HUT ke-66 SMP 2 Kudus: Tanpa Seremonial, Pilih Berbagi Boneka 'Gentama' dan Sembako untuk Tumbuhkan Empati Siswa.

27 Mei 2026


 
KUDUS, Momen hari ulang tahun (HUT) sekolah biasanya identik dengan pesta pora, panggung gembira, atau perlombaan yang meriah. Namun, pemandangan berbeda justru ditunjukkan oleh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kudus dalam memperingati hari jadinya yang ke-66 tahun ini.


Pihak sekolah secara sadar memilih untuk meniadakan segala bentuk perayaan seremonial yang bersifat hura-hura. Sebagai gantinya, momentum sakral ini diisi dengan rangkaian aksi sosial yang menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Kudus.


Kepala SMP 2 Kudus, Ibu In Setyorini, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa keputusan untuk merayakan hari jadi secara sederhana ini diambil demi mengedepankan nilai kemanfaatan. Pihaknya ingin agar hari lahir sekolah menjadi berkah tidak hanya bagi internal warga sekolah, tetapi juga bagi sesama.


"Dalam rangka HUT ke-66 SMP 2 Kudus, kami memang tidak mengadakan perayaan seremonial. Tapi, kami mengadakan kegiatan yang sederhana namun insyaAllah sarat makna dan manfaat untuk sesama," ujar In Setyorini saat memberikan keterangan kepada media.

In Setyorini menjelaskan, esensi utama dari dialihkannya konsep acara ini adalah sebagai media pembelajaran nyata bagi para siswa. Melalui aksi nyata di lapangan, sekolah ingin menanamkan nilai-nilai karakter budi pekerti yang kuat sejak dini kepada seluruh anak didik.


Tujuan utama dari gerakan sosial ini tidak lain adalah untuk menumbuhkan karakter empati dan rasa peduli terhadap sesama ke dalam diri para siswa. Sekolah ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.


Sebagai wujud konkret dari visi tersebut, SMP 2 Kudus meluncurkan program berbasis donasi kemanusiaan. Pihak sekolah menggalang dana secara sukarela dari para donatur, baik dari internal sekolah, orang tua murid, hingga alumni, dunia usaha dan industri yang ingin berkontribusi


Dana yang terkumpul kemudian disalurkan dalam bentuk aksi sosial yang unik dan kreatif. Salah satunya adalah kunjungan kasih ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi Kudus untuk menghibur para pasien anak yang sedang menjalani rawat inap.


Menariknya, dalam kunjungan ke rumah sakit tersebut, tim dari SMP 2 Kudus membagikan boneka maskot resmi sekolah mereka yang bernama "Gentama". Kehadiran boneka lucu ini diharapkan dapat menjadi obat pelipur lara dan pembawa keceriaan bagi anak-anak yang sedang sakit.


Tidak berhenti sampai di situ, angka usia sekolah yang menginjak 66 tahun juga dijadikan simbol jumlah bantuan. SMP 2 Kudus menyalurkan sebanyak 66 paket sembako yang berisi kebutuhan pokok untuk meringankan beban operasional lembaga keagamaan dan sosial.


Puluhan paket sembako tersebut didistribusikan secara merata ke dua titik lokasi yang membutuhkan perhatian. Lokasi tersebut adalah Pondok Pesantren (Ponpes) "NUN" Kudus serta Panti Asuhan Darul Yatama Apida Ndaren.


Melalui langkah sederhana namun berdampak luas ini, SMP 2 Kudus membuktikan bahwa eksistensi sebuah lembaga pendidikan selama lebih dari enam dekade tidak diukur dari seberapa megah perayaannya, melainkan seberapa besar kontribusi nyata dan kebermanfaatannya bagi masyarakat sekitar.