SEMARANG, kudusterkini.com— Kabupaten Kudus kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat Provinsi Jawa Tengah dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar dan kesejahteraan masyarakat. Prestasi ini diraih dalam ajang koordinasi serta apresiasi tahunan tingkat provinsi yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan posyandu dari berbagai daerah.
Kabupaten yang dikenal dengan julukan Kota Kretek tersebut sukses memboyong dua penghargaan tertinggi sekaligus dalam ajang Penghargaan Apresiasi Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Pencapaian luar biasa ini menyita perhatian banyak pihak karena berhasil mengungguli kabupaten dan kota lainnya di Jawa Tengah.
Keberhasilan tersebut ditandai dengan diraihnya predikat Juara I untuk kategori Tim Pembina Posyandu Kabupaten Terbaik. Keberhasilan di tingkat kabupaten ini semakin lengkap dengan dikawinkannya gelar Juara I untuk kategori Tim Pembina Posyandu Kecamatan Terbaik yang sukses disabet oleh Kecamatan Dawe.
Penyerahan penghargaan bergengsi tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh apresiasi pada Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Tengah. Acara bertempat di Gedung Gradhika Bhakti Praja, kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, pada Senin (2/11/2026).
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kudus, Endhah Sam'ani Intakoris, hadir secara langsung untuk menerima piala dan piagam penghargaan tersebut. Kehadirannya menjadi simbol kepemimpinan yang aktif dan berkomitmen kuat dalam memajukan kelembagaan posyandu di daerahnya.
Prosesi penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, dengan didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah. Momen penyerahan tersebut disambut tepuk tangan riuh dari seluruh peserta rapat koordinasi yang hadir.
Rapat koordinasi tingkat provinsi ini dipimpin langsung oleh Hj. Nawal Arafah Yasin dan dihadiri oleh jajaran pejabat penting lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Selain Wakil Gubernur Jateng, tampak hadir pula jajaran Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah beserta perwakilan lintas sektor terkait.
Pertemuan strategis ini digelar dengan tujuan menguatkan konsolidasi antar-wilayah serta mengevaluasi pelaksanaan program pembinaan posyandu di seluruh pelosok Jawa Tengah. Melalui rakor ini, disepakati berbagai langkah percepatan pelayanan publik di tingkat desa dan kelurahan.
Seusai menerima penghargaan, Endhah Sam'ani Intakoris menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian tertinggi yang berhasil ditorehkan oleh Kabupaten Kudus. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras bersama seluruh elemen yang terlibat.
Dalam pernyataannya, Endhah menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kudus, kader posyandu, serta pihak-pihak terkait. Menurutnya, dedikasi tanpa lelah dari para petugas di lapangan adalah kunci utama tercapainya prestasi ini.
Endhah menjelaskan bahwa apresiasi ini menjadi bukti nyata atas komitmen Kabupaten Kudus dalam menjalankan transformasi pelayanan posyandu. Fokus utama transformasi tersebut mengacu pada penerapan 6 bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) secara menyeluruh dan terintegrasi.
Penerapan 6 bidang SPM pada posyandu di Kudus mencakup berbagai layanan dasar publik, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, hingga bidang sosial. Pendekatan terpadu ini membuat posyandu tak lagi sekadar tempat penimbangan balita.
Melalui transformasi ini, posyandu di Kabupaten Kudus diarahkan menjadi garda terdepan pusat pelayanan masyarakat di tingkat desa. Keberhasilan Kecamatan Dawe meraih Juara I Kategori Kecamatan Terbaik menjadi bukti konkret bahwa implementasi program ini telah berjalan efektif hingga ke tingkat tapak.
Endhah menekankan pentingnya menjaga konsistensi serta kualitas pelayanan yang sudah berjalan dengan baik. Menurutnya, mempertahankan prestasi jauh lebih menantang ketimbang meraihnya, sehingga inovasi pelayanan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa kunci keberhasilan dalam mengelola program pelayanan masyarakat adalah koordinasi dan komunikasi yang terjalin harmonis. Sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, hingga para kader di desa menjadi fondasi utama yang tak boleh terputus.
Dengan adanya komunikasi yang harmonis dan intensif, setiap dinamika maupun permasalahan yang terjadi di lapangan dapat dideteksi sejak dini dan diselesaikan dengan cepat. Pola kerja kolaboratif ini terbukti ampuh dalam menjaga kualitas layanan posyandu di Kudus.
Penghargaan ini diharapkan tidak membuat seluruh tim berpuas diri, melainkan menjadi pemicu semangat baru untuk bekerja lebih optimal. Pemerintah Kabupaten Kudus berkomitmen untuk menjadikan pencapaian ini sebagai standar baru dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.
Melalui keberhasilan Kudus memborong dua penghargaan sekaligus, diharapkan dapat menginspirasi daerah lain di Jawa Tengah untuk terus bertransformasi. Penguatan peran posyandu berbasis SPM dipandang sebagai langkah strategis dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.