Kabar Baik! 24 Sekolah Rusak di Kudus Diguyur Bantuan Pusat hingga Rp1,5 Miliar, Ini Daftar Lengkapnya

17 Juni 2026


KUDUS – Angin segar berembus bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Fasilitas belajar mengajar yang selama ini mengalami kerusakan di berbagai wilayah dipastikan akan segera mendapatkan perbaikan menyeluruh demi kenyamanan para siswa.


Sebanyak 24 satuan pendidikan yang tersebar di wilayah Kota Kretek ini dipastikan masuk dalam daftar penerima program revitalisasi sekolah rusak pada tahun anggaran 2026. Program strategis ini digulirkan langsung oleh pemerintah pusat guna mendongkrak kualitas infrastruktur pendidikan daerah.


Langkah intervensi fisik ini dinilai sangat krusial mengingat kondisi sejumlah ruang kelas dan fasilitas penunjang di puluhan sekolah tersebut sudah cukup memprihatinkan. Jika dibiarkan berlarut-larut, kerusakan tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu konsentrasi sekaligus membahayakan keselamatan siswa.


Dukungan finansial yang dialokasikan pemerintah untuk menyukseskan agenda perbaikan ini terbilang cukup besar. Meski demikian, nominal dana bantuan yang akan dikucurkan untuk setiap satuan pendidikan dipastikan tidak seragam satu sama lain.


Besaran anggaran yang diterima oleh masing-masing sekolah akan disesuaikan secara objektif berdasarkan tingkat kerusakan fisik yang ada di lapangan. Angka bantuan bergerak variatif, mulai dari yang terendah senilai Rp200 juta hingga yang tertinggi menyentuh Rp1,5 miliar per sekolah.


Kabar yang lebih menggembirakan, anggaran stimulan untuk perbaikan fasilitas pendidikan ini tidak sekadar menjadi rencana di atas kertas. Pihak otoritas terkait memastikan bahwa dana segar tersebut sudah mulai dicairkan dan langsung ditransfer ke rekening pihak sekolah.


Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Harjuna Widada, memberikan konfirmasi resmi mengenai program tersebut. Tahun ini, sasaran perbaikan mencakup tiga jenjang pendidikan yang berbeda di bawah naungan pemerintah daerah.


Melalui Sekretaris Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, pihak dinas merinci bahwa program revitalisasi tahun ini secara khusus menyasar 24 satuan pendidikan. Jumlah tersebut terdiri atas 19 Sekolah Dasar (SD), tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta dua Taman Kanak-kanak (TK).


"Nominal bantuan yang diberikan memang bervariasi untuk setiap sekolah. Anggarannya dimulai dari Rp200 juta hingga Rp1,5 miliar, tergantung dari hasil analisis tingkat kerusakan bangunan," ujar Anggun saat dikonfirmasi pada Rabu (17/6/2026) siang.


Anggun menjelaskan lebih detail bahwa seluruh sumber dana perbaikan sekolah rusak di Kudus ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Anggaran tersebut dialokasikan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.


Skema penyaluran bantuan ini sengaja didesain berbeda dengan mekanisme Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik yang biasanya harus transit terlebih dahulu di kas daerah. Guna memangkas birokrasi, proses transfer dilakukan secara direct dari kementerian pusat ke rekening sekolah penerima.


"Kalau untuk mekanismenya, sistem pencairan dana ini memang dikirimkan langsung dari Kemendikdasmen menuju rekening masing-masing sekolah yang berhak menerima," tambah Anggun menjelaskan jalur birokrasi keuangan program tersebut.


Hingga pertengahan Juni ini, pelaksanaan program revitalisasi di Kabupaten Kudus dilaporkan berjalan cukup progresif. Tahapan kerja di lapangan saat ini sudah memasuki proses verifikasi faktual serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pihak sekolah dan kementerian.


Bahkan, sejumlah sekolah yang administrasinya telah dinyatakan lengkap dilaporkan sudah berhasil mencairkan dana stimulan untuk tahap pertama. Besaran pencairan awal tersebut mencapai 70 persen dari total pagu anggaran yang didapatkan oleh sekolah.


Dengan modal dana awal tersebut, beberapa satuan pendidikan terpilih kini sudah mulai tancap gas melaksanakan aksi nyata di lapangan. Mereka mulai melakukan pembongkaran, pembangunan kembali ruang kelas yang rusak, hingga merehabilitasi berbagai fasilitas penunjang belajar.


Jika menilik catatan kilas balik pada tahun 2025 lalu, program serupa sebenarnya telah menyasar sebanyak 27 satuan pendidikan di Kudus. Saat itu, penerima manfaat terdiri atas tiga TK, 13 SD, dan 11 SMP, sedikit lebih banyak dibanding kuota awal tahun ini.


Meski kuota tahun ini baru menyentuh angka 24 sekolah, pihak Disdikpora Kudus mengindikasikan bahwa jumlah tersebut masih sangat dinamis. Kemendikdasmen dilaporkan masih membuka celah lebar untuk menambah daftar sekolah penerima bantuan di Kabupaten Kudus pada akhir Juli 2026 mendatang.


"Kami melihat masih ada peluang dan kemungkinan besar pada akhir Juli nanti akan ada tambahan sekolah baru di Kudus yang lolos verifikasi untuk menerima program revitalisasi ini," cetus Anggun optimis.


Adapun daftar lengkap 24 sekolah di Kudus yang berhak menerima bantuan revitalisasi tahun ini tersebar di berbagai sektor, meliputi:

  • Jenjang SD: SD 1 Loram Kulon, SD 5 Kedungsari, SD 2 Ngembal Kulon, SD 4 Jekulo, SD 1 Loram Wetan, SD 2 Panjunan, SD 1 Kaliputu, SD 1 Kuwukan, SD 1 Getassrabi, SD 5 Honggosoco, SD 4 Undaan Kidul, SD Berugenjang, SD Krandon, SD 5 Gondangmanis, SD Nganguk, SD 4 Getassrabi, SD 3 Karangmalang, SD 7 Getassrabi, dan SDIT Kharisma.

  • Jenjang SMP & TK: SMP 2 Gebog, SMP 3 Dawe, SMP Hasyim Asy’ari, TK PG Rendeng, serta TK Negeri Pembina Kecamatan Jati.