KUDUS — Wakil Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Edi Susanto, S.Kep., Ns., turun tangan langsung untuk menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi antara pedagang Pasar Bitingan dan pihak kontraktor. Ketegangan ini dipicu oleh pembongkaran fasilitas kanopi di sekitar kawasan proyek pembangunan Rumah Sakit Kudus Sehat pada Rabu (20/5).
Peristiwa bermula ketika pihak rekanan atau kontraktor rumah sakit tengah melakukan aktivitas pembongkaran kanopi yang berada di area terdampak proyek. Langkah pemindahan ini terpaksa diambil oleh pekerja agar material struktur kanopi tersebut tidak mengganggu jalannya mobilitas dan proses pembangunan fisik Rumah Sakit Kudus Sehat yang sedang berjalan.
Namun, tindakan tersebut rupanya memicu reaksi keras dari paguyuban pedagang Pasar Bitingan yang merasa tidak mendapatkan informasi yang jelas sebelumnya. Sejumlah oknum dari paguyuban pedagang kemudian mendatangi para pekerja kontraktor di lapangan, hingga sempat terjadi aksi sepihak berupa pengambilan kunci mobil milik salah satu pekerja rekanan.
Merasa situasi di lokasi kerja mulai tidak kondusif dan menghambat pekerjaan, pihak rekanan kontraktor segera menghubungi manajemen RSUD dr. Loekmono Hadi untuk meminta bantuan mediasi. Laporan tersebut langsung direspons cepat oleh jajaran manajemen rumah sakit guna mencegah konflik horizontal yang lebih luas di kawasan pasar dan rumah sakit.
Wakil Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi, Edi Susanto, segera menemui kedua belah pihak untuk meluruskan akar permasalahan. Dalam klarifikasinya, Edi menyampaikan bahwa insiden ini murni merupakan miskomunikasi terkait koordinasi teknis di lapangan dan tidak ada maksud dari pihak rumah sakit maupun kontraktor untuk merugikan para pedagang.
Melalui mediasi yang persuasif, Edi Susanto juga menjelaskan status terkini dari kanopi yang dibongkar tersebut agar tidak menimbulkan prasangka buruk. Material kanopi tidak dihilangkan, melainkan resmi dipindahkan ke Kantor Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kudus untuk dialihfungsikan secara bermanfaat sebagai atap garasi armada mobil pemadam.
Pertemuan normatif ini akhirnya membuahkan hasil positif setelah kedua belah pihak saling memahami posisi masing-masing. Pihak paguyuban pedagang bersedia mengembalikan kunci mobil yang sempat diamankan, sementara proyek pembangunan Rumah Sakit Kudus Sehat kini dapat kembali dilanjutkan dengan komitmen koordinasi yang lebih baik ke depannya.