Antisipasi Libur Tahun Baru Hijriyah, Pertamina Tambah 1,3 Juta Tabung LPG 3 Kg di Jateng-DIY

16 Juni 2026

Semarang, Menjelang momen libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) mengambil langkah strategis untuk memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat. Pertamina resmi menambah pasokan LPG 3 Kg sebanyak 1.339.560 tabung untuk wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Keputusan ini diambil guna mengantisipasi potensi lonjakan konsumsi gas rumah tangga yang diprediksi akan meningkat selama periode libur panjang. Penambahan pasokan dilakukan secara masif mulai hari ini, Selasa (16/6/2026), untuk menjamin distribusi tetap berjalan optimal meskipun bertepatan dengan hari libur nasional.

Mekanisme penambahan pasokan ini dilakukan melalui skema fakultatif. Dalam skema ini, Pertamina menyalurkan distribusi tambahan di luar jadwal reguler harian guna memastikan stok di tingkat pangkalan tetap aman dan tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBT, Taufiq Kurniawan, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjaga stabilitas energi. Pihaknya berkomitmen agar aktivitas memasak masyarakat selama libur Tahun Baru Hijriyah tidak terganggu oleh kendala kelangkaan barang.

Taufiq memaparkan secara rinci bahwa dari total tambahan tersebut, wilayah Jawa Tengah mendapatkan alokasi terbesar. Sebanyak 1.201.040 tabung dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan UMKM di berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Sementara itu, untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Pertamina menyiapkan tambahan sebanyak 138.520 tabung. Penyaluran ini dilakukan secara merata ke seluruh pangkalan resmi di DIY guna memastikan jangkauan distribusi yang luas dan tepat sasaran.

Secara akumulatif, angka tambahan 1,3 juta tabung ini setara dengan kurang lebih 84,79 persen dari konsumsi normal harian di kedua wilayah tersebut. Pertamina menilai angka ini sangat mencukupi untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan selama masa libur.

Pertamina juga telah menginstruksikan seluruh rantai distribusi, mulai dari agen hingga pangkalan, untuk tetap sigap dalam melayani masyarakat. Pemantauan stok di tingkat lapangan dilakukan secara real-time untuk mendeteksi apabila terjadi lonjakan permintaan yang tidak terduga.
Taufiq menambahkan bahwa tim operasional Pertamina di lapangan terus melakukan koordinasi intensif. Hal ini dilakukan guna memetakan wilayah-wilayah yang memiliki tingkat konsumsi tinggi agar distribusi dapat difokuskan ke titik-titik tersebut.

Selain fokus pada penambahan volume, Pertamina juga menekankan pentingnya kedisiplinan dalam jalur distribusi. Seluruh tabung tambahan dipastikan disalurkan melalui jalur resmi atau pangkalan yang terdaftar dalam sistem Pertamina.

Pihak perusahaan mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 Kg di pangkalan resmi. Dengan membeli di pangkalan, masyarakat dijamin mendapatkan harga yang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.

Terkait harga, Taufiq menegaskan agar masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak tergiur dengan tawaran harga yang tidak wajar di pengecer tidak resmi. Harga di pangkalan resmi dipastikan tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan selama periode libur ini.

Sebagai upaya mendukung subsidi tepat sasaran, Pertamina kembali mengingatkan kelompok masyarakat yang mampu agar tidak menggunakan LPG bersubsidi. Penggunaan LPG non-subsidi diharapkan dapat menjadi pilihan bagi warga dengan ekonomi yang lebih baik.

"Kami terus mendorong masyarakat yang mampu untuk beralih menggunakan produk non-subsidi, seperti Bright Gas 5,5 Kg atau 12 Kg. Ini adalah upaya kolektif kita bersama agar saudara-saudara kita yang berhak dapat menikmati subsidi energi dari pemerintah," imbau Taufiq.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lokasi pangkalan resmi terdekat, Pertamina menyediakan kemudahan akses informasi. Data tersebut dapat diakses dengan mudah melalui situs resmi *subsiditepatlpg.mypertamina.id*.

Langkah antisipatif ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi umat Islam di Jateng dan DIY yang akan merayakan Tahun Baru Hijriyah. Dengan ketersediaan energi yang terjamin, perayaan hari besar tersebut diharapkan berjalan lancar dan khidmat.

Pertamina berkomitmen untuk terus memantau situasi di lapangan hingga periode libur berakhir. Sinergi antara Pertamina, agen, dan pangkalan diharapkan menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas suplai energi di wilayah Jawa Bagian Tengah.

Dengan berbagai persiapan matang tersebut, Pertamina optimis bahwa kebutuhan LPG 3 Kg selama libur Tahun Baru Hijriyah akan tercukupi dengan baik. Pertamina tetap membuka kanal komunikasi bagi masyarakat jika ditemukan kendala terkait ketersediaan LPG di wilayahnya masing-masing.