Aksi Nyata Warga Kudus: Peringati Empat Momen Besar Lewat Bebersih Kali Sili

Minggu, November 01, 2026

KUDUS, kudusterkini.com — Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup kembali memancar kuat di Kabupaten Kudus. Melalui aksi nyata di lapangan, warga membuktikan bahwa menjaga alam adalah prioritas bersama.

Kegiatan bertajuk *Bebersih Kali Sili* digelar secara meriah dan penuh kebersamaan pada Minggu (1/11/2026). Aksi bersih-bersih sungai ini dihadiri langsung oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, yang turun menyapa dan berbaur bersama masyarakat.

Tidak hanya jajaran pemerintah daerah, acara ini juga digerakkan secara masif oleh Komunitas Peduli Kali Sili Kajeksan. Kehadiran mereka menjadi bukti hidup bahwa inisiatif lokal mampu memantik perubahan positif di lingkungan sekitar.

Sinergi antarlini terlihat kian solid dengan hadirnya jajaran Forkopimcam setempat. Kehadiran para pejabat lintas sektor ini mempertegas komitmen bersama dalam mengawal isu-isu lingkungan di wilayah Kudus.

Elemen masyarakat dari Kelurahan Kajeksan pun tampak kompak memadati lokasi aksi sejak pagi hari. Berbekal peralatan seadanya, tua muda bahu-membahu membersihkan alur sungai dari tumpukan sampah.

Kegiatan gotong royong ini diselenggarakan bukan tanpa alasan. Aksi Bebersih Kali Sili ini menjadi wadah kolaboratif untuk memperingati empat momentum penting sekaligus yang jatuh di rentang waktu berdekatan.

Momen pertama yang diusung adalah peringatan *World Cleanup Day*, sebuah gerakan global yang mengajak masyarakat dunia peduli terhadap kebersihan bumi dari sampah.

Selain itu, aksi ini juga menjadi ajang penghormatan serta perayaan memperingati Hari TNI ke-81, sebagai wujud manunggalnya TNI bersama rakyat dalam menjaga lingkungan.

Semangat keagamaan dan kebangsaan turut mewarnai pergerakan ini lewat peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026. Nilai-nilai kepedulian lingkungan dinilai sejalan dengan ajaran moral para santri.

Tak ketinggalan, gelora pemuda ikut membakar semangat para relawan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, membuktikan bahwa generasi muda Kudus siap membawa perubahan positif.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sam’ani Intakoris menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. Beliau mengagumi dedikasi warga yang tak kenal lelah menjaga kebersihan alur sungai.

Bupati Kudus mengimbau agar aksi positif semacam ini tidak hanya berhenti sebagai acara seremonial semata. Menurutnya, konsistensi dalam merawat dan membersihkan alur sungai adalah kunci utama keberhasilan program lingkungan.

Ia menuturkan realita di lapangan, di mana sampah sering kali kembali ditemukan meski sungai telah berulang kali dibersihkan. Namun, realita tersebut dinilai bukan alasan untuk berhenti bergerak.



Beliau menegaskan bahwa dinamika tersebut tidak boleh sedikit pun menyurutkan semangat gotong royong warga. Justru, kondisi itu harus menjadi pecutan untuk meningkatkan kesadaran kolektif secara terus-menerus.

Guna menciptakan dampak yang lebih luas, Bupati juga mendorong keterlibatan masyarakat yang lebih masif. Sinergi antarwilayah, khususnya dengan desa-desa lain di sepanjang aliran sungai, menjadi hal yang sangat mendesak.

Pendekatan terpadu lintas desa di sepanjang aliran Kali Sili diharapkan mampu menjaga kebersihan sungai secara komprehensif dan berkelanjutan, sehingga upaya dari hilir ke hulu dapat berimbang.

Dengan kepedulian yang terus dipupuk serta kerja sama erat dari seluruh komponen masyarakat, Bupati optimistis lingkungan Kudus akan semakin asri. Selain membuat sungai lebih bersih, langkah ini menjadi strategi efektif untuk meminimalkan risiko banjir saat memasuki musim penghujan.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan aksi Bebersih Kali Sili selesai dilaksanakan, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyempatkan diri melakukan kegiatan keagamaan. Beliau berziarah ke makam ulama besar Waliyullah Sayyid Ainul Haq, atau yang akrab dan dihormati masyarakat setempat dengan sebutan Mbah Jekso.