KUDUS – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kudus terus bergerak cepat dalam membuka akses pasar yang lebih luas bagi para perajin lokal. Komitmen ini diwujudkan melalui penjajakan kemitraan dengan para pakar industri fesyen dan kain tradisional tingkat nasional.
Langkah strategis tersebut diawali dengan menggelar pertemuan penting di pusat pemerintahan daerah. Agenda ini dirancang khusus untuk memetakan arah pengembangan produk lokal agar mampu naik kelas dalam waktu dekat.
Ketua Dekranasda Kabupaten Kudus, Endhah Endhayani Samani Intakoris, menerima langsung audiensi dari Achmad Nurhasim Hamada selaku pemilik sekaligus pendiri Kekean Wastra Gallery. Pertemuan ini berlangsung hangat di area Pendapa Kabupaten Kudus pada Minggu (14/6/2026).
Kehadiran pemilik galeri wastra terkemuka tersebut disambut baik oleh jajaran pengurus Dekranasda. Kekean Wastra Gallery sendiri selama ini dikenal memiliki rekam jejak yang kuat dalam membawa kain-kain tradisional Indonesia menembus pasar mancanegara.
Pertemuan tatap muka ini menjadi momentum yang sangat penting bagi masa depan kerajinan di kota kretek. Diskusi yang berlangsung dinilai sebagai langkah awal yang konkret dalam membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan.
Fokus utama dari penjajakan kerja sama ini adalah guna mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Dekranasda Kabupaten Kudus. Pemerintah daerah ingin memastikan para pelaku usaha lokal tidak hanya jago kandang.
Melalui program yang sedang dimatangkan ini, para perajin lokal diharapkan dapat semakin berkembang secara mandiri. Muaranya, produk-produk asli Kudus diharapkan mampu memiliki daya saing yang tinggi di tengah ketatnya persaingan pasar global.
Dalam audiensi yang berlangsung dinamis tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai potensi kolaborasi yang bisa dieksekusi bersama. Pembahasan dilakukan secara mendalam dari hulu hingga hilir guna memastikan kesiapan para pelaku UMKM.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah mengenai program peningkatan kualitas produk secara masif. Standarisasi mutu produk dinilai menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar jika ingin merambah pasar ekspor yang lebih luas.
Selain kualitas bahan, penguatan sektor desain juga menjadi sorotan utama dalam diskusi tersebut. Kain tradisional khas Kudus, seperti batik bakaran dan bordir icik, perlu sentuhan desain modern tanpa menghilangkan nilai filosofisnya.
Aspek inovasi produk juga tidak luput dari pembahasan serius antara Endhah Endhayani dan Achmad Nurhasim. Inovasi dinilai penting agar produk kerajinan dari Kudus tetap relevan dengan selera pasar mode internasional yang dinamis.
Tak kalah penting, kedua belah pihak juga merumuskan strategi pemasaran digital dan konvensional yang efektif. Perumusan strategi ini ditargetkan mampu menjangkau pangsa pasar internasional secara tepat sasaran dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Endhah Endhayani menyampaikan pandangan optimistisnya terkait potensi besar yang dimiliki daerahnya. Ia menegaskan bahwa produk-produk kerajinan dari Kabupaten Kudus memiliki nilai estetika dan keunikan yang sangat tinggi.
Istri dari Bupati Kudus Samani Intakoris ini menilai, dari segi kreativitas dan kualitas produk, para pelaku UMKM di Kudus sebenarnya tidak kalah saing jika disandingkan dengan produk-produk dari daerah lain di Indonesia.
Namun, Endhah tidak menampik bahwa para perajin lokal masih menghadapi beberapa kendala klasik di lapangan. Masalah ini yang coba diurai oleh Dekranasda dengan menggandeng para profesional di bidangnya.
Menurut Endhah, para pelaku UMKM di Kudus saat ini masih sangat membutuhkan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan. Pendampingan tersebut meliputi manajemen produksi hingga tata kelola keuangan usaha yang profesional.
Disamping pendampingan, pemenuhan akses pasar yang lebih luas dan terbuka juga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Kerja sama dengan Kekean Wastra Gallery diharapkan menjadi jembatan emas untuk mewujudkan hal tersebut.
Audiensi ini ditutup dengan kesepahaman bersama untuk segera merumuskan langkah teknis lanjutan dalam waktu dekat. Dekranasda Kudus berharap sinergi ini dapat segera membuahkan hasil nyata bagi kesejahteraan para perajin dan pertumbuhan ekonomi daerah.