biaya (RAB) dengan realita pembangunan di lapangan.
Melalui peninjauan langsung ini, Bupati Sam’ani ingin memastikan bahwa pengerjaan proyek berjalan tepat waktu sesuai kontrak yang disepakati. Ketepatan waktu pengerjaan menjadi hal krusial mengingat pelayanan kesehatan bagi warga sekitar tidak boleh terganggu terlalu lama akibat adanya proses konstruksi.
Bupati menegaskan bahwa perluasan dan peningkatan fasilitas kesehatan ini merupakan bagian dari visi besar pemkab dalam memuliakan warga. Upaya pembenahan gedung ini murni dilakukan demi memberikan kenyamanan ekstra bagi para pasien yang datang berobat.
"Peningkatan fasilitas kesehatan di Puskesmas Jekulo ini merupakan bagian dari komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Kudus. Kami ingin menghadirkan layanan kesehatan yang jauh lebih modern, nyaman, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat," tegas Sam’ani di sela-sela peninjauan.
Menurut bupati, Puskesmas Jekulo memegang peranan yang sangat vital karena menjadi garda terdepan dalam melayani kebutuhan medis warga di wilayah timur Kudus. Dengan jumlah padat penduduk di Kecamatan Jekulo, pembenahan fasilitas dan kapasitas tampung gedung memang sudah menjadi kebutuhan yang mendesak.
Dalam sidak tersebut, Bupati Sam’ani memberikan instruksi tegas kepada pihak kontraktor pelaksana dan pengawas proyek agar tidak main-main dengan kualitas material bangunan. Semua bahan yang digunakan harus memenuhi standar kelayakan guna menjamin keamanan jangka panjang gedung fasilitas publik tersebut.
Selain masalah kualitas fisik bangunan, aspek fungsionalitas ruang juga menjadi perhatian serius mantan Sekda Kudus tersebut. Ia meminta penataan ruang pelayanan, ruang tunggu pasien, hingga sirkulasi udara di dalam puskesmas dirancang secara matang agar tidak memicu penumpukan antrean yang pengap.
Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus yang ikut mendampingi bupati menyatakan bahwa selama masa renovasi berlangsung, pelayanan medis kepada masyarakat tetap berjalan normal. Manajemen puskesmas telah mengalihkan ruang pelayanan sementara ke area yang aman dari aktivitas proyek.
Langkah mitigasi pelayanan tersebut diapresiasi oleh bupati, yang menekankan bahwa hak masyarakat untuk mendapatkan pengobatan gratis dan bermutu tidak boleh tereduksi oleh adanya bisingnya proyek pembangunan gedung baru.
Proyek renovasi UPTD Puskesmas Jekulo ini ditargetkan dapat selesai dan langsung dioperasikan secara penuh sebelum pergantian tahun anggaran. Jika proyek ini rampung tepat waktu, wajah baru puskesmas ini diharapkan mampu memotong waktu tunggu pasien secara signifikan lewat penambahan loket layanan.
Bupati juga berharap, kemegahan fisik gedung puskesmas yang baru nantinya harus diimbangi dengan perubahan sikap kepedulian dari para tenaga medis yang bertugas. Keramahan dokter, perawat, hingga petugas administrasi dinilai menjadi kunci utama kesembuhan pasien.
Pemkab Kudus sendiri berencana akan terus melakukan pengawasan secara berkala terhadap proyek-proyek serupa di kecamatan lain. Sistem jemput bola dan sidak lapangan dinilai efektif untuk memangkas potensi penyimpangan anggaran serta kelalaian kerja di tingkat penyedia jasa.
Melalui peninjauan intensif di Puskesmas Jekulo ini, roda pemerintahan Kabupaten Kudus membuktikan eksistensinya dalam mengawal uang rakyat agar benar-benar kembali dalam bentuk fasilitas publik yang mumpuni. Pembangunan infrastruktur kesehatan pun dipastikan tetap berjalan berkesinambungan demi kesejahteraan warga Kota Kretek.