Gandeng Ratusan Guru se-Jateng, UMK Kupas Tuntas '7 Jurus BK Hebat' Demi Cetak Gen Z Tangguh

23 Juni 2026


KUDUS – Tantangan dalam mendampingi tumbuh kembang mental dan karakter Generasi Z (Gen Z) di lingkungan sekolah saat ini kian kompleks. Merespons fenomena tersebut, dunia akademis terus berupaya melakukan reformasi metode bimbingan agar lebih adaptif terhadap psikologis pelajar modern.


Langkah strategis diambil oleh Universitas Muria Kudus (UMK) yang memosisikan diri sebagai episentrum penguatan kapasitas tenaga pendidik di Jawa Tengah. Kampus terbesar di Kota Kretek ini sukses menjadi tuan rumah sebuah agenda berskala regional yang membedah tuntas dunia konseling sekolah.


UMK memfasilitasi gelaran Workshop dan Seminar Nasional Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA/SMK/MA se-Jawa Tengah pada Selasa (23/6/2026). Agenda besar ini sengaja mengangkat tema yang sangat kekinian, yaitu "Menuai Harapan Pengembangan Generasi Z dalam Bingkai 7 Jurus BK Hebat."


Animo para pahlawan tanpa tanda jasa ini terbilang sangat luar biasa untuk menimba ilmu baru. Tercatat, sebanyak 350 guru Bimbingan dan Konseling (BK) dari berbagai perwakilan kabupaten dan kota di seluruh penjuru Jawa Tengah hadir memadati lokasi acara.


Kehadiran ratusan konselor sekolah ini murni ditujukan sebagai upaya kolektif dalam mendongkrak kompetensi dan ketajaman analisis pendampingan di lapangan. Guru BK dituntut tidak lagi gagap atau menggunakan metode konvensional dalam menghadapi dinamika emosional anak didik zaman sekarang.


Seminar nasional ini terasa semakin berbobot dengan hadirnya Rektor UMK, Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si., yang berdiri sebagai pembicara kunci (keynote speaker). Dalam pidatonya, Prof. Darsono melayangkan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin erat antara kampus dan asosiasi guru.


Pihak rektorat menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran pengurus MGBK Jawa Tengah yang telah mempercayakan kampus UMK sebagai pusat perhelatan akbar tersebut. Kepercayaan ini dinilai sebagai bukti pengakuan atas kualitas fasilitas akademik yang dimiliki UMK.


"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan besar yang diberikan kepada UMK untuk menjadi tuan rumah workshop dan seminar nasional ini. Sangat senang bisa menyambut kehadiran ratusan guru BK hebat dari berbagai daerah di Jawa Tengah," ujar Prof. Darsono dengan hangat.


Prof. Darsono berharap, forum ilmiah ini tidak hanya menjadi tempat mendengarkan teori di atas podium semata. Ia menginginkan momentum ini bertransformasi menjadi wadah bertukar pengalaman nyata, memperkuat jaringan kolaborasi, serta meng-upgrade kualitas layanan konseling di sekolah.


Guna mengupas tuntas formula penanganan Gen Z, panitia turut mendatangkan pakar konseling nasional, Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd., yang merupakan Founder Indonesian Hope Harvest Institute. Hadir pula Susilo Adi Pratomo, M.Pd., selaku Fasilitator Nasional 7 Jurus BK Hebat yang sudah malang melintang di dunia pendidikan.


Sesi pengarahan dan pembukaan acara dipimpin langsung oleh Ketua MGBK Provinsi Jawa Tengah, Nurcahyo Adi Prasetyo, S.Pd., Kons. Ia menegaskan pentingnya perubahan paradigma guru BK di era ketergantungan gawai yang sangat tinggi saat ini.


Memasuki sesi inti materi, Prof. Dody Hartanto secara lugas memperkenalkan sebuah konsep pendekatan psikologis baru bernama Hope-Based Counseling atau Konseling Berbasis Harapan. Formula ini menempatkan elemen harapan sebagai fondasi paling utama dalam memulihkan mental siswa.


Menurut Prof. Dody, stigma kuno yang menganggap guru BK hanya bertugas sebagai 'polisi sekolah' yang menghukum siswa nakal harus segera dikubur dalam-dalam. Guru BK masa kini wajib berperan sebagai sahabat yang menuntun siswa menemukan tujuan hidup dan mengenali potensi terpendam mereka.


Sementara itu, Susilo Adi Pratomo menjabarkan secara teknis mengenai implementasi dari formula "7 Jurus BK Hebat." Strategi ini dirancang sangat taktis agar setiap stimulus dan intervensi yang diberikan guru bisa selaras dengan karakteristik Gen Z yang cenderung sensitif.


Pendekatan makro ini dimulai dari proses mengenali potensi siswa lewat asesmen psikologis yang akurat, membantu mengelola regulasi emosi, hingga membangun daya lenting (resiliensi). Tak kalah penting adalah menjaga konsistensi, menjalin komunikasi empatik, membangun kolaborasi, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan.


Melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, manajemen UMK berharap para peserta pulang membawa oleh-oleh berupa strategi segar yang siap diaplikasikan di sekolah masing-masing. Dengan layanan BK yang lebih adaptif, diharapkan Gen Z di Jawa Tengah tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berkarakter, dan siap memimpin masa depan.