Gowes Pagi ke Pendapa, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris Borong Dagangan PKL dan Larisi Gudeg Lokal

09 Juni 2026


KUDUS – Suasana pagi di sepanjang jalan protokol Kabupaten Kudus mendadak riuh dan hangat. Kehadiran orang nomor satu di Kudus yang bersepeda santai di tengah hiruk-pikuk aktivitas warga menjadi pemandangan yang menarik perhatian.


Mengawali aktivitasnya, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memilih cara yang tidak biasa untuk berangkat bekerja. Ia memutuskan untuk mengayuh sepeda dari kediaman pribadinya menuju tempat dinas di Pendapa Kabupaten Kudus.


Momen sehat sekaligus merakyat ini berlangsung pada Selasa pagi, 9 Juni 2026. Sejak matahari baru saja meninggi, Bupati sudah bersiap dengan perlengkapan bersepedanya untuk menyusuri jalanan kota.


Rute gowes pagi ini sengaja dirancang melewati beberapa urat nadi perekonomian masyarakat Kudus. Bupati dan rombongan kecilnya melintasi Jalan HM Subchan ZE yang dikenal selalu ramai di pagi hari.


Perjalanan kayuhan pedal berlanjut menuju kawasan Jalan KH Asnawi, kemudian berbelok melewati Perempatan Sucen. Setelah itu, rombongan melaju mulus membelah Jalan Veteran, Jalan Pangeran Puger, dan berakhir di Jalan Sunan Kudus sebelum masuk ke area Pendapa.


Aktivitas bersepeda ini ternyata memiliki tujuan ganda yang sangat positif bagi sang kepala daerah. Selain untuk menjaga kebugaran fisik di tengah padatnya agenda kerja, kegiatan ini menjadi jembatan bagi Bupati untuk melihat langsung kondisi riil lingkungan kota.


Sepanjang jalur yang dilalui, Bupati Sam’ani aktif melemparkan senyum dan menyapa warga yang mulai membuka toko serta bersiap mengais rezeki. Kedekatan tanpa sekat ini disambut antusias oleh masyarakat yang sedang memulai rutinitas pagi mereka.


Tak sekadar menyapa dan lewat begitu saja, Bupati Kudus juga menunjukkan aksi nyata kepeduliannya terhadap wong cilik. Di sepanjang Jalan HM Subchan ZE, ia mendadak menghentikan sepedanya di depan lapak-lapak pedagang kaki lima (PKL).


Secara spontan, Bupati langsung memborong berbagai dagangan kecil milik warga yang berjejer di pinggir jalan. Aksi borong dagangan ini sontak membuat para pedagang kecil tersebut terkejut sekaligus merasa sangat bersyukur.


Di sela-sela obrolannya dengan para pedagang, Bupati Sam’ani menyelipkan pesan ajakan yang ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat Kudus. Ia mengetuk hati warga untuk selalu mengutamakan berbelanja di warung-warung tetangga atau UMKM sekitar.


Menurut Bupati, keterlibatan aktif masyarakat untuk membeli produk dari pedagang kecil adalah kunci utama saat ini. Dengan cara sederhana tersebut, diharapkan pondasi ekonomi kerakyatan di Kabupaten Kudus dapat tumbuh dan berdiri lebih kuat.


Setelah puas berinteraksi dan melarisi dagangan para PKL di jalanan, rasa lapar di pagi hari mulai menghampiri rombongan pesepeda ini. Bupati Kudus kemudian memutuskan untuk singgah sejenak guna mengisi energi.


Pilihan tempat sarapan jatuh pada salah satu kuliner lokal terkemuka, yaitu Warung Gudeg Mbak Rina. Warung makan sederhana yang menyajikan cita rasa khas ini terletak strategis di kawasan Jalan Pangeran Puger.


Di warung tersebut, Bupati membaur bersama pelanggan lain menikmati sepiring gudeg hangat tanpa ada perlakuan istimewa. Langkah ini diambil sebagai simbol bahwa seorang pemimpin harus selalu dekat dengan denyut nadi kehidupan rakyatnya.


Agenda santap pagi di warung lokal ini bukan sekadar urusan mengisi perut kosong semata. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dalam mengampanyekan gerakan dukungan terhadap UMKM.


Pemkab Kudus berkomitmen penuh agar sektor ekonomi lokal dan unit usaha mikro tetap berdaya dan mampu bertahan. Langkah stimulus seperti ini dinilai penting di tengah situasi kontraksi ekonomi global yang juga berdampak ke daerah.


Melalui kegiatan gowes yang diakhiri dengan kulineran lokal ini, Bupati Sam’ani sukses memberikan teladan nyata. Pemimpin yang turun ke jalan terbukti mampu memberikan suntikan semangat bagi para pelaku usaha kecil untuk terus optimis menatap masa depan.