Belajar Demokrasi Sejak Dini, Puluhan Siswa SD Masehi Kudus Serbu Kantor KPU dan Jajal Simulasi Nyoblos

09 Juni 2026


KUDUS – Suasana di Aula Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus mendadak riuh dan dipenuhi keceriaan anak-anak. Puluhan siswa sekolah dasar datang berkunjung bukan untuk berekreasi biasa, melainkan untuk belajar memahami sistem politik negara.


KPU Kabupaten Kudus menerima kunjungan istimewa dari generasi muda tersebut pada Selasa, 9 Juni 2026. Sebanyak 65 siswa-siswi dari SD Masehi Kudus tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan edukatif yang telah disiapkan oleh panitia.


Tidak datang sendirian, para siswa ini didampingi oleh 6 orang guru pengampu yang bertugas mengawasi jalannya proses belajar di luar kelas. Kegiatan outing class ini sengaja dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan lebih nyata bagi para murid.


Kunjungan edukatif yang berlangsung sejak pagi hari ini mengusung tema yang cukup berbobot, yaitu "Learning Democracy as Young Voters". Melalui tema ini, pihak sekolah dan KPU ingin meletakkan batu pertama dalam membangun pemahaman politik yang sehat bagi anak-anak.


Agenda ini dinilai menjadi langkah penting dan strategis dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak usia dini. Selain itu, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenalkan alur serta proses kepemiluan kepada anak-anak yang kelak akan menjadi pemilih masa depan.


Kunjungan berharga ini disambut hangat secara langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Kudus, Ahmad Amir Faisol. Dalam sambutannya, Faisol memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif pihak sekolah yang mengenalkan dunia kepemiluan kepada anak-anak sejak dini.


Faisol juga menekankan betapa pentingnya menggunakan hak suara bagi setiap warga negara yang sudah memenuhi syarat kelak. Ia menjelaskan dengan bahasa yang sederhana bahwa satu suara di bilik TPS akan menjadi penentu ke mana arah bangsa dan negara ini melangkah.


Suasana kegiatan yang berlangsung interaktif dan santai ini dipandu langsung oleh Sekretaris KPU Kabupaten Kudus, Da'faf Ali. Setelah sesi sambutan selesai, para siswa langsung diajak untuk menyelami dunia kepemiluan secara lebih mendalam dan asyik.


Materi edukasi kepemiluan yang dikemas secara menarik disampaikan langsung oleh jajaran komisioner KPU Kudus secara bergantian. Para siswa diberikan penjelasan mengenai apa itu pemilu, siapa saja yang dipilih, hingga mengapa pemilu harus dilaksanakan secara jujur dan adil.


Mewakili pihak SD Masehi Kudus, salah satu guru pendamping yang turut hadir, Candra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada KPU Kudus. Pihaknya merasa terhormat karena telah diberikan ruang dan kesempatan berharga untuk belajar langsung di kantor KPU.


Candra menjelaskan bahwa melalui kegiatan lapangan ini, anak-anak didiknya tidak hanya belajar teori di dalam kelas. Mereka bisa mengenal langsung proses pemilu secara fisik sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pesta demokrasi bagi masa depan mereka.


Memasuki acara inti, KPU Kudus menggelar simulasi penggunaan hak pilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) tiruan yang disiapkan di dalam aula. Sesi ini menjadi bagian yang paling dinantikan dan memicu antusiasme luar biasa dari seluruh peserta yang hadir.


Dalam simulasi tersebut, para siswa SD Masehi Kudus diajak bermain peran secara totalitas. Ada siswa yang bertugas menjadi pemilih yang mengantre, ada yang menjadi petugas KPPS yang melayani pendaftaran, bahkan ada pula yang ditunjuk sebagai saksi dan pengawas TPS.


Pengalaman memegang surat suara tiruan dan masuk ke dalam bilik suara secara langsung memberikan sensasi nyata bagi anak-anak. Mereka belajar bagaimana cara mencoblos yang benar hingga mencelupkan jari ke dalam tinta sebagai tanda bukti telah menggunakan hak pilih.


Adanya pengalaman simulasi tersebut rupanya meninggalkan kesan dan memori yang sangat mendalam bagi para siswa. Mereka mengaku sangat senang dan bangga karena diberi kesempatan langka untuk merasakan langsung atmosfer menegangkan sekaligus seru di dalam sebuah TPS.