Isak Tangis Haru Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kudus di JHK

16 Juni 2026


KUDUS – Suasana haru membuncah di Gedung Jakartais Haji Kudus (JHK). Ribuan keluarga penjemput tak kuasa menahan air mata saat armada bus yang membawa rombongan jemaah haji asal Kabupaten Kudus mulai memasuki gerbang halaman gedung pada Selasa (16/6/2026) siang.


Proses kepulangan para tamu Allah SWT asal Kota Kretek ini dipastikan berlangsung secara bertahap. Penjemputan dan penyambutan dijadwalkan secara maraton, yang terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter), mulai dari Kloter 40 hingga Kloter 44.


Berdasarkan pantauan di lokasi hingga Selasa siang, dua kelompok terbang pertama telah sukses mendarat di tanah kelahiran. Rombongan yang telah menginjakkan kaki di JHK tersebut adalah para jemaah yang tergabung dalam Kloter 40 dan Kloter 41.


Namun, prosesi kepulangan kali ini tidak berjalan sepenuhnya mulus tanpa hambatan. Perjalanan pulang para jemaah sempat diwarnai ketegangan akibat adanya kendala teknis yang menimpa salah satu armada pengangkut di jalur darat.


Ketua Panitia Penyelenggara Pemulangan Ibadah Haji (P4H) Kabupaten Kudus, Deka Hendratmanto, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, sempat terjadi keterlambatan kedatangan pada rombongan Kloter 41 dari jadwal yang ditentukan semula.


Keterlambatan ini dipicu oleh gangguan fatal pada salah satu armada bus yang membawa rombongan Kloter 41 di tengah perjalanan menuju Kudus. Bus tersebut mendadak mengalami kerusakan mesin yang cukup serius sehingga tidak dapat dipaksakan untuk berjalan.


Akibat insiden mogoknya bus tersebut, seluruh jemaah yang berada di dalam armada itu terpaksa harus turun dan menunggu di tepi jalur perjalanan. Mereka harus bersabar menanti kedatangan armada pengganti yang dikirimkan oleh pihak panitia.


Pihak P4H Kudus bergerak cepat mengatasi situasi darurat ini agar tidak telantar terlalu lama. "Kami langsung melakukan koordinasi cepat untuk mengirimkan bus cadangan ke lokasi guna menjemput jemaah," ujar Deka Hendratmanto saat memberikan keterangan kepada media.


Deka menjelaskan, langkah taktis penggantian armada cadangan tersebut sengaja dilakukan demi memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan para jemaah. Panitia berkomitmen agar seluruh rombongan bisa sampai ke rumah masing-masing tanpa kurang suatu apa pun.


Upaya sigap tersebut akhirnya membuahkan hasil positif. Setelah armada cadangan tiba di lokasi gangguan teknis, seluruh jemaah haji langsung dipindahkan dan perjalanan menuju Kabupaten Kudus bisa segera dilanjutkan kembali.


Ketegangan para panitia dan keluarga penjemput akhirnya mencair setelah bus-bus yang dinanti tampak muncul di kawasan JHK. "Alhamdulillah, sampai dengan pukul 13.15 WIB sudah ada dua kloter yang tiba dengan selamat di JHK, yaitu Kloter 40 dan Kloter 41," lanjut Deka lega.


Lebih lanjut, Deka Hendratmanto merinci bahwa setiap kelompok terbang yang pulang ke Kabupaten Kudus ini memiliki karakteristik jumlah jemaah dan kapasitas armada yang berbeda-beda satu sama lain.


Untuk Kloter 40, tercatat sebagai rombongan terkecil dengan jumlah jemaah sebanyak 38 orang. Karena jumlahnya yang relatif sedikit, panitia hanya mengerahkan 1 unit bus saja untuk mengangkut seluruh jemaah di kloter ini.


Sementara itu, kepadatan mulai terlihat pada Kloter 41 yang membawa sebanyak 350 jemaah haji. Guna mengangkut ratusan jemaah beserta barang bawaannya tersebut, panitia mengerahkan total hingga 9 unit bus berukuran besar.


Kondisi serupa juga terlihat pada Kloter 42 yang memiliki volume jemaah cukup padat, yakni sebanyak 352 jemaah yang difasilitasi dengan 9 bus. Sedangkan untuk Kloter 44, tercatat ada 104 jemaah yang pulang dengan menggunakan kawalan 3 unit bus.


Pihak P4H Kabupaten Kudus mengimbau kepada seluruh keluarga penjemput untuk tetap tertib dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Hal ini demi kelancaran proses penurunan jemaah dan pengambilan barang bawaan hingga seluruh rangkaian kloter selesai terserap.