KUDUS, Prestasi membanggakan kembali diukir oleh generasi muda di Kabupaten Kudus. Tim tari dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Kudus berhasil meloloskan diri dan mengamankan posisi di babak final ajang bergengsi Festival Tari Lajur Caping Kalo tingkat daerah yang digelar pada bulan ini.
Keberhasilan ini disambut dengan rasa syukur yang mendalam oleh seluruh warga sekolah. Kepala SMP Negeri 2 Kudus, In Setyorini, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi tertingginya kepada para siswa yang telah berjuang keras. Beliau merasa bangga karena kerja keras tim tari sekolahnya mampu bersaing dengan deretan peserta tangguh lainnya hingga mencapai babak puncak.
"Alhamdulillah, tim tari SMP 2 Kudus berhasil masuk ke babak final Festival Tari Lajur Caping Kalo," ujar In Setyorini saat memberikan keterangan resmi di lingkungan sekolah. Keberhasilan ini dinilai sebagai bukti nyata dari bakat, disiplin, dan komitmen tinggi yang dimiliki oleh para siswa dalam bidang seni tari tradisional.
Menghadapi babak final yang sudah di depan mata, Kepala Sekolah memberikan suntikan motivasi yang kuat kepada anak-didiknya. Beliau berpesan agar seluruh anggota tim tetap menjaga semangat, fokus, dan tidak berkecil hati. Rasa percaya terhadap kemampuan diri sendiri menjadi modal utama yang ditekankan oleh pihak sekolah agar mereka tampil lepas tanpa beban.
In Setyorini juga berharap agar para siswa dapat memberikan penampilan terbaik mereka di atas panggung nanti. Ia ingin anak-anak membawakan tarian tersebut dengan penuh rasa bangga terhadap identitas budaya lokal. Menurutnya, penampilan yang dibawakan dengan penuh percaya diri akan memancarkan energi positif yang dapat memukau para dewan juri dan penonton.
Lebih lanjut, pihak sekolah menegaskan bahwa para penari muda ini bukan sekadar mengejar piala atau gelar juara semata. Tim tari SMPN 2 Kudus dipandang sebagai representasi dari generasi muda yang tangguh dan bermartabat. Mereka memikul misi mulia untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan warisan budaya daerah agar tidak punah digilas zaman.
Selain membawa misi kebudayaan, perjuangan tim tari ini juga menjadi ajang untuk mengharumkan nama baik institusi dan daerah asal mereka. Melalui gerakan tari Caping Kalo yang sarat akan filosofi sejarah Kudus, para siswa diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada khalayak yang lebih luas secara elegan.
"Kami juga mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar tim tari SMP 2 Kudus diberikan kelancaran, kesehatan, dan hasil terbaik di babak final Festival Tari Lajur Caping Kalo. Dukungan dari semua pihak tentu menjadi energi positif bagi anak-anak untuk terus berprestasi," pungkas In Setyorini menutup keterangannya.