KUDUS - Sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto di Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kudus mendadak ngamuk.
Sapi berjenis simmental dengan bobot hampir 1 ton itu mendadak mengamuk sesaat sebelum disembelih.
Kejadian itu membuat suasana perayaan Hari Raya Idul Adha di Masjid Al-Fajr itu mendadak panik. Sapi tersebut memberontak, mencoba melepaskan diri dari pegangan tukang jegal hingga masuk ke parit di sekitar lokasi.
Setelah lepas, para petugas jegal berupaya untuk menenangkan sapi tersebut dan membawanya ke depan masjid.
Setidaknya mereka membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam sebelum akhirnya sapu bernama Mbah Bejo berhasil dijinakkan dan diikat kaki-kaki hingga kepalanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Titik Tri Prasetyo membenarkan kejadian tersebut. Kendati sempat lepas, dia menyatakan prosesi penyembelihan sapi kurban Prabowo berjalan lancar.
"Iya, sempat lepas. Tetapi sudah diamankan oleh petugas jegal dan proses penyembelihan berjalan lancar," kata Didik diwawancarai, Rabu (27/5).
Lebih lanjut dia mengatakan, sapi kurban Prabowo itu dibeli dari peternak asal Pladen, Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Kurban tersebut akan dibagikan kepada masyarakat di sekitar lokasi penyembelihan.
Takmir Masjid Al-Fajr Karangampel Khoiron mengungkapkan terima kasih atas bantuan sapi kurban dari Presiden Prabowo.
Setelah serah terima, sapi tersebut disembelih dan akan didistribusikan untuk 600 warga Desa Karangampel.
"Kami perkirakan sapi ini akan menjadi 600 kantong daging untuk warga, selain sapi, kami juga menyembelih satu kerbau dan satu kambing," ungkap Khoiron.
Sementara itu, Wakil Bupati Kudus Belinda Birton yang menyerahkan secara simbolis berharap pelaksanaan ibadah kurban di Kudus sejalan lancar.
"Hari ini kami menyerahkan sapi kurban bantuan presiden Prabowo untuk Masjid Al-Fajr, semoga bermanfaat dan bisa dibagikan ke masyarakat," ujar Belinda.
Pihaknya berharap tahun depan usulan kurban dari Presiden dapat menyesuaikan kearifan lokal Kudus, yakni diganti dengan hewan kerbau.
"Semoga tahun depan diganti kerbau presiden, karena menghormati toleransi dan kearifan lokal di Kudus," harapnya.